Kerajaan Kucing

Kerajaan Kucing
Fakta Yang Berbeda


__ADS_3

"ehh balkon ?" Ucap Andi


"Emm maaf yang mulia maaf atas kelancaran saya tapi apa yang anda pikirkan dari tadi ?" Ucap salah satu pengawal


"Panggil pengawal Aldi yang tadi bertugas mengawal Aldi" ucap Andi


"Baiklah yang mulia" ucap salah satu pengawal


Beberapa menit kemudian


"Yang mulia saya sudah membawa salah satu pengawal pribadi yang tadi mengawal tuan muda" ucap salah satu pengawal


"Bagus tinggalkan kami berdua" ucap Andi


"Hormat saya kepada yang mulia obbelia, Maaf yang mulia apakah saya akan mendapatkan hukuman ?" Ucap Herry


"Tidak, saya cuman ingin bertanya" ucap Andi


"Baiklah saya akan menjawab pertanyaan anda semampu saya yang mulia" ucap Herry


"Pertama apakah Aldi tadi sedang bersantai di balkon ini ?" Ucap Andi


"Benar yang mulia" ucap Herry


"Hum, jadi kekuatan yang tadi aku rasakan tidak salah lagi adalah kekuatan dia" ucap Andi bergumam


"Kedua apakah kau menempatkan beberapa penjaga Untuk mengawal Aldi ?" Ucap Andi


"Ya, saya menempatkan penjaga tanpa sepengetahuan tuan Aldi" ucap Herry


"Humm ? Aku memang merasakan hawa keberadaan mereka tapi hawa keberadaan mereka sangat kecil" ucap Andi di dalam hati


"Apakah mereka di kalahkan ?" Ucap Andi


"Yah sepertinya mereka berhasil mengalahkan beberapa pengawal yang saya tempatkan untuk melindungi tuan Aldi di balik layar" ucap Herry


"Kenapa tidak kau saja yang mengawal Aldi ?" Ucap Andi


"Yah... Kalau masalah itu sebenarnya" ucap Herry


"Apa yang kau sembunyikan ?" Ucap Andi


"Sebenarnya...." Ucap Herry


"Hoo jadi begitu sepertinya perang saudara akan berkecamuk di kerajaan kucing" ucap Andi


"Apakah masih ada yang ingin tuan bicarakan kepada saya ?" Ucap Herry


"Tidak ada kau boleh pergi" ucap Andi


"Baiklah yang mulia saya permisi" ucap Herry


"Apakah aku sanggup membunuh Aldi ?" Ucap Andi menatap bulan


"Yah aku sebenarnya juga tidak sanggup" ucap kucing putih yang keluar dari badan Andi


"Bagaimana caranya aku bisa membunuh anakku sendiri" ucap Andi


"Yah sejak kecil dia memang tidak pernah menunjukan menjadi penerus selanjutnya sang raja hitam" ucap kucing putih itu


"Sepertinya perang dari generasi ke generasi memang tidak dapat dielakkan" ucap kucing putih itu


"Yah tapi apakah harus dengan membunuh ?" Ucap Andi


"Yah hanya ada dua cara saja untuk menyelesaikan perang ini yaitu dengan bunuh atau dibunuh " ucap kucing putih itu


"Tapi aku tidak pernah melihat dari generasi ke generasi peperangan ini antara satu darah yah aku memang pernah pada saat itu mereka adalah saudara yang memiliki kekuatan kucing putih dan kucing hitam" ucap kucing putih itu


"Tapi antara ayah dan anak ?" Ucap Andi


"Yah aku memang tidak pernah berpikir hal ini akan terjadi" ucap kucing putih itu

__ADS_1


"Tapi aku sungguh tidak sanggup membunuh putra ku" ucap Andi menggenggam tangan dan menatap bulan dengan air mata yang berlinang


"Yah masalahnya adalah hanya dengan dua seperti yang aku bilang tadi dibunuh atau membunuh" ucap kucing putih itu


"Apakah Aldi tidak bisa diselamatkan ?" Ucap Andi


"Kekuatan itu sangat tidak bisa dikendalikan berbeda dengan kekuatanku yang terkendali" ucap kucing putih itu


"Dari generasi ke generasi tidak pernah aku melihat ada orang yang bisa mengendalikan nya" ucap kucing putih itu


"Kekuatan itu sebenarnya apa ?" Ucap Andi


"Berbeda dengan kekuatanku yang terlahir dari cinta, kesetiaan dan kepercayaan kekuatan itu adalah kekuatan yang terlahir dari rasa benci, pengkhianatan,dan rasa dengki" ucap kucing putih itu


"Apakah tidak ada cara untuk menyegel kekuatannya ?" Ucap Andi


"Aku rasa ada dengan cincin yang aku berikan kepadamu" untuk kucing putih itu


"Cincin yang mana ?" Ucap Andi


"Cincin yang aku berikan kepadamu itu bodoh" ucap kucing putih itu


"Oh cincin itu sudah aku buang" ucap Andi


"Sialan beraninya kau membuang cincin yang aku berikan dari generasi terdahulu selalu menyimpan cincin yang aku berikan dan mengagungkan aku" ucap kucing putih itu


"Santai saja" ucap Andi


"Dan kau malah menganggap aku seperti apa ?" Ucap kucing putih itu


"Yah aku mrnganggap mu kucing peliharaan berwarna putih mungkin" ucap Andi


"Sialan kau !!" Ucap kucing putih itu


"Sudahlah tapi apa apakah kau benar akan memberikan cincin yang itu kepada Aldi ?" Ucap Andi


"Yah aku rasa akan membuatkannya 2 atau 3 cincin " ucap kucing putih itu


"Yah aku akan membuat sebanyak 2 atau 3 dulu" ucap kucing putih itu


"Aku baru memakai 1 dan kadang 2 saja badanku kadang kadang terasa lemah kau ingin aku memakaikan 3 ?" Ucap Andi


"Yah seperti yang aku katakan tadi kekuatan roh kasta itu sangat tidak bisa terkendali jika dia mengamuk tidak akan ada yang bisa menghentikannya" ucap kucing putih itu


"Tapi kapan aku harus memberikannya" ucap Andi


"Aku akan membuatnya secepatnya" ucap kucing putih itu


"Baiklah" ucap Andi menatap bulan dan mengepalkan tangannya


"Andi apa kau ingin aku ceritakan yang sebenarnya?" Ucap kucing putih itu


"Humm kebenaran apa ?" Ucap Andi


"Yah kebenaran tentang julukan ku sebagai sang dewa perang " ucap kucing putih itu


"Tidak, tidak aku sudah bosan mendengar cerita itu" ucap Andi


"Yah tapi cerita fakta ini agak sedikit berbeda " ucap kucing putih itu


"Sebenarnya aku tidak lah sekuat rival ku si kucing hitam, kau tahu jenis kekuatanku mengandalkan apa kan ?" Ucap kucing putih itu


"Yah kucing putih mengandalkan kekuatan cahaya yaitu cinta, kepercayaan,dan lain lain yang baik baik kan ?" Ucap Andi


"Yah kau tahu kucing hitam memiliki kekuatan apa ?" Ucap kucing putih itu


"Kegelapan yaitu kebencian, pengkhianatan dan lain lain yang jahat dilambangkan dengan dosa manusia" ucap Andi


"Dari sini dapat kau simpulkan kalau dalam peperangan siapa yang akan menang" ucap kucing putih itu


"Yah tentu saja kucing hitam akan menang karena di dalam perang akan tercipta kebencian, keserakahan, dan berbagai dosa manusia" ucap Andi

__ADS_1


"Yah memang tidak dapat dipungkiri lagi tapi aku rasa Aldi akan baik baik saja karena masih ada satu rahasia lagi yang belum aku ceritakan kepadamu" ucap kucing putih itu


"Masih ada lagi ?" Ucap Andi


"Yah untuk sekarang sebaiknya kita simpan dulu" ucap kucing putih itu


"Baiklah baiklah aku tunggu cincin itu tapi apakah aman untuk Aldi dan umur Aldi juga masih muda untuk cincin gila itu " ucap Andi


"Jangan sembarangan berbicara cincin itu sangat hebat itu berguna untuk menahan kekuatan dan menyerap kekuatan mu agar tidak keluar" ucap kucing putih itu


"Yah kau juga tahu kalau kekuatan ku hanya membawa hawa kehidupan kenapa harus di tahan juga ?" Ucap Andi


"Yah coba kau pikir di dalam istana jika kau buka cincin mu maka tanaman akan hidup di dalam istana, dasar bodoh" ucap kucing putih itu


"Tapi kenapa Aldi ingin kau berikan dia sampai tiga cincin ?" Ucap Andi


"Yah sejajar singkatnya bisa aku bilang kalau kucing hitam itu mengamuk bisa berkebalikan dengan kekuatanku lah kau dapat pikir sendiri kan ?" ucap kucing putih itu


"Jika aku bisa membawa hawa kehidupan maka dia bisa ....." ucap Andi terkejut


"Yah dia bisa membawa hawa kematian dan membunuh apa pun yang ada di dalam ruang lingkupnya" ucap kucing putih itu


"Baiklah baiklah kenapa kau tidak kembali menemui Aldi bukannya kau sangat khawatir kepadanya kenapa kau tidak lekas menemuinya ?" Ucap kucing putih itu


"Yah baiklah baiklah" ucap Aldi


"Sepertinya Aldi dengan Wendy kurasa dia akan aman sekarang" ucap Andi


"Baiklah kalau begitu mari kita berangkat ?" Ucap Andi


"Baiklah para pengawal berkumpul !!" ucap Andi


"Siap menjalankan perintah, dan hormat kami kepada yang mulia obbelia" ucap seluruh pengawal sambil menunduk di belakang Andi


"Baiklah untuk saat ini kita akan pulang ke hotel" ucap Andi


"Baiklah yang mulia" ucap seluruh pengawal


Mereka langsung hilang menggunakan sihir teleportasi


"Aldi apakah kau baik baik saja ?" Ucap Andi


"Wah ayahanda !!" ucap Aldi yang keluar kereta sambil berlari dan memeluk Andi


"Sepertinya kau baik baik saja ya ?" Ucap Andi


"Yah begitu lah" ucap Aldi


"Baiklah mari kita kembali ke hotel" ucap Andi


"Apakah hotelnya masih jauh ayahanda Aldi sekarang mengantuk " ucap Aldi


" Yah tidak jauh" ucap Andi


"Yah pendapat jauh ayah dan Aldi kab berbeda" ucap Aldi


"Yah baiklah kali sudah mengantuk berat tidur saja di dalam kereta" ucap Andi


"Baiklah" ucap Aldi


"Baiklah kembali ke wujud binatang" ucap Wendy


"Siap jendral !!" ucap seluruh pengawal dengan lantang


Kereta mereka di kawal dengan pasukan devisi singa mengelilingi kereta mereka dan tentu saja Wendy duduk di depan


Di dalam kereta


Aldi tampak tidur nyenyak


Andi memegang pipi anak nya

__ADS_1


"Huff sungguhan aku tidak rela membunuh mu nak" ucap Andi


__ADS_2