Kerajaan Kucing

Kerajaan Kucing
Saat Itu #3


__ADS_3

"humm, rasanya enak sekali Lily " ucap Aldi


"Wah, syukurlah kalau tuan muda suka" ucap Lily


"Wah imut sekali saat tuan muda memakan es krim" ucap Lily di dalam hati


"Kakak Andini kekenyangan" ucap Andini yang dimiliknya masih ada sisa eskrim


"Em, Andini ada bekas es krim di mulutnya" ucap Aldi menunjuk mulut Andini


"Eh, dimana ?" Ucap Andini


"Itu" ucap Aldi


"Disini ? Atau disini ?" Ucap Andini


"Hh, disini" ucap Aldi mencolek bekas eskrim itu


"Weh, a-a-apa yang kakak lakukan ?" Ucap Andini malu


"Hum memangnya kenapa ?" Ucap Aldi menjilat bekas es krim tadi


"I-i-itu memalukan" ucap Andini


"Maaf maaf" ucap Aldi


"Baiklah baiklah siapa yang mau makan eskrim Andini sekarang ?" Ucap Aldi


"Sepertinya saya sudah kenyang tuan muda" ucap Wendy


"Saya juga tuan muda" ucap Zaky


"Kakak juga kenyang"ucap Anisa


"Saya juga tuan muda" ucap Lily


"Yah baiklah kalau semua sudah kekenyangan" ucap Aldi


Tiba tiba ada anak kecil perempuan yang menangis. Anak kecil itu menggunakan pakaian yang kotor dan tampak kumuh


Aldi lekas menghampiri nya


"T-t-tunggu tuan muda jangan.." ucap Wendy


"Yah sepertinya kita sudah terlambat" ucap Zaky


"Kita terus lindungi tuan muda, saat ini tentu saja tuan muda masih dalam jangkauan kita tenang saja" ucap Lily


"Ada apa adik kecil ?" Ucap Aldi memegang punggung anak perempuan itu


"M-m-mama h-h-hilang" ucap anak kecil itu sambil menangis kecil


"Memangnya tadi mama kemana ?" Ucap Aldi


"T-t-tadi m-m-mama ada di sini lalu-lalu mama hilang" ucap anak kecil itu sambil menangis


"Baiklah,mari kita cari mama" ucap Aldi


"A-apakah kakak mau membantu ?" Ucap anak kecil itu


"Yah tentu saja" ucap Aldi


"Mau eskrim ?" Ucap Aldi memberikan eskrim tadi


"A-apakah boleh ?" Ucap anak itu


"Tentu saja" ucap Aldi tersenyum


"Wah terimakasih kakak" ucap anak kecil itu


"Baiklah baiklah mari kita pergi ke tempat teman kakak dulu" ucap Aldi


"Ta-Tapi kata mama tidak boleh berbicara kepada orang asing" ucap anak kecil itu


"Tidak apa apa kami tidak jahat kok" ucap Aldi tersenyum


"Kakak jangan jangan adalah pangeran ?" Ucap anak kecil itu


"Iya memang saya adalah pangeran kerajaan ini" ucap Aldi


"Wah benarkah, senang sekali bisa bertemu pangeran" ucap anak kecil itu


"Senang juga bisa bertemu adek manis"ucap Aldi


"Wah, maaf saya lupa memberikan penghormatan, hormat kami kepada yang mulia obelia" ucap anak itu menunduk


"Iya terimakasih atas penghormatannya" ucap Aldi


"A-apa ada keluarga kerajaan di sini ?" Ucap salah satu penduduk


"Siapa, siapa keluarga kerajaan yang ke sini ?" Ucap salah satu penduduk


"Wah di sana, bukankah itu pangeran Aldi de obelia ?" Ucap salah satu penduduk


"Wah benar itu adalah pangeran Aldi de obelia" ucap salah satu penduduk


"Berikan penghormatan kepada pangeran Aldi" ucap salah satu penduduk


"Hormat kami kepada yang mulia obelia" ucap semua penduduk


"Ah sepertinya penghalang yang aku pasang sudah pecah" ucap Wendy


"Eh sejak kapan Wendy memasang penghalang ?" Ucap Anisa


"Setelah tadi saat kita diajak untuk makan oleh orang tadi, saya sudah memasang penghalang" ucap Wendy


"Wah pantas saja tidak ada orang yang mengenali kita tadi" ucap Andini


"Dan sekarang penghalangnya hancur" ucap Wendy


"Yah sayang sekali" ucap Zaky


"Baiklah baiklah terimakasih semua"ucap Aldi


Aldi tampak membawa anak itu ke pada Anisa,Andini,Wendy,Zaky,dan Lily


"Wah wah tuan muda membawa adik baru ya ?" Ucap Zaky


"Boleh kah kita mencarikan ibu anak ini ?" Ucap Aldi


"Tentu saja tuan muda, tapi sebelum itu" ucap Lily


"Ada sesuatu yang menempel di mulut anda" ucap Lily mencolek bekas eskrim di mulut Aldi


"Em, benarkah ? Terimakasih" ucap Aldi tersenyum


"Humm tadi kalau tidak salah dengar tuan muda memanggil anak ini dengan sebutan adik kecil ?" Ucap Zaky


"Pff" ucap Anisa dan Wendy

__ADS_1


"Aldi tidak menyadari kalau dirinya sendiri juga kecil dan tampak lebih besar sedikit saja dari anak itu" ucap Anisa di dalam hati


"Tuan muda sepertinya tidak menyadari kalau badan nya hanya lebih besar sedikit saja dan sudah memanggil anak yang lebih kecil darinya dengan sebutan adik kecil" ucap Wendy di dalam hati


"Benarkah itu tuan muda ?" Ucap Lily


"UMM,ya begitulah" ucap Aldi tersenyum


"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita cari ibu dari anak ini" ucap Wendy


"Baiklah" ucap Aldi


"Wah bukannya itu pangeran Aldi ?" Ucap salah satu penduduk


"Iya pangeran Aldi membawa dua putri dan membawa 3 jendral untuk mengawal" ucap salah satu penduduk


"Hebat"ucap salah satu penduduk


"Seperti biasanya tuan Aldi memang sangat tampan" ucap salah satu penduduk


"Iya tuan Aldi memang sangat tampan dari dulu" ucap salah satu penduduk


"Tuan Aldi .." ucap salah satu penduduk


"Iya" ucap Aldi melambaikan tangan dan tersenyum


"Kyaa tampannya" ucap salah satu penduduk


"Wahh malaikat, kerajaan kucing" ucap salah satu penduduk


"Em,tuan muda apakah saya boleh memenggal kepala mereka ?" Ucap Lily


"Em, jangan Lily mereka juga kan rakyat saya yang saya cintai jadi tidak masalah lah" ucap Aldi


"Kalau mereka anda cintai kalau kami para jendral kasta ini apa ?" Ucap Lily


"Tentu saja saya juga mencintai dan menghormati para jendral yang sudah mempertaruhkan nyawa untuk kerajaan ini" ucap Aldi


"Emm,baiklah kalau begitu" ucap Lily malu


"Eh, mama ?" Ucap anak itu melihat ada seorang ibu dengan pakaian yang tampak kumuh dan kootor dan sedang risau


"Pita"ucap ibu itu sambil menangis


"Ibu" ucap anak itu sambil menangis


"Pita kemana saja dari tadi ibu car" ucap ibu itu


"Tadi pita tersesat lalu Pita dibantu oleh pangeran" ucap anak kecil itu


"Pangeran ?" Ucap ibu itu


"Iya pangeran di sana" ucap Pita menunjuk Aldi


"Hormat saya kepada yang mulia obelia" ucap ibu itu menunduk


"Sst,Pita jangan menunjuk nunjuk pangeran" ucap ibu itu


"Maaf pangeran"ucap Pita


"Tidak apa apa baiklah terimakasih penghormatannya" ucap Aldi


"Em,maaf tuan muda apakah tuan mau saya bawa berkeliling ?"ucap ibu itu


"Apakah boleh ?" Ucap Aldi


"Tentu saja pangeran,tampaknya anda membawa tuan putri Anisa dan putri Andini pangeran" ucap ibu itu


"Pangeran pangeran bolehkah saya memegang tangan anda ?" Ucap Pita


"Sst Pita jangan tidak sopan kepada pangeran" ucap ibu itu


"Ta-ta-tapi tadi pangeran memegang tangan Pita" ucap Pita


"Iya tapi itu.."ucap ibu itu


"Tidak masalah mari sini" ucap Aldi mengulurkan tangannya


"Wah, terimakasih pangeran" ucap Pita


"Sama sama" ucap Aldi


Andini yang masih berjalan di belakang Aldi dengan memegang lengan baju Aldi tampak tidak nyaman melihat Pita dan Aldi yang bergandengan di depan matanya


Ibu itu membawa mereka ke tempat tempat yang sangat indah dan ramai di kerajaan kucing


"Baiklah bagaimana kalau kita makan ?" Ucap Aldi


"A-a-apa makan ?" Ucap Pita


"Iya tentu saja karena ibu dan Pita sudah mengajak kami jalan jalan" ucap Aldi tersenyum


"Apakah boleh tuan muda ?" Ucap ibu itu


"Tentu saja kita akan makan disini" ucap Aldi menunjuk restoran yang mewah


"Ta-ta-tapi tuan muda pakaian kami kan" ucap ibu itu


"Baiklah kita akan pergi ke salon terlebih dahulu,untuk dan tokoh.baju juga" ucap Aldi


"Ta-Tapi tuan muda" ucap ibu itu


"Sudahlah saya adalah pangeran yang akan menjadi raja di masa depan saya adalah pelayan rakyat" ucap Aldi


"Baiklah mari kita pergi ke salon kerajaan ini" ucap Aldi


Aldi membawa mereka ke salon untuk membersihkan badan mereka,setelah ke salon Aldi membawa mereka ke tokoh baju


Mereka tampak bagus dengan baju dan mereka tampak sangat bersih setelah di salon


"Hey Zaky,Wendy kenapa kalian tidak menghentikan Aldi ?" Ucap Anisa di belakang berbisik


"Tuan putri kami dan tuan Aldi sudah sering ke kota dan ini merupakan tindakan yang biasa bagi tuan Aldi" ucap Wendy


"Benar tuan Aldi seperti ini kalau melihat ada orang yang tidak mampu, tetapi jarang tuan Aldi bertemu karena di kerajaan kita cukup makmur,tapi tuan Aldi selalu berkata kalau makmur hanya di atasnya saja sedangkan penduduk yang ada di bawah masih menderita kelaparan yah tuan Aldi sering berkata seperti itu " ucap Zaky


"Hhh, baiklah kalau itu meme.ang sudah kehendaknya" ucap Andisa


Hari menjelang sore,dan Mereka pergi ke restoran mewah tadi


"Wah p-p-pangeran, Hormat kami pada yang mulia de obelia dan jendral kasta" ucap penjaga toko yang tampak terkejut


"Terimakasih" ucap Aldi tersenyum


"Pangeran membawa putri Anisa dan putri Andini juga ?" Ucap penjaga toko


"Iya begitu lah saya mengajak adik dan kakak saya berkeliling" ucap Aldi


"Lalau siapa anak manis yang anda gandeng tuan muda ?" Ucap penjaga toko

__ADS_1


"Yah dia adalah Pit-"ucap Aldi


"Kami adalah rakyat jelata yang dibantu oleh pangeran" ucap ibu itu


"Wah jadi pangeran menolong rakyat lagi ya ?" Ucap penjaga toko


"Yah,begitu lah" ucap Aldi tersenyum


"Baiklah kami ingin pesan makanan yang terenak di sini bagaimana ?" Ucap Aldi


"Ba-baiklah akan kami bawakan makanan terbaik kami" ucap penjaga toko


"Baiklah" ucap Aldi


"Shilakan duduk tuan muda" ucap penjaga toko itu


"Terimakasih" ucap Aldi


"Pangeran bolehkah saya duduk di samping anda ?" Ucap Pita


"Pita itu sudah keterlaluan" ucap ibu Pita


"Ta-tapi" ucap Pita


"Tidak apa apa"ucap Aldi


"Em,Andini bisa duduk dengan kakak Anisa dulu ya ?" Ucap Aldi


"Heh,kenapa Andini mengalah kepada rakyat jelata itu ?" Ucap Andini


"Andini nanti kalau sudah kembali ke istana akan kakak turuti seluruh keinginannya sebagai gantinya ok ?" Ucap Aldi berbisik kepada Andini


"Wah benarkah ? Baiklah" ucap Andini


"Baiklah baiklah" ucap Aldi


Makanan sampai dan tampak Pita dan ibunya kesusahan memakan makanan itu


"Pita caranya begini lepaskan cangkangnya kalau makan" ucap Aldi mengupas makanan itu dan menyuapi Pita


"Wah terimakasih pangeran " ucap Pita


Tampak Andini sedih dan tampak tidak nyaman


Setelah makan makanan itu


"Terimakasih tuan muda tapi apakah boleh saya meminta 1 lagi makanan untuk dibawa pulang ?" Ucap ibu Pita


"Kurang ajar kalian, manfaatkan kenaikan tuan Aldi aku dari tadi bersabar tapi kalian malah lebih melunjak" ucap Wendy


"Ma-maaf tapi makanan ini untuk anak saya yang perempuan yang bekerja" ucap ibu Pita


"Wendy, siapa yang mengizinkanmu untuk berbicara" ucap Aldi menatap Wendy dengan tatapan dingin


"Ma-maaf tuan muda" ucap Wendy


"Inilah yang terjadi kalau mengganggu tuan Aldi membantu rakyat jelata" ucap Zaky


"Wah tuan muda keren sekali" ucap Lily


"Baiklah tentu saja saya akan memesankan makanan 3 lagi untuk ibu" ucap Aldi tersenyum


"Ja-jangan tuan muda" ucap ibu itu


"Sudahlah, permisi" ucap Aldi ke tempat pembayaran


"Saya pesan 3 bungkus lagi untuk dibawa pulang" ucap Aldi


"Baiklah tuan muda terimakasih sudah mampir" ucap penjaga toko


"Tidak masalah ini bayarannya" ucap Aldi memberikan 2 koin emas


"T-t-tunggu tuan muda 2 koin Emas mahal sekali"ucap penjaga toko itu


"Tidak apa apa" ucap Aldi tersenyum


"Saya memberikan pelayanan kepada anda gratis tuan muda anda tidak perlu membayar " ucap penjaga tokoh itu


"Tidak masalah,saya kan juga memakan disini sama seperti uang lain jadi saya juga harus membayar" ucap Aldi


"Anda jangan menghina daya karena tidak mengambil koin emas itu"ucap Aldi


"Baiklah, terimakasih tuan muda" ucap penjaga toko itu


"Ini Shilakan tuan muda" ucap penjaga toko itu memberikan 3 bungkus makanan itu


"Terimakasih"ucap Aldi


Mereka kemudian mengantarkan Pita dan ibunya ke rumah mereka yang berada di permukiman kumuh


"Tuan muda apakah tidak apa anda untuk berada di permukiman kumuh ini ?" Ucap Ibu Pita


"Tidak apa apa" ucap Aldi


Sampailah mereka pada rumah Pita dan ibunya


Tampak seorang wanita yang lumayan besar seperti Anisa yang berpakaian kumuh


"Wah kakak"ucap Pita


"Wah ibu dan Pita sudah kembali ?" Ucap perempuan itu


"Lalu, kami membawa orang yang sangat penting loh" ucap Pita


"Selamat sore" ucap Aldi tersenyum


"P-p-pangeran ?" Ucap perempuan itu


"Yah halo" ucap Aldi


"H-h-hormat saya kepada yang mulia de obelia" ucap perempuan itu


"Baiklah, terimakasih atas penghormatannya " ucap Aldi


"Apakah tuan muda ingin masuk dulu ?" Ucap perempuan itu


"Maaf sepertinya waktu tidak mengizinkan" ucap Aldi


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu" ucap Aldi


"Terimakasih pangeran" ucap ibu Pita


Mereka berjalan menuju tempat yang sepi untuk melakukan teleportasi kembali ke kerajaan


Tapi pada saat hendak melakukan teleportasi Andini yang ngambek dengan Aldi karena tidak terlalu di pedulikan saat jalan jalan tadi


Aldi mencari Andini dan tampak ada orang aneh yang sedang memegang pisau


"Andini !!" ucap Aldi berteriak

__ADS_1


Aldi dengan cepat berlari ke arah Andini dan Aldi tertusuk pisau karena melindungi Andini


__ADS_2