Kerajaan Kucing

Kerajaan Kucing
Kehidupan sekolah rakyat jelata


__ADS_3

Pagi hari itu terlihat sangat cerah di depan istana tampak taman yang indah


pintu terbuka


"wah kakak sudah siap" ucap Andini


"iya kan hari pertama masuk sekolah" ucap Andi


"kakak yakin tidak mau sekolah di sekolah internasional kerajaan kucing ?" ucap Andini


"hmmmm" ucap Andi


"kenapa sih kakak terobsesi dengan kasta lain ?" ucap Andini


"bukan begitu dek kakak ini calon penerus raja kerajaan kucing makanya kakak ingin merasakan apa yang di rasakan rakyat biasa "


ucap Andi


"baiklah baiklah lalu bagaimana dengan perempuan itu ?" ucap Andini


"sepertinya dia baik baik saja kita kirim kembali saja ke kerajaannya" ucap Andi


"lalu siapa yang akan mengirimnya" ucap Andini


"yah kakak saja yang mengirimnya sekalian kakak juga mau ke sekolah" ucap Andi


"yasudah lah kalau begitu"ucap Andini


"ayo kita sarapan dek" ucap Andi sambil mengelus kepala adiknya


"hmmm ayo" ucap Andini malu malu


Aldi memang dikenal sangat penyayang kepada siapapun dia biasa pergi jalan jalan di kota dan penduduk pun sudah mengenal dan menyebutnya pangeran yang baik dan Aldi pun terkenal di mata masyarakat


mereka berdua berjalan menuju keluar kamar


DI MEJA MAKAN


"dek mau bagaimana mau melanjutkan sekolah di sekolah antar kasta ?" ucap Nina


"tentu saja ibunda Aldi akan tetap pada pendirian Aldi " ucap Aldi


"tapi kakak janji ya akan kembali ke kerajaan dan tidak asrama" ucap Dinda


"iya awas saja kalau tidak kembali" ucap Dini


"iya iya" ucap Andi


"tapi kak kan kakak ingin menyamar menjadi rakyat biasa tapi bukannya mata dan rambut kakak itu menjadi masalah" ucap Andini


bangsawan kasta kucing memiliki ciri khas yaitu berambut putih dan bermata silver


"hmmm kalau ini bagaimana ya hmmm" ucap Aldi


"apaa kakak belum memikirkannya" ucap Andini marah


"yah nanti kakak pikirkan pas di jalan saja" ucap Aldi


"sudahlah dek kita makan dulu" ucap Anisa


setelah makan Aldi bersiap siap sekolah


Aldi pergi dengan putri kerajaan kelinci, yang ditolongnya sedangkan Andini pergi bersama Anisa karena mereka bersekolah di sekolah internasional kerajaan kucing


"paman kita akan pergi ke kerajaan kelinci dulu ya" ucap Andi


"baiklah tuan muda" ucap pengemudi kereta kuda tersebut


"emm maaf pangeran sepertinya saya sudah merepotkan Anda" ucap putri tersebut


"emm tidak apa apa tuan putri kebetulan sekolah saya dan kerajaan kelinci satu arah ini tidak merepotkan" ucap Aldi dengan tersenyum


"apakah pangeran bersekolah di sekolah antar kasta" ucap putri tersebut


"emm iya saya memang berencana sekolah di sana dan ini hari pertama saya masuk sekolah" ucap Aldi


"kenapa anda tidak memilih sekolah internasional kerajaan kucing pangeran, itu merupakan sekolah favorit sayangnya sekolah itu hanya menerima kasta kucing itu termasuk sekolah paling elit"


ucap putri tersebut


"yah saya ingin mengenal rakyat biasa saya ini akan menjadi penerus kerajaan kucing jadi saya ingin merasakan apa yang rakyat rasakan" ucap Andi


"eh tuan putri bersekolah di mana ya dan berapa umur tuan putri sekarang umur saya 7 tahun"ucap Andi


"kita seumuran pangeran" ucap putri tersebut


"apa" ucap Andi terkejut


"jadi anda memilih sekolah di mana tuan putri ?" ucap Andi


"emm kalau soal itu saya masih belum memikirkannya tuan" ucap putri tersebut


"yah bukannya ada sekolah terkenal di kerajaan kelinci" ucap Andi


"eh iya tuan putri siapkan nama anda ?" ucap Andi


"nama saya adalah Zahra de Charlotte" ucap putri tersebut


" ehhh Charlotte berarti anda adalah anak dari sang raja kelinci ?" ucap Aldi


"iya pangeran saya adalah anak ke 3 dari raja kelinci" ucap Zahra


"saya kira anda itu bangsawan biasa


(kerabat raja) ternyata anda adalah anak dari raja ya" ucap Andi


"santai saja pangeran" ucap Zahra


"dan putri Zahra akan bersekolah di mana ?" ucap Aldi


"hmm itu mungkin saya akan bersekolah di sekolah antar kasta" ucap Zahra


"ehh benarkah" ucap andi


"iya pangeran saya berencana masuk sekolah di sana" ucap Zahra


"hemmm kebetulan ya" ucap Aldi


"tapi yang menjadi masalah adalah.." ucap Andi


"apa yang menjadi masalahnya pangeran ?" ucap Zahra


"saya ingin menyamar menjadi rakyat biasa di sekolah antar kasta sedangkan saya memiliki ciri khas bangsawan kucing" ucap Aldi


"yahh itu memang tantangan yang besar ya pangeran" ucap Zahra tersenyum kecil dan menutup dengan mulut dengan tangannya


"tuan Aldi sepertinya kita sudah sampai di kerajaan kelinci" ucap pengemudi kereta tersebut


kereta mereka menuju masuk ke dalam lingkungan istana


di depan gerbang


"berhenti tunjukan identitas kalian" ucap pengawal gerbang tersebut


"ehhh putri Zahra anda dari mana saja yang mulia mengerahkan seluruh pasukan kelinci merah untuk mencari anda" ucap pengawal gerbang


"cerita nya panjang boleh biarkan kami masuk ?" ucap Zahra


"eh siapa it- ehh bukannya itu adalah pangeran kasta kucing !! Hormat kami kepada pangeran obelia" ucap penjaga gerbang tersebut


"sudahlah saya kesini bukan untuk urusan kerajaan tidak perlu bersikap formal begitu" ucap Aldi


"baiklah silakan masuk" ucap penjaga gerbang tersebut


"pangeran anda sangat di hormati ya" ucap Zahra


"yah itu karena kami kasta kucing terdiri dari kucing kecil dan kucing besar hal ini terjadi karena ayah berhasil menyatukan semua kasta kucing" ucap Aldi


"wahh hebat sekali yang mulia raja Andi" ucap Zahra


"yah begitulah" ucap Aldi


**KERETA MEREKA BERHENTI TEPAT DI DEPAN ISTANA


**"ayahanda Zahra pulang" ucap Zahra


"anakku dari mana saja kau" ucap raja tersebut

__ADS_1


"siapa dia nak" ucap raja tersebut


"dia adalah orang yang menyelamatkan Zahra ayah ceritanya panjang nanti saja Zahra ceritakan" ucap Zahra


"eh tunggu dulu wajahnya tidak asing,


apakah kita pernah bertemu anak muda" ucap nya


"mungkin yang anda maksud adalah ayah saya yang mulia Andi de obelia " ucap Aldi


"hormat kepada yang mulia obelia" ucap raja tersebut dengan memberikan hormat


"tidak apa apa yang mulia saya di sini bukan untuk kepentingan kerajaan"ucap Andi


"baiklah silakan masuk tuan muda Aldi" ucap raja tersebut


"baiklah saya akan masuk sebentar paman tolong jaga kereta ya" ucap Aldi


"baiklah tuan muda " ucap pengawal tersebut


Aldi masuk ke dalam istana bersama Zahra dan raja kerajaan kelinci


DI DALAM ISTANA


"maaf sepertinya istana ini sangat tidak cocok dengan diri anda tuan muda, ini hanya istana yang sederhana tidak seperti istana kerajaan anda yang megah" ucap raja tersebut


"tidak kerajaan saya tidak semegah itu" ucap Aldi


"maaf saya terlambat memperkenalkan diri nama saya adalah Arslan de Charlotte raja dari kerajaan kelinci" ucap raja tersebut


"yah saya adalah Aldi de obelia anak dari raja kerajaan kucing Andi de obelia" ucap Andi


SETELAH BEBERAPA LAMA MEREKA BERBICARA, KEMUDIAN


"Baiklah yang mulia Arslan saya pamit undur diri" ucap Aldi memberi hormat


"baiklah tuan muda biarkan saya mengantar anda sampai ke depan" ucap Arslan


Aldi dan Arslan menuju ke luar istana


"baiklah paman saatnya kita pergi" ucap Andi


"baiklah yang mulia" ucap pengemudi kereta kuda tersebut


"baiklah tuan muda sampai bertemu lagi" ucap Arslan memberi hormat


"tidak perlu memberi hormat yang mulia Arslan seharusnya saya yang memberi hormat kepada orang yang lebih tua" ucap Aldi


"anda begitu rendah diri tuan muda" ucap Arslan


"baiklah saatnya kita pergi" ucap Aldi


Aldi memasuki kereta dan menuju sekolah antar kasta


"hmmm bagaimana ini dengan melihatku saja orang orang pasti akan tahu kalau aku adalah bangsawan kerajaan kucing" Aldi bergumam


"*apa kau memerlukan bantuan ku bocah *?"


"suara itu lagi" ucap Aldi di dalam hati


"ya tapi apakah kau bisa membantuku" ucap Aldi meremehkan


"jadi kau meremehkan ku bocah kurang ajar"


"baiklah baiklah bisakah kau membuat rambut ku menjadi warna hitam ?" ucap Aldi


"*cih masalah segampang itu saja kau memerlukan bantuan ku"


*"yah mau bagaimana lagi aku tidak bisa melakukannya" ucap Aldi


"baiklah tutup mata mu"


"emmm Baiklah" ucap Aldi sambil menutup mata


"uggh apa ini panas dan pengap" ucap Aldi


"baiklah sekarang buka matamu"


"wahh rambutku jadi hitam bagaimana kau melakukannya" ucap Aldi


"tentu saja aku kan hebat"


"tidak jika kau ingin membuat rambutmu menjadi putih panggil saja aku"


"hmmm baiklah"ucap Aldi


"tuan muda sepertinya kita sudah sampai" ucap pengemudi kereta kuda


"eh tuan mud-"


"sttt diam mulai dari sini kita tidak saling kenal ok, paman boleh pulang atau menetap di mana saja tapi jangan jemput Aldi di depan gerbang sekolah Aldi tidak ingin ini terungkap" ucap Aldi langsung menutup mulut pengemudi kereta


"tapi bagaimana caranya tuan muda merubah warna rambut anda ?" ucap pengemudi kereta tersebut


"ini rahasia" ucap Aldi


"baiklah kalau begitu Aldi pergi dulu ya paman terimakasih atas tumpang nya" ucap Aldi


SETELAH MEMASUKI SEKOLAH


"wah ramai sekali ya sekolah antar kasta memang hebat" ucap Aldi


"baiklah aku akan melihat pembagian kelas dulu" ucap Aldi di dalam hati


"hmm kelas... 1-8 ya" ucap Aldi


tanpa sadar Aldi menyenggol seseorang dengan siku nya


"ehh maaf saya tidak sengaja" ucap Aldi meminta maaf


"kurang ajar kau beraninya kau menyenggol tuan muda" ucap seorang pengawalnya


"apa kau maminta maaf kepadaku rakyat jelata ?" ucap pemuda tersebut


"dengar aku ini bangsawan kasta tersentuh oleh tangan kotor mu itu sungguh membuatku jijik" ucap pemuda tersebut


"bagaimana kalau kau duel dengan ku kalau aku Menag kau akan dikeluarkan dari sekolah ini dan jika aku kalah aku akan memaafkan mu" ucap pemuda itu


"haa saya sudah meminta maaf tetapi kau tidak mau memaafkan, saya tidak ingin memperbesar masalah ini jika kau tidak mau memaafkan saya saya bersedia melakukan apapun yang kau mau asalkan saya tidak mau adanya pertarungan yang tidak,berguna ini"


ucap Aldi


"huff bagus sekali kata katamu rakyat jelata bagaimana kalau kau ku bunuh saja di depan para siswa ini" ucap pemuda tersebut


"HENTIKAN kau siapa namamu " sambil menunjuk ke Aldi


"nama saya adalah Aldi" ucap Aldi


"dan kau siapa namamu pemuda sombong"


"namaku adalah Sinbad de Adrey seorang bangsawan kasta tikus" ucap pemuda sombong tersebut


"perkenalkan nama saya adalah August de volla bangsawan kasta merpati" ucap August


"apakah kau ingin memperbesar masalah ini tuan Sinbad de Adrey ?" ucap August


"cih kalau aku menyerang bangsawan lain aku pasti akan di tuntut balik dan aku pasti yang akan di salahkan" ucap Sinbad bergumam dalam hati


"baiklah kau beruntung kali ini rakyat jelata" ucap Sinbad


Sinbad pun pergi meninggalkan mereka


"bagaimana keadaanmu anak muda ? apa kau baik baik saja ?" ucap August


"yah terimakasih yang mulia August saya sangat berterima kasih kepada anda"


ucap Aldi


"tidak perlu berterima kasih dan jangan panggil yang mulia kepada saya, karena derajat kita sama sebagai siswa di sekolah ini panggil saja saya August di sekolah ini " ucap August


"baiklah nama mu Aldi kan, sepertinya aku pernah mendengar nama itu di suatu tempat dan aku sepertinya tidak asing dengan nama itu" ucap August


"ee benarkah saya adalah rakyat biasa kerajaan kucing"ucap Aldi


"baiklah kau kelas berapa Aldi ?" ucap August


"emm saya kelas 1-8" ucap Aldi

__ADS_1


"wah kebetulan sekali saya juga berada di kelas yang sama dengan anda" ucap August


"baiklah mari kita menjadi teman yang akrab ya Aldi " ucap August


"ya mohon bantuannya August"ucap Aldi


"mari kita masuk ke kelas meletakan tas kita setelah itu kita harus menghadiri upacara penerimaan siswa baru di sekolah ini" ucap August


"baiklah" ucap Aldi


SETELAH MELETAKAN TAS DAN MEREKA MENUJU LAPANGAN UNTUK UPACARA PENERIMAAN SISWA BARU


"baiklah anak anak nama saya adalah Vandesia de mista bapak adalah kepala sekolah di sekolah antar kasta ini dan bapak adalah bangsawan kasta bangau,walaupun ini sekolah antar kasta bapak tidak ingin adanya perbedaan antara yang bangsawan dengan rakyat biasa bapak membuat sekolah ini agar sistem antar kasta hilang dari dunia ini"


ucap pak Vandesia


setelah kepala sekolah selesai dengan pidato dan upacara murid baru selesai anak anak kembali ke kelas nya masing masing


"Aldi kau masih mengingat kejadian pagi tadi ?"ucap August


"hmmm yah begitulah" ucap Aldi khawatir


"santai saja tidak usah terlalu di pikirkan Sinbad hanya ingin menakut nakuti anak anak Laing dengan wewenang bangsawan dan dia ingin anak anak lain takut kepadanya,makanya dia melakukan hal itu di hari pertama masuk sekolah" ucap August


"hmm tapi kenapa kau melindungi ku August bukannya kau bangsawan kenapa kau melindungi rakyat jelata" ucap Aldi


"aku ingat ada seseorang yang berkata kepadaku dulu aku dulunya adalah seorang yang sama seperti Sinbad, tetapi saya bertemu dengan seseorang yang umurnya tidak terlalu jauh dengan saya yah mungkin sebaya yang mengingatkan saya tentang betapa pentingnya menghargai yah walau pun kejadian ini beberapa tahun yang lalu sih" ucap August


 


**DI KELAS**


 


Keramaian di kelas senyap setelah guru datang ke kelas.


"baiklah anak anak perkenalkan nama bapak adalah Mista de antasia bapak bangsawan kerajaan kambing bapak adalah wali kelas kalian" ucap pak Mista


"silakan perkanalkan diri kalian dan maju ke depan"


tiba saat August memperkenalkan diri


"nama saya adalah August de volla" ucap August sambil memberi hormat


setelah murid murid lain memperkenalkan diri kemudian Aldi maju memperkenalkan diri


"nama saya Aldi " ucap Aldi sambil memberi hormat


"pff dari nama saja sudah tahu kalau dia adalah rakyat jelata"


"iya rakyat jelata"


"dihapus dari daftar teman nih"


"kenapa kelas kita ada rakyat jelata sih ?"


teman teman kelas Aldi bergumam


"dan saya adalah rakyat jelata" ucap Aldi


"baiklah Aldi silakan duduk" ucap pak Mista sambil menepuk pundak Aldi


"baik pak" ucap Andi


"baiklah anak anak walaupun di sini banyak anak yang memiliki status sosial yang tinggi atau bangsawan bapak tidak ingin adanya hukum kasta atau pembudakan di sini ya"


ucap pak Mista


"baiklah anak anak hari ini kalian tidak terlalu ditekankan untuk belajar" ucap pak Mista


TRINGGG


Bel berbunyi


"baiklah sekian dulu untuk pertemuan kita kali ini bapak permisi dulu"ucap pak Mista


"baiklah pak" ucap semua murid


"eh namamu siapa tadi ?" ucap perempuan menanyai August


"eh nama saya August de volla" ucap August


"ehh de volla yang benar saja itu bukannya nama raja kerajaan merpati ?" ucap perempuan tersebut


"iya saya adalah anak dari raja merpati" ucap August


Kelas menjadi heboh dan murid murid lain mendatangi August


"emm permisi apakah Aldi ada di sini ?" ucap perempuan yang sangat cantik berambut biru, dengan rambut panjang sampai pinggul, bermata biru, dan berkuping kelinci


"bukannya dia adalah putri Zahra de Charlotte" ucap salah satu murid


"eh ada apa mencari saya putri" ucap Aldi


"pang-" ucap Zahra


"sst diam kalau tuan putri bicara semua nya akan terbongkar" ucap Aldi


"baiklah kalau begitu mari kita bicara di atas atap agar tidak didengar oleh murid lain" ucap Zahra


"baiklah Putri" ucap Aldi


"ada urusan apa putri dengan rakyat jelata seperti Aldi ya ?" ucap salah satu murid


"yah mungkin saja dia pernah ada hutang dengan kerajaan kelinci" ucap salah satu murid


"yah bagaimana kalau mereka saling kenal" ucap salah satu murid


"yah mereka tampak akrab sekali sih" ucap salah satu murid


"ada urusan apa Aldi dengan Zahra ya ?" ucap August


DI ATAP SEKOLAH


"tuan Aldi de obelia apa maksudnya ini ?" ucap Zahra


"yah bukannya saya sudah bilang kalau saya akan melihat bagaimana sekolah antar kasta dari sudut pandang yang berbeda" ucap Aldi


"tapi tuan bagaiman Anada mengubah warna rambut anda" ucap Zahra


"hmm ini" ucap Aldi tidak yakin menjawab


"bocah sebaiknya kau tidak memberitahunya kepada siapapun keberadaan ku"


"ini rahasia" ucap Aldi


"hufff baiklah pangeran Aldi "ucap Zahra


"tetapi anda akan berada dalam pengawasan saya,saya akan melindungi anda dengan wewenang saya" ucap Zahra


"tetapi tuan putri saya tidak akan bisa menjadi rakyat biasa seutuhnya jika anda melindungi saya" ucap Aldi


"keselamatan anda jauh lebih penting pangeran" ucap Zahra


"tapi sekolah ini baik baik saja tidak akan ada masalah yang mengintai" ucap Aldi


"sekolah ini terkenal tidak pandang bulu dengan rakyat biasa tuan anda bayangkan saja dari devisi SD,SMP,Dan,SMA banyaknya bangsawan tidak terhitung jumlahnya, dan kebanyakan bangsawan di sini menggunakan derajat untuk mengukur diri mereka yang satu dengan yang lain, jika saja anda menggunakan gelar anda sebagai pura mahkota kerajaan kucing anda pasti sangat dihormati di sini, apakah anda tidak membawa pengawal pribadi anda tuan ?" ucap Zahra


"hmm pengawal ? memang dibutuhkan di sekolah ?" ucap Aldi


"huff tuan di sini para bangsawan selalu di kelilingi oleh pengawal dan pelayan" ucap Zahra


"tapi saya kira ini hanya sekolah biasa saya tidak kepikiran akan hal itu" ucap Aldi


"baiklah saya akan memberikan anda pengawal saya dan pelayan"ucap Zahra


"tapi tuan putri itu tidak perlu" ucap Aldi


"baiklah ini akan saya lakukan dengan diam diam bagaimana ?" ucap Zahra


"keselamatan anda lebih penting tuan tolong dipikirkan baik baik " ucap Zahra


"baiklah terimakasih atas bantuannya tuan putri" ucap Aldi


"baiklah pengawal" ucap Zahra


Datang 2 pengawal berseragam lengkap dan bertelinga kelinci

__ADS_1


"kalian harus melindungi Aldi apapun yang terjadi jangan sampai dia terluka" ucap Zahra


"baiklah tuan putri" ucap kedua pengawal tersebut


__ADS_2