
Di kerajaan domba
Andi dan Aldi di tuntun oleh pengawal kerajaan domba menuju balkon yang berada di dekat ruangan kerajaan domba, tentu saja dengan diikuti oleh pengawal dari kerajaan kucing yang menunggu di luar ruangan
"Yang mulia raja saya merasa terhormat anda bisa datang di acara yang sangat sederhana ini" ucap raja kerajaan domba
"Yang mulia pangeran senang melihat anda sehat" ucap raja domba
"Terimakasih sudah mempersilakan kami masuk yang mulia" ucap Aldi
"Tidak yang mulia seharusnya saya yang merasa tormat karena anda bisa datang di pesta ini" ucap raja domba
"Yang mulia raja kucing Shilakan ikuti saya mari kita memasuki ruangan rapat" ucap raja domba
"Baiklah Aldi ayah akan masuk untuk membicarakan hal yang penting kau tunggulah dulu ada saatnya nanti kau akan ayah panggil" ucap Andi
"Ta-Tapi ayahanda Aldi ke sini bukan untuk menikmati pesta" ucap Aldi
"Sudahlah kau nikmati saja pestanya ingat jangan katakan bahwa kau juga akan mengikuti rapat" ucap Andi
"Ta-Tapi" ucap Aldi
"Sudahlah sampai jumpa lagi nanti" ucap Aldi melambai ke belakang
"Hal yang paling kubenci ini adalah pesta" ucap Aldi bergumam
"Pengawal" ucap Aldi
"Siap yang mulia" ucap pengawal yang masuk ke ruangan menunduk di depan Aldi
"Carikan tempat yang sepi dan juga dekat" ucap Aldi
"Baiklah yang mulia, saya akan mencarikan tempat itu kalau begitu saya permisi, akan saya kabarkan kepada anda kalau sudah selesai" ucap pengawal itu pergi
30 menit kemudian
"Lapar aku belum makan dari tadi di perjalanan" ucap Aldi bergumam
"Lagian bagaimana juga tadi di rumah juga tidak sarapan karena ayah akan mengadakan rapat, jadi sarapan tidak di lakukan lain kali biar sarapan saja biarkan ayah saja yang tidak sarapan" ucap Aldi bergumam
"Yasudah lah ayah juga menyuruh aku untuk menikmati pesta ini" ucap Aldi keluar pintu
"Tuan muda anda ingin kemana ?" Ucap pengawal kerajaan kucing
"Saya lapar, ingin pergi makan" ucap Aldi memegang perut
"Apakah perlu kami kawal ?" Ucap para pengawal yang ramai
"E-eemm sepertinya keramaian" ucap Aldi
"Boleh mengawal tetapi jangan ramai ramai ya nanti takutnya para tamu akan curiga" ucap Aldi
"Baiklah bagaimana kalau kami berdua saya yang akan mengawal tuan muda" ucap salah satu pengawal yang juga mengandeng salah satu temannya
Para pengawal lain pun mundur dan berkata "baiklah kami serahkan tuan muda kepadamu, tapi awas saja kalau sesuatu terjadi kepada tuan muda" ucap mereka serentak
"Tenang saja akan kami lindungi tuan muda dengan seluruh jiwa raga kami sampai titik darah penghabisan" ucap pengawal itu bersama rekannya
"Baiklah ayo kita pergi" ucap Aldi
"Tuan muda bagaimana dengan pengawal yang lain" ucap pengawal itu
"Para pengawal yang lain ya ?" Ucap Aldi melihat para pengawalnya yang lain
Para pengawal lain terlihat depresi karena tidak bisa ikut melindungi Aldi
"Humm bagaimana kalau kalian menyamar dan ada yang melindungi tuan Aldi dari jauh" ucap rekan pengawal itu
"Maksudnya" ucap para pengawal
"Yah begini kalian menyamar menjadi tamu dan diam diam melindungi tuan muda dan ada yang melindungi tuan Aldi dari luar kerajaan tapi untuk melindungi tuan muda secara terang terangan hanya kami berdua bagaimana ?" ucap rekan pengawal itu
"Baiklah" ucap para pengawal serempak
Aldi mulai berjalan menuju ruangan pesta pada saat Aldi turun melewati tangga banyak mata yang melihatnya
"Cih ini yang aku malas" ucap Aldi
"Ada apa tuan muda" ucap kedua
pengawal serempak
"Eh iya saya belum mengetahui nama dari kalian berdua" ucap Aldi
"Maaf tuan muda karena kami sudah lancang kepada anda perkenalkan nama saya adalah Dayat dan ini adalah rekan saya bernama Herry, kami adalah pemenang pengawal terhebat kerajaan kucing tahun lalu" ucap Dayat
"Humm jadi karena itu para pengawal lain mundur ?" Ucap Aldi
"Baiklah kalau begitu mohon kerjasamanya ya Dayat, Herry" ucap Aldi
__ADS_1
"Baiklah tuan jadi apa yang anda hiraukan tadi ?" Ucap Herry
"Yah begitulah lihatlah di bawah" ucap Aldi
"Wah mereka seperti hantu seram sekali" ucap Herry
"Yah kebanyakan mereka perempuan sih" ucap Herry
"Ya tentu saja tuan Aldi kan termasuk pangeran paling tampan" ucap Dayat
"Iya aku juga melihatnya di majalah internasional kerajaan" ucap Herry
"Tentu saja" ucap Dayat
"Karena tuan Aldi memiliki mata dan warna rambut yang unik " ucap Herry
"Iya katanya tuan Aldi bisa mencuri hati perempuan dengan sangat mudah" ucap Dayat
"Dari mana lagi isu itu datang ?" Ucap Aldi
"Ini sudah masuk majalah Lo tuan muda" ucap Dayat
"Masa" ucap Aldi
"Yah saya juga membawa majalahnya ini.." ucap Dayat memberikan majalahnya
"Mana lihat" ucap Aldi menggambil majalah
Di majalah tampak Aldi yang mengenakan pakaian lengkap kerajaan dan tersenyum
"Di sini tertulis pangeran tertampan nomor 1 ?" Ucap Aldi
"Yah memang anda adalah pangeran tertampan Nomor 1 tuan muda" ucap Herry
"Padahal aku tidak berpikir seperti itu" ucap Aldi
"Jadi bagaimana rasanya menjadi pembicaraan seluruh kerajaan tuan muda ?" Ucap Dayat
"Yah sejujurnya ini membuat saya risih, karena saya juga sudah memiliki calon istri" ucap Aldi menghela nafas
"Yah kalau itu sihh " ucap Dayat
"Maka dari itu saya sebenarnya tidak ingin terlalu mencolok" ucap Aldi
"Yah kalau saya menjadi yang mulai saya pasti akan bahagia" ucap Dayat
"Bahagia ?" Ucap Aldi
"Anda tidak tahu yang mulia kalau perempuan marah itu goda saja dia maka dia akan melembut kepada anda" ucap Dayat
"Yah benar apalagi anda adalah orang yang dicintai oleh Nina Zahra " ucap Herry
"Baiklah baiklah saran kalian nanti akan saya terapkan, bagaimana kalau sekarang kita pergi makan dulu" ucap Aldi
"Apakah anda juga mengajak kami tuan muda ?" Ucap Dayat dan Herry serempak
"Tentu saja para pengawal itu harus makan banyak kan karena pengawal pasti akan kelelahan maka dari itu ayo kita makan" ucap Aldi
"Apakah kalian tidak ingin makan ?" Ucap Aldi
"Baiklah tuan muda" ucap mereka serempak
"UMM sekalian juga ya jaga saya " ucap Aldi
"Wah benar itu yang mulia Aldi ternyata yang mulia Aldi lebih tampan dari dekat" ucap salah satu tamu
"Wah pangeran Aldi ternyata benar berambut silver" ucap salah satu tamu
"Emm maaf sepertinya ini sesak sekali" ucap Aldi
"Maaf para tamu mohon untuk berikan jalan kepada tuan muda kami" ucap pengawal Aldi
"Mohon para pengawal untuk memberikan tempat untuk yang mulia pangeran Aldi" ucap salah satu pengawal kerajaan domba
"Wah terimakasih" ucap Aldi
" Hormat saya kepada yang mulia obelia ini termasuk bagian dari tugas saya untuk melindungi anda selama berada di wilayah kerajaan domba" ucap pengawal itu
"P-p-pangeran Aldi bolehkah s-s-saya meminta t-t-tanda tangan anda di buku saya ini ?" Ucap salah satu anak yang berusia sekitar 5 tahun menarik narik baju Aldi
"Hum tentu saja boleh " ucap Aldi
"Baiklah mari sini" ucap Aldi
Aldi menandatangani bukunya dan mengelus kepalanya
"Melihat kamu seperti melihat adik saya yang ada di istana" ucap Aldi
"UM itu a-a-anu apakah saya boleh memanggil anda dengan sebutan kakak ?" Ucap anak kecil itu
__ADS_1
"Humm tentu saja boleh " ucap Aldi mengelus kepalanya
"Ta-Tapi tuan Aldi itu merupakan hal yang tabu dalam kerajaan kucing" ucap pengawal Aldi
"Memangnya kenapa ?" Ucap Aldi
"Di dalam kerajaan kucing itu memegang teguh tentang hormat dan panggilan hormat kepada setiap orang dari kerajaan kucing" ucap pengawal itu
"Baiklah baiklah kalau begitu" ucap Aldi
"Humm bagaimana kalau begini saja" ucap Aldi
Membisikan sesuatu kepada anak kecil itu
"Wah baiklah terimakasih kak- eh maksudnya yang mulia pangeran Aldi" ucap anak kecil itu tersenyum kemudian melambai pergi
Aldi melambai dengan tersenyum
"Hum yang mulia apakah anda melihat itu ?" Ucap Dayat
"Humm ?" Ucap Aldi
"Wah apa apaan ini ?" Ucap Aldi
Banyak para perempuan mengantri sambil membawa buku ingin di tandatangani oleh Aldi tapi bukan hanya perempuan tetapi juga ada beberapa alami laki yang ingin di tanda tangani oleh Aldi
"Ini apa apaan sih ?" Ucap Aldi
"Apakah anda tidak ingin menandatangani buku kami yang mulia pangeran Aldi ?" Ucap salah satu perempuan
"Yang mulia apakah saya perlu mengusir mereka ?" Ucap Dayat
"Yah jangan di usir juga sih.. cuman sebenarnya saya ke sini Ngin makan bukan untuk ini tapi ya... Yasudah lah" ucap Aldi
"Baiklah baiklah saya akan tanda tangan" ucap Aldi
Beberapa menit setelah menandatangani buku
Perut Aldi berbunyi
"Tuan Aldi lapar ?" Ucap Dayat
"Tentu saja" ucap Aldi
"Baiklah bagaimana kalau saya akan mencarikan makanan untuk tuan muda" ucap Herry
"Baiklah apakah tidak merepotkan ?" Ucap Aldi
"Merepotkan ?" Ucap Herry
"Justru ini adalah hal yang terbaik yang pernah saya rasakan melayani secara langsung " ucap Herry
"Baiklah kalau begitu... Terimakasih ya " ucap Aldi
"Baiklah yang mulai saya permisi" ucap Herry
"Baiklah" ucap Aldi
Dayat terus berada di belakang Aldi
Beberapa menit kemudian
"Yang mulia ini Shilakan sudah bebas dari racun dan tentu saja enak " ucap
"Hum terimakasih ... Emm kalian tidak makan ? " Ucap Aldi
"Untuk apa makan asalkan bisa melihat tuan makan saja kami sudah senang" ucap mereka
"Baiklah kalau begitu saya makan duluan ya" ucap Aldi
"Aldi mulai menggigit ayam yang dibawakan oleh Herry
"Ehh tuan muda maaf kalau mengganggu tapi sepertinya" ucap Herry
"Hum ?" Ucap Aldi
"Herry kau tidak sopan sekali dengan tuan muda" ucap Dayat
"Tunggu tapi maaf bolehkah saya menyentuh anda ?" Ucap Herry
"Iya boleh " ucap Aldi
"Ini" ucap Hery membuka bibir Aldi dan melihat adanya taring yang menjulur seperti taring kucing
"Wah tuan Aldi " ucap Herry dan Dayat
"Heem sepertinya kita akan merayakannya nanti " ucap Herry dan Dayat serentak
"Baiklah nanti saja kita rayakan sekarang saya ingin makan dulu" ucap Aldi
__ADS_1
"Yah Shilakan makan tuan muda maaf sudah menganggu anda " ucap Herry