Kerajaan Kucing

Kerajaan Kucing
sekolah internasional kerajaan kucing 2


__ADS_3

Di kerajaan kucing


"Huff akhirnya sampai juga" ucap Aldi keluar dari kereta


"Bagaimana sekolahnya Aldi ?" Ucap Anisa


"Humm biasa saja " ucap Aldi


"Kakak kakak bagaimana sekolahnya apakah kakak mendapatkan bully-an lagi ?" Ucap Dinda dan Dini keluar dari dalam istana


"Biasa saja" ucap Aldi mengelus kepala Dinda dan Dini


"Zahra bagaimana sekolahnya ?" Ucap Anisa


" Humm tidak ada yang sepesial kok kak Anisa, biasa saja" ucap Zahra


"Hooh begitu ya ?" Ucap Anisa


"Kakak di sekolah populer sekali" ucap Andini


"Huh apakah benar ?" Ucap Anisa


"Apa Zahra tidak cemburu ?" Ucap Anisa


"Hum.. tidak kok" ucap Zahra melihat Aldi


"Humm tapi Aldi tidak tertarik kok" ucap Aldi


"Yasudah yasudah mari kita masuk" ucap Anisa


Mereka memasuki istana


Di dalam istana


"Bagaimana sekolahnya Aldi ?" Ucap Nina


"Huff ya sekolah masih biasa biasa saja ibu tapi Aldi tidak biasa dengan perilaku perilaku yang seperti itu lah Bu" ucap Aldi


"Yang bagaimana ?" Ucap Nina


"Kakak populer sekali loh Bu" ucap Andini


"Sst" ucap Aldi


"Aldii ?" Ucap Zahra


"Aldi sini ikut Zahra ke kamar" ucap Zahra


"Tuh kan adek sih " ucap Aldi


"Cepat Aldi " ucap Zahra


"Baiklah baiklah" ucap Aldi tampak pasrah


"Jangan begitu kan kakakmu Andini " ucap Nina


"Maaf ibu" ucap Nina


"Kakakmu sudah mempunyai tunangan, coba kamu bayangkan bagaimana perasaan tunangannya tunangannya" ucap Nina


"Maaf ibu Andini tidak akan melakukannya lagi" ucap Andini


"Yasudah kakak mari kita bermain di ruang tamu" ucap Dinda


"Sabar kakak mau ganti baju dulu ya" ucap Andini


Di kamar Aldi


"Aldi duduk" ucap Anisa


"Baiklah" ucap Aldi tanpa melawan


"Baiklah Anisa akan bertanya kepada Aldi" ucap Anisa


"Bagaimana hari ini sekolah Aldi ?" Ucap Anisa


"B-biasa saja " ucap Aldi


"Humm ?" Ucap zahra


"Baiklah baiklah memang banyak para rakyat yang dekat dengan Aldi" ucap Aldi


"Humm ?" Ucap Zahra


"Benar Zahra " ucap Aldi


"Tapi Aldi tidak ada rasa apapun dengan mereka" ucap Aldi


"Humm benarkah ?" Ucap Zahra


"Iya benar" ucap Aldi


"Bagaimana dengan rasa seorang raja dengan para rakyatnya ?" Ucap Zahra


"Humm kalau itu ya..." Ucap Aldi


"Bagaimana " ucap Zahra


"Kalau itu ya ..." Ucap Aldi


"Pff ..." Ucap Zahra tertawa sambil menutup mulutnya


"Apakah Zahra cemburu ?" Ucap Aldi


"Humm tentu saja tidak" ucap Zahra memalingkan wajahnya, sambil menuju ke balkon


"Baiklah baiklah kalau begitu" ucap Aldi sambil memeluk Zahra


"Maaf ya Aldi sudah membuat Zahra cemburu bagaimana kalau akhir pekan ini kita mengunjungi ibu" ucap Aldi


"Benarkah ?" Ucap Zahra


"Boleh" ucap Aldi


"Tapi akhir pekan kan tinggal 3 hari lagi" ucap Anisa


"Memangnya kenapa ?" Ucap Aldi


"Apakah Aldi tidak ada acara apapun ?" Ucap Zahra


"Sepertinya tidak" ucap Aldi


"Baiklah kalau begitu Zahra akan mengirim surat kepada ibu kalau Anisa akan berkunjung akhir pekan ini" ucap Anisa


"Baiklah" ucap Aldi


"Zahra tidak mandi ?" Ucap Aldi


"Humm memangnya sudah malam ?" Ucap Aldi


"Memangnya Zahra tidak lihat di balkon ?" Ucap Aldi


"Ehh" ucap Zahra


"Cepat mandi.... Atau mau Aldi temani ?" Ucap Aldi


"Ap-ap-apaan sih" ucap Zahra buru buru menuju kamar mandi


Zahra keluar kamar dan meninggalkan Aldi di kamar


"Huff" ucap Aldi mengangkat rambut nya


"Sepertinya aku harus mengosongkan jadwal untuk pergi ke kerajaan kelinci" ucap Aldi


Terdengar suara ketukan pintu


"Masuk" ucap Aldi


"Tuan muda saya disuruh yang mulia raja memanggil anda ke ruangannya " ucap pelayan


"Baiklah saya akan menuju ke ruangan yang mulia" ucap Aldi


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu yang mulia" ucap pelayan


"Baiklah terimakasih ya kakak pelayan" ucap Aldi


Aldi mulai berjalan mendekati balkon dan bersantai di balkon


Beberapa menit kemudian


"Aldi Zahra masuk ya ?" Ucap Zahra membuka pintu


"Aldi ?" Ucap Zahra mendekat ke Aldi yang ada di balkon


"Aldii ?" Ucap Zahra


"Hum, sudah selesai mandinya ?" Ucap Aldi


"Iya Aldi buruan mandi sana kita akan makan malam bersama" ucap Zahra


"Baiklah baiklah " ucap Aldi


"Zahra mau menulis surat dulu" ucap Zahra


"Zahra sudah tidak sabar bertemu dengan ibu, dan Zahra juga akan mengenalkan calon suami Zahra kepada ibu" ucap Zahra


"Baiklah baiklah Aldi mandi dulu" ucap Aldi


Aldi keluar kamar


"Eh iya kan ayah memanggilku untuk pergi ke ruangannya" ucap Aldi


"Yasudah pergi ke ruangan ayah ah" ucap Aldi


Aldi menuju keruangan Andi


Di ruangan Andi


Aldi mengetuk pintu


"Shilakan masuk" ucap Andi


"Ayah apakah ayah memanggil Aldi ?" Ucap Aldi membuka pintu


"Aldi baru datang ?" Ucap Andi


"Kenapa baju mu masih baju sekolah belum mandi ?" Ucap Andi


"Yah ayah yang memanggil Aldi sebenarnya Aldi mau ke kamar mandi" ucap Aldi


"Yasudah kalau begitu kita berbicara besok saja, cepat mandi dan kita akan makan malam bersama" ucap Andi


"Baiklah yang mulia kalau begitu saya permisi dulu" ucap Aldi


Aldi keluar dan menuju ke kamar mandi


"Sepertinya sifat Aldi mulai berubah ubah ya yang mulia " ucap seekor kucing putih yang keluar dari tubuh Andi


"Ya aku juga berpikir demikian" ucap Andi


"Tapi aku tidak merasakan hawa kucing Hitam dari tubuh Aldi " ucap kucing putih itu


"Sepertinya mereka sudah sangat menyatu" ucap kucing putih itu


"Yah kita lihat saja nanti" ucap Andi


Beberapa menit kemudian


Aldi yang sudah selesai mandi masih memakai pakaian yang agak terbuka di bagian perut tampak otot perutnya menuju kamarnya


"Zahra ambilkan baju Aldi " ucap Aldi


"Hum ?" Ucap Zahra


"Ap-ap-apa yang Aldi la-la-lakukan ?" Ucap Zahra


"Humm ?" Ucap Aldi


"Aldi mencari baju" ucap Aldi


"Bukan itu tapi ap-ap-apaan pakaian Aldi " ucap Zahra


"Yah namanya juga dari kamar mandi ya begini" ucap Aldi


"Yasudah cepat sini ambilkan baju Aldi" ucap Aldi


"Baiklah" ucap Zahra dengan wajah memerah


Aldi melihat di meja tampak pena dan kertas


"Sepertinya Zahra sudah selesai menulis surat ?" Ucap Aldi


"Iya kapan ya Zahra mengirim surat ini" ucap Zahra


"Yah kalau begitu besok saja kita suruh pengawal mengirimkan suratnya" ucap Aldi sambil Menganti baju


"Aldi" ucap Zahra


"Humm ?" Ucap Aldi menggenakan baju


"Tunggu Zahra keluar saja mengganti bajunya" ucap Zahra


"Baiklah baiklah" ucap Aldi


"Aldi sudah selesai" ucap Aldi


"Baiklah kalau begitu mari kita ke meja makan" ucap Zahra sambil membuka pintu


"Baiklah mari istriku" ucap Aldi menatap Zahra


"Huuf baiklah suami ku" ucap Zahra merona


Di meja makan


Keluarga Obelia makan dengan lahap dan di selanggi dengan beberapa pertanyaan dari Andi dan Nina


"Aldi besok setelah sekolah bagaimana kalau Aldi keruangan ayah" ucap Andi


"Baiklah ayahanda" ucap Aldi


Selesai makan

__ADS_1


Aldi dan Zahra kembali ke kamar mereka


"Zahra mau tidur ?" Ucap Aldi


"Iya memangnya Aldi mau kemana ?" Ucap Zahra


"Aldi mau berlatih sebentar Zahra kalau mau tidur tidurlah dulu" ucap Aldi


"Baiklah, tapi jangan lama lama ya" ucap Zahra


"Baiklah baiklah, selamat malam istriku" ucap Aldi mengelus kepala Zahra


Aldi pergi meninggalkan Zahra menuju ke tempat latihan di bawah tanah


Di tempat latihan


Aldi sudah mengayun pedang dan melakukan latihan seperti biasa


"Kenapa aku tidak memiliki roh kasta ?" Ucap Aldi


"Apakah suara yang waktu itu ku dengar adalah saudara roh kasta ?" Ucap Aldi


"Jika benar itu adalah roh kasta bagaimana mungkin roh kasta itu hilang ?" Ucap Aldi


"Huff sudahlah yang penting spirit kasta ku semangkin kuat dari hari ke hari, itu saja sudah cukup" ucap Aldi


"Baiklah hari ini cukup sampai disini saja latihan ku sepertinya sudah larut" ucap Aldi


Saat Aldi berjalan pulang Aldi merasakan hawa yang asing bukan seperti hawa kasta kucing Aldi bergegas pergi ke tempat yang dia yakini sebagai hawa itu


Panah menuju badan Aldi dengan sigap Aldi menangkapnya


"Siapa itu ?" Ucap Aldi


"Wah wah wah sepertinya julukan pangeran cacat hanya rumor ?" Ucap laki laki yang memakai jubah hitam umurnya kurang lebih dengan Aldi


"Pangeran cacat ?" Ucap Aldi


"Yah rumor itu memang belum menyebar tapi beberapa orang sudah tahu, bukannya kau tidak bisa mengeluarkan roh kasta ?" ucap orang misterius itu


"Siapa kau ?" Ucap Aldi


"Tidak penting siapa aku, cepat atau lambat kita pasti bertemu" ucap orang misterius itu


Orang misterius itu pergi meninggalkan Aldi dengan cepat


"Pangeran cacat ?, Memang sebutan yang cocok untuk ku" ucap Aldi menatap bulan


Angin malam berhembus seperti ingin menenangkan hati Aldi yang sedang kacau


"Huff ya sudahlah lebih baik aku lekas kembali ke kamar sepertinya Zahra sudah tidur" ucap Aldi


Di kamar Aldi


Aldi membuka pintu kamar dan melihat di tempat tidur


"Kemana Zahra ?" Ucap Aldi


Aldi masuk ke dalam dan melihat Zahra yang sedang ada di balkon


"Zahra ?" Ucap Aldi


"Kenapa Aldi lama sekali ?" Ucap Zahra


"Yah maaf maaf" ucap Aldi


"Zahra kenapa belum tidur ?" Ucap Aldi


"Sudah Aldi bilang Zahra tidur duluan saja" ucap Aldi


"Yah bagaimana lagi Zahra tadi khawatir Zahra merasakan hawa keberadaan yang aneh" ucap Zahra


"Hawa keberadaan yang aneh ?" Ucap Aldi


"Gawat apakah Zahra tahu bahwa tadi aku bertemu dengan orang misterius" ucap Aldi


"Iya jadi Zahra terbangun, sepertinya tidak ada apa apa" ucap Zahra


"Fyuh syukurlah kalau tidak ketahuan" ucap Aldi di dalam hati


"Yasudah tidur suratnya sudah Zahra tulis ?" Ucap Aldi


"Sudah kok " ucap Zahra


"Baiklah kalau begitu besok saat kita pergi sekolah kita akan mengantarkan surat itu" ucap Aldi


"Baiklah" ucap Zahra


Aldi dan Zahra tertidur pulas


Keesokan paginya


"Zahra cepat bangun mandi kita pergi sekolah" ucap Aldi yang sudah siap mengenakan pakaian sekolah


"Humm belum bangun ya ?" Ucap Aldi


"Kalau sudah begini ini kesempatan untuk melihat wajah tidur nya istriku " ucap Aldi


Aldi menatap Zahra dengan serius


Tidak lama kemudian datang seorang pelayan yang mengetuk pintu kamar mereka


"Tuan apakah anda sudah bangun ?" Ucap pelayan itu


"Huh ?" Ucap Aldi


" Iya kak saya sudah bangun" ucap Aldi


"Baiklah kalau begitu tuan muda saya permisi" ucap pelayan itu


"Siap" ucap Aldi


Aldi terus melihat Zahra


Sampai Zahra bangun dan melihat Aldi


"Apa yang Aldi lihat ?" Ucap Zahra


"Wajah tidur istri Aldi " ucap Aldi


"Huhh minggir Zahra ingin mandi" ucap Zahra dengan wajah tidur nya


"Baiklah baiklah cepat ya kita akan sarapan bersama loh " ucap Aldi


Aldi pergi ke balkon untuk melihat pemandangan pagi


"Huff" ucap Aldi menghela nafas


"Bagaimana ini penerus keluarga kucing ? Penerus apanya ? Pangeran keluarga kucing ? Pangeran apanya, aku hanya pangeran yang hidup dengan kekayaan yang tidak memiliki kekuatan roh kasta " ucap Aldi bergumam


"Bagaiman ini ?" Ucap Aldi


"Kalau rumor ini sampai ke kerajaan kerajaan bisa gawat pertahanan kerajaan kucing yang di sebut pertahanan dewa akan hancur" ucap Aldi.


Kerajaan kucing di kenal dengan sebutan kerajaan dewa karena kerajaan kucing selalu bisa bertahan dengan serangan kejutan,maupun perang antar kasta karena di kerajaan kucing memiliki roh kasta yang terkenal kuat


Aldi terus bergumam


"Aldi ?" Ucap Zahra


"Sudah" ucap Zahra yang masih menggunakan pakaian dari kamar mandi


"Yasudah pakai baju dulu Aldi menunggu di luar" ucap Aldi


Beberapa menit kemudian


"Aldi Zahra sudah selesai ganti baju" ucap Zahra


"Lama sekali" ucap Aldi


"Yah namanya juga perempuan lama lah" ucap Zahra


"Yasudah mari kita sarapan" ucap Aldi


"Baiklah" ucap Zahra


Di meja makan


"Ayah apa yang ingin ayah sampaikan kemarin ?" Ucap Aldi


"Nanti setelah pulang sekolah Aldi , nanti kita bicarakan" ucap Andi


"Baiklah" ucap Aldi


Setelah makan


"Mari kita berangkat dek " ucap Zahra


"UMM ?" Ucap Aldi


"Tunggu Zahra sebentar, Aldi akan menyusul Zahra sebentar " ucap Aldi


Aldi masuk ke istana dan ingin menjemput Zahra


Di kamar Aldi dan Zahra


"Zahra ?" Ucap Aldi


"Bagaimana ?" Ucap Aldi


"UMM Aldi ?" Ucap Zahra


"Sudah selesai surat nya ?" Ucap Aldi


"Sudah siap di kirim" ucap Zahra menunjukkan suratnya


"Baiklah mari kita berangkat" ucap Aldi


"Baiklah" ucap Zahra


Di depan istana


"Cepat" ucap Andini


"Sampai jumpa lagi kakak" ucap Dinda dan Dini


Kereta mereka pun berjalan menuju sekolah internasional kerajaan kucing


Di tengah perjalanan


"Paman bisa kita berhenti di kantor pengiriman pusat kerajaan kucing ?" Ucap Aldi


"Baiklah tuan muda " ucap pembawa kereta itu


"Kenapa kita berhenti di tempat pengiriman surat ?" Ucap Anisa


"Yah, Zahra menulis surat untuk ibu yang ada di kerajaan kelinci untuk pergi ke sana" ucap Aldi


"Kerajaan kelinci ?" Ucap Anisa


"Ya" ucap Aldi


"Boleh Andini pergi ke sana juga ?" Ucap Andini


"Sst" ucap Anisa


"Biarkan kakakmu ingin pergi ke rumah mertuanya" ucap Anisa


"Baiklah" ucap Andini


"Nanti kapan kapan saja ya " ucap Aldi


"Tidak apa apa kok" ucap Anisa


"Tidak jadi lah kak Zahra, Andini nanti pergi kapan kapan saja" ucap Andini


"Baiklah" ucap Zahra tersenyum


"Wah senyum kakak cantik sekali" ucap Andini


"Hihihi terimakasih" ucap Andini sambil menutup mulutnya tersenyum


"Wah mata kakak juga seperti permata yang berwarna biru" ucap Andini


"Benarkah ?" Ucap Zahra


"Iya" ucap Andini kagum


"Makanya kakakmu ini menjadikannya istri Andini" ucap Aldi memeluk Zahra


"Aldi kita di lihat dek Andini dan kak Anisa loh" ucap Zahra melepaskan pelukan Aldi


"Humm ?" Ucap Aldi melihat Andini dan Anisa


"Kami tidak melihat apa apa " ucap Anisa, dan Andini memalingkan pandangan


"Tuh kan" ucap Zahra


"Tuan Aldi sepertinya kita sudah sampai di kantor pengiriman surat kerajaan kucing" ucap pembawa kereta itu


"Tapi sepertinya kita tidak bisa masuk ke dalam, tempat ini juga di dalam karena bisa repot kalau ada beberapa warga sipil yang tahu atau melihat adanya kereta bangsawan di sini" ucap pembawa kereta itu


"Baiklah Aldi dan Zahra turun dulu sebentar kakak dan Andini diam di kereta saja ya" ucap Aldi


"Tuan muda apakah perlu saya temani anda ?" Ucap Aldi


"Tidak perlu paman, paman jaga saja kakak dan Andini di kereta" ucap Aldi


Aldi dan Zahra pergi ke tempat pengiriman barang wajah mereka tidak terlalu di kenali banyak orang karena mereka menggunakan pakaian sekolah, murid sekolah internasional kerajaan kucing sudah biasa di lihat dan menjadi hal yang biasa di kerajaan kucing tapi di kerajaan lain atau di luar kerajaan kucing pakaian dan kehadiran siswa kerajaan kucing pasti akan membawa kehebohan karena murid dari sekolah kerajaan kucing merupakan murid yang pintar dan memiliki kekuatan sihir yang sangat hebat


"Zahra yang akan memberikan suratnya ke dalam ya Aldi " ucap Zahra masuk ke dalam


"Baiklah Aldi akan menunggu di sini" ucap Aldi


Tiba tiba panah menuju tubuh Aldi dengan cepat Aldi menangkapnya dan mematahkannya


Aldi melihat dan mencari dimana tempat panah itu di lepaskan tetapi Aldi tidak melihat adanya jejak


"Aldi ayo kita kembali ke kereta" ucap Zahra


"Baiklah ayo" ucap Aldi

__ADS_1


"Kenapa wajah Aldi begitu ?" Ucap Zahra


"Tidak ada apa apa" ucap Aldi


"Baiklah ayo" ucap Zahra


"Baiklah" ucap Aldi dengan sangat waspada Aldi melihat di langit langit untuk mengantisipasi adanya anak panah yang akan mengenai Zahra


Tampak lagi anak panah yang melesat ingin mengenai Zahra dengan sigap Aldi melempar pisau kepada panah itu dan panah itu terbelah dua


"Hum ?" Ucap Zahra melihat ke Aldi


"Ada apa ?" Ucap Aldi tersenyum


"Tidak ada apa apa" ucap Zahra merona


"Sialan siapa yang berani menyentuh Zahra pasti akan aku balas" ucap Aldi di salah hati


"Baiklah Zahra ayo kita cepat ke kereta" ucap Aldi menarik tangan Zahra dan berlari


"Untuk saat ini yang paling aman adalah di kereta" ucap Aldi di dalam hati


Kereta kerajaan kucing merupakan kereta dengan tahan yang kuat tahan panah dan pedang


"Aldi kenapa tiba tiba ?" Ucap Zahra


"Sepertinya Zahra tidak bisa merasakan hawa keberadaan nya" ucap Aldi


"Sial aku harus cepat" ucap Aldi


"Hampir sampai" ucap Aldi


Pengawal yang ada di belakang kereta mereka dengan sigap berlari dengan membawa perisai berlari ke belakang Aldi


"Bagus, sepertinya pengawal ku sigap" ucap Aldi


"Baiklah sudah aman" ucap Aldi


Aldi membuka pintu kereta


"Huff akhirnya aman" ucap Aldi


"Memangnya kenapa ?" Ucap Anisa dan Andini


"Tidak tadi ada ibu ibu yang mengetahui Aldi dan berteriak mengatakan


"bukankah anda pengeran" " ucap Aldi


"Huh begitu " ucap Anisa dan Andini


"Baiklah kalau begitu mari kita pergi ke sekolah" ucap Aldi


"Baiklah tuan muda "ucap para pengawal Aldi


Pengawal Aldi masuk ke kereta untuk pengawal di belakang kereta Aldi


Kereta mereka berjalan menuju ke sekolah internasional kerajaan kucing


Di sekolah


Di kelas Aldi guru sedang menjelaskan pelajaran


"Pangeran apakah anda kurang tidur ?" Ucap anak yang duduk di sebelah Aldi


"Memangnya tampak ?" Ucap Aldi


"Memang tidak tampak dari mata tetapi tampak dari pundak anda yang tampak kaku" ucap murid itu


"Humm ?" Ucap Aldi memegang pundaknya


"Maaf kalau saya tidak sopan yang mulia" ucap murid itu


"Tidak apa apa" ucap Aldi


"Siapa nama anda " ucap Aldi


"Perkanalkan yang mulia saya yang hina ini bernama Rifky" ucap seorang laki laki berambut putih yang duduk di samping Aldi


"Baiklah Rifky salam kenal" ucap Aldi menyodorkan tangan nya


"Yang mulia ?" Ucap Rifky


"Humm ?" Ucap Aldi


"Memangnya saya boleh menyentuh tangan anda ?" Ucap Rifky


"Tentu saja memangnya kenapa ?" Ucap Aldi


"Bolehkah saya yang hina ini menyentuh tangan anda ?" Ucap Rifky


Aldi tersenyum


"Pff, memangnya kenapa ?" Ucap Aldi


"Tidak tetapi saya ini kan rakyat jelata" ucap Rifky


"Memangnya kenapa ? Saya tidak pernah bangsawan atau rakyat jelata yang penting anda adalah makhluk hidup " Ucap Aldi


"Baiklah tuan muda merupakan kebanggaan bagi saya untuk menyentuh tangan anda " ucap Rifky menyentuh tangan Aldi


"Rifky maju ke depan jelaskan" ucap guru di depan


"Mampus pelajaran guru killer " dengan nada pelan ucap murid


"Humm karena aku sudah menyentuh tangan yang mulia aku pasti tidak akan mengecewakan tuan muda" ucap Rifky dalam hati


Rifky maju ke depan dan mulai menulis di papan tulis


"Apakah begini pak guru ?" Ucap Rifky


"Humm ?, SALAH SEMUA " Uap guru itu


"Kamu ini sudah tidak tahu masih mau bicara ?" Ucap guru itu


"Baiklah siapa yang ingin maju ke depan menyelesaikan ini ?" Ucap guru itu


Aldi maju ke depan dan menyelesaikannya dengan cara nya sendiri


"Dari mana kau mendapatkan rumus seperti ini ?" Ucap guru itu


Para murid terkejut dengan guru itu


"Sialan beraninya dia menyebut tuan Aldi dengan sebutan yang tidak sopan" ucap salah satu murid dengan nada pelan


"Iya beraninya dia padahal tuan Aldi merupakan pangeran yang melindungi rakyat jelata seperti kita" ucap salah satu murid


"Maaf pak guru saya melihat ini di buku kakak saya apakah rumus seperti ini salah ?" Ucap Aldi


"Rumusnya saya tidak tahu tetapi hasilnya benar " ucap guru itu


"Kau belajar dengan saya, dan gurumu itu saya, bagaimana kau bisa menggunakan rumus seperti ini ?" Ucap guru itu


"Maaf pak guru " ucap Aldi


"Makanya kalau BODOH itu jangan banyak bicara" ucap guru itu


"Baiklah duduk di tempat kalian masing masing" ucap guru itu


Aldi dan Rifky duduk di tempatnya


"Maaf yang mulia karena salah saya anda juga terkena imbasnya


"Tidak apa Jangan di pikirkan" ucap Aldi


Aldi dan Rifky duduk di bangku mendengar guru sampai istirahat


Terdengar suara bel istirahat berbunyi


"Baiklah anak anak kita selesaikan pembelajaran hari ini


Para murid lekas mendatangi Aldi


"Yang mulia jangan di ambil hati guru itu tampaknya belum tahu siapa anda" ucap salah satu murid


"Iya nama pak guru itu siapa ya ?" Ucap Aldi


"Nama pak guru itu adalah pak Gani" ucap beberapa murid


"Kenapa pada saat saya mengurus pindahan sekolah di sini saya tidak melihat pak Gani ya ?" Ucap Aldi


"Pak Gani di sekolah ini merupakan guru yang akan datang menggantikan. Guru yang tidak masuk di sekolah" ucap beberapa murid


"Ooh baiklah kalau begitu, saya permisi dulu " ucap Aldi


"Huff maaf sekali lagi yang mulia" ucap Rifky


"Sudahlah jangan di pikirkan" ucap Aldi sambil meninggalkan Rifky


Di kelas Zahra


"Zahra ?" Ucap Aldi


"Hum Aldi ?' ucap Zahra lekas menutup bukunya


"Tuan Aldi romantis sekali " ucap beberapa murid


Aldi membalasnya dengan senyuman


"Baiklah mari kita ke kantin putri ku" ucap Aldi berlari memegang tangan Zahra menuju ke kantin


"Wah tampaknya di sini penuh sekali padahal Aldi lapar sekali " ucap Aldi


"Mau bagaimana lagi mari kita antri" ucap Zahra


"Baiklah baiklah" ucap Aldi


"Itu pangeran Aldi cepat menyingkir" ucap salah satu murid dengan nada pelan


Para murid menepi membuat jalan di tengah tengah mereka


"hormat kami kepada yang mulia obelia" ucap seluruh murid


"Heh ?" Ucap Zahra


"Hum ?" Ucap Aldi


"Yang mulia kami sebagai kasta rendah menyarankan anda untuk memesan makanan terlebih dahulu" ucap salah satu murid


"Humm ? Baiklah kalau begitu terimakasih" ucap Aldi


Aldi dan Zahra memesan makanan dan memakannya di tempat makan


"Huff tadi Aldi di marahi oleh guru" ucap Aldi


"Hum ? Memangnya Aldi ada salah apa ?" Ucap Aldi


"Yah biasa Aldi mengerjakan tugas dan mengerjakannya dengan rumus kak Anisa" ucap Aldi


"Hihihi" ucap Zahra tertawa menutup mulutnya


"Huff" ucap Aldi


Aldi dan Zahra selasai makan setelah makan Aldi dan Zahra memesan minuman dan minum


Terdengar bel masuk


"Zahra sudah masuk ayo kita ke kelas" ucap Aldi


"Ayo" ucap Zahra


Di depan kelas mereka


"Sampai jumpa nanti pulang ya Zahra " ucap Aldi


"Yah sampai jumpa " ucap Zahra


Kelas terus berlalu dan sampai pada bel pulang Aldi Zahra dan Andini menunggu Anisa pulang


"Huff kita menunggu di mana ini ?" Ucap Andini


"Yah di mana saja lah" ucap Aldi


"Bagaimana kalau di bawah pohon itu ?" Ucap Zahra


"Bagus itu" ucap Aldi


Mereka bersandar di pohon yang rindang itu pemandangan sangat bagus di sekolah itu pohon yang rindang rumput yang sangat terawat adanya air mancur


Zahra dan Andini sedang mengobrol


"Zahra " ucap Aldi


"Ada apa Aldi ?" Ucap Zahra


"Boleh Aldi numpang tidur di pangkuan Zahra ?" Ucap Aldi


"Boleh ayo sini berbaring" ucap Zahra


"Aldi kurang tidur semalam" ucap Aldi sambil membuang kan kepala di pangkuan Zahra


"Hum yasudah tidur lah" ucap Zahra mengelus kepala Aldi


Aldi tertidur lelap di pangkuan Zahra sambil menunggu Anisa pulang pada sore hari


Sore harinya


"Aldi kak Zahra sudah pulang ayo kita pulang " ucap Zahra membangun kan Aldi dengan lembut


"Zahra ?" Ucap Aldi


"Zahra tidak bergerak dari tadi ?" Uucap Aldi


"UMM bergerak kok tadi cuman Aldi aja yang tidak terasa" ucap Zahra


"Bohong kak Zahra dari tadi sama sekali tidak bergerak loh" ucap Andini


"Apa " ucap Aldi


"Iya kak Zahra tidak bergerak sama sekali karena melihat kak Andi tertidur pulas" ucap Andini


"Kenapa Zahra tidak bergerak ?" Ucap Aldi

__ADS_1


"Yasudah yasudah mari kita pulang" ucap Anisa


Mereka memasuki kereta kerajaan dan kembali pulang ke kerajaan


__ADS_2