
"apa kau bilang ?" Ucap Wandy
"Sudah kubilang kita akan tidur di kamar tuan muda malam ini" ucap Wendy
"Tapi kenapa tiba tiba ?" Ucap Wandy
"Yah kita juga diperintahkan untuk menjaga tuan muda kan ?" Ucap Wendy
"Ta-Tapi" ucap Wandy yang terkejut
"Yasudah kalau tidak mau biar aku saja yang mengatakannya kepada tuan Aldi" ucap Wendy pergi
"T-t-tunggu baiklah aku akan pergi tapi aku akan melapor dulu ke barak" ucap Wandy
"Baiklah jangan lama lama, jika kau lama akan kami kunci pintunya" ucap Wendy tertawa
"Baiklah baiklah aku akan cepat" ucap Wandy tersenyum pergi
Kemudian Wendy pergi menemui Aldi yang sedang di kerumuni oleh para pelayan
"Wah enak sekali kue nya kakak" ucap Aldi yang tampak memakan kue yang diberikan oleh para pelayan
"Wah apakah tuan Aldi menyukainya ?"ucap salah satu pelayan
"Yah kue ini tidak terlalu manis Jani enak" ucap Aldi
"Wah tuan Aldi kurang suka kue yang manis ya ?" Ucap salah satu pelayan
"Ya begitu lah, berbeda dengan ayahanda yang sangat suka dengan kue manis" ucap Aldi menjilat tangannya bekas makan kue
"Wah tuan muda imutnya" ucap salah satu pelayan di dalam hati
"Wahhhhhhhh" ucap salah satu pelayan di dalam hati
"Apakah tuan masih mau ?" Ucap salah satu pelayan
"Wah bolehkah ?" Ucap Aldi
"Tentu saja tuan muda, untuk tuan muda apa yang tidak ?" Ucap salah satu pelayan
"Baiklah" ucap Aldi tersenyum
Para pelayan terpesona melihat senyuman Aldi
"Tapi ini tinggal sedikit tuan muda bagaimana kalau besok pagi saya akan membuat kue yang banyak untuk tuan" ucap salah satu pelayan
"Wah, bolehkan senangnya " ucap Aldi tersenyum
"Wah anda memang murah senyum ya tuan muda " ucap Wendy yang datang
"Hormat kami kepada jendral" ucap seluruh pelayan
"Baiklah baiklah, terimakasih" ucap Wendy sambil tersenyum
"Wah Wendy baru datang ?" Ucap Aldi sambil memakan kue
"Wahh imutnya " Ucap Wendy di dalam hati
"Sebenarnya saya baru saja datang" ucap Wendy
"Bagaimana mungkin aku berkata dari tadi di sini dan tuan Aldi tidak memperdulikan ku" ucap Wendy di dalam hati
"Oh begitu, jadi bagaimana dengan Wandy apakah dia mau ?" Ucap Aldi
"Tentu saja tuan muda bagaimana mungkin dia menolak, tapi dia akan melapor terlebih dahulu ke barak" ucap Wendy
"Oh begitu baiklah" ucap Aldi
"Tuan muda, tuan jendral kami permisi dulu" ucap seluruh pelayan
"Oh iya baiklah terimakasih ya kakak kakak" ucap Aldi tersenyum
"Wah baiklah tuan Aldi besok kami akan membuatkan kue jadi tunggu saja ya" ucap salah satu pelayan
"Jangan terlalu manis ya kakak" ucap Aldi melambai
"Baiklah" ucap salah satu pelayan pergi
Para pelayan pergi meninggalkan Wendy dan Aldi
"Baiklah tuan muda sepertinya kita harus masuk dulu" ucap Wendy
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan Wandy ?" Ucap Aldi
"Dia bisa datang sendiri ke kamar anda nanti" ucap Wendy
"Baiklah kalau begitu" ucap Aldi
Wendy dan Aldi masuk ke dalam hotel
Di barak (tempat Wandy)
"Apaa !!" Ucap salah satu prajurit terkejut
"Aku diminta oleh tuan Aldi untuk tidur di kamarnya malam ini" ucap Wendy
"Apaaaaaaaaa!!"Ucap salah satu prajurit terkejut
"Kenapa bisa kau kenapa bukan aku !!"Ucap salah satu prajurit terkejut
"Yah bagaimana aku bisa tahu ?" Ucap Wandy
"Ingat kalau tuan Aldi bisa sampai kenapa kenapa kau akan kami jadikan sate"Ucap salah satu prajurit
"Yah benar akan kita bakar dia"Ucap salah satu prajurit
"Aku akan betul betul menjaga pangeran kok" ucap Wandy
"Baiklah pergi lah biarkan kami yang menjaga barak ini" Ucap salah satu prajurit
"Baiklah, terimakasih teman teman ku" ucap Wandy tersenyum
"Sampaikan salam ku untuk tuan Aldi " ucap salah satu prajurit
"Wah curang aku juga" Ucap salah satu prajurit
"Aku juga aku juga"Ucap salah satu prajurit
Suasana barak menjadi heboh
Wandy berlari dari barak menuju hotel dengan cepat.
Jarak antara hotel dan barak sekitar 130 meter karena kerajaan kucing dikenal dengan kerajaan yang sangat ketat kepada orang orang penting maka barak dibuat di dekat hotel untuk menjaga keamanan orang yang ada di hotel.
Dengan hati berdebar debar, bagaimana tidak berdebar dia akan bertemu orang yang sangat dikagumi oleh seluruh kerajaan kucing sang permata kerajaan kucing Aldi yang sangat terkenal di kerajaan kucing karena paras yang sangat tampan dan juga perilaku nya yang sangat terpuji.
"Bagaimana nanti wajah tuan Aldi tidur ya ?" Ucap Wandy bergumam
"Pasti sangat imut wahhhhhhhh aku tidak sabar" ucap Wandy
Sesampainya di depan pintu kamar Aldi jantung Wandy berdetak sangat kencang
"Permisi tuan Aldi apakah saya boleh masuk ?" Ucap Wandy mengetuk pintu
"Humm ?" Ucap Aldi
"Oh itu pasti suara Wandy" ucap Wendy
"Wah Wandy sudah sampai ya baiklah Shilakan masuk" ucap Aldi
"Permisi tuan muda" ucap Wandy membuka pintu
"Y-y-yang mulia apa pakaian yang anda pakai itu ?" Ucap Wandy
"Yah ini adalah piama" ucap Aldi memegang piama dengan telinga kucing dan ada bulu bulu halus
"Wahh imutnya" ucap Wandy
"Wah kau juga bereaksi sama sepertiku ya" ucap Wendy
"Apa, kakak juga bereaksi seperti ini ?" Ucap Wandy
"Yah memang sangat imut tuan muda mengenakan pakaian ini" ucap Wendy
"Bukan pakaian ini piama" ucap Aldi
"Baiklah baiklah" ucap Wendy
"T-t-tapi tuan muda bagaimana anda bisa mendapatkan pakaian seperti ini" ucap Wandy
"Yah ini adalah kado ulang tahun dari kakak saya tahun lalu" ucap Aldi
"Wahh tuan putri yang membuat seperti ini ?" Ucap Wendy
__ADS_1
"Yah begitu lah" ucap Aldi
"Yah selera tuan putri menang tinggi sih" ucap Wendy
"Benar" ucap Wandy
"Baiklah sekarang kita langsung saja bahasa apa maksud anda tadi tuan muda ?" Ucap Wendy
"Apa maksud nya ?" Ucap Wandy
"Tadi tuan muda menjelaskan bagaimana tuan muda di serang dua kali oleh orang misterius ini" ucap Wendy serius
"Apa ?" Ucap Wandy terkejut
"Yah seperti yang Wendy bilang" ucap Aldi
"Tapi bagaimana mungkin dia masih bisa hidup setelah menyerang anda sebanyak dua kali" ucap Wandy duduk
Di tempat tidur
"Hei Wandy kau belum di izinkan duduk oleh tuan muda " ucap Wendy
"Maaf atas kelancaran saya tuan muda saya begitu terbawa suasana" ucap Wandy langsung menunduk
"Tidak apa apa santai saja" ucap Aldi
"Yah syukurlah tuan muda orang yang baik kalau tidak.." ucap Wendy
"Sudah lah Wendy " ucap Aldi
"Jadi, anda pasti tidak langsung melaporkan hal ini kepada yang mulia atau kepada pengawal, tuan muda ?" Ucap Wendy
"Yah begitu lah" ucap Aldi tersenyum
"Tuan muda jangan begitu anda tidak boleh terluka" ucap Wandy
"Maaf" ucap Aldi
"Saya setuju apa ayang dikatakan Wandy tuan muda, anda tidak boleh memendam sesuatu ceritakan saja pada kami" ucap Wendy
"Hmm baiklah" ucap Aldi
"Baiklah bisakah ceritakan kronologi kejadian ini ?" Ucap Aldi
"Yah pertama saya di serang adalah di kerajaan" ucap Aldi
"Bagaimana mungkin ?" Ucap Wendy dan Wandy
"Penjagaan yang sangat ketat di kerajaan masih bisa tertembus ?" Ucap Wendy
"Baiklah tuan Aldi Shilakan lanjutkan" ucap Wendy dan Wandy
"Baiklah, kejadiannya saat saya selesai berlatih di tempat berlatih saya biasa di bawah tanah, saat perjalanan pulang saya merasakan hawa keberadaan aneh lalu saya dengan cepat menghampiri itu, dan benar saja hawa keberadaan itu dari orang yang misterius dia memanggil saya pangeran cacat dan melesatkan anak panah kepada saya" ucap Aldi
"Berani sekali orang itu jika dapat saja identitas kasta nya maka hancur sudah kerajaannya" ucap Wendy
"Benar tidak hanya menghina tuan muda tetapi dia juga melesatkan panah kepada tuan muda" ucap Wandy
"Baiklah penyerangan yang ke dua yang terjadi di kerajaan domba ini " ucap Aldi
"Yah kalau yang ini saya sudah, orang ini adalah pembunuh bayaran ? Dan pembunuh bayaran ini sudah kabur kan ? Tuan muda " Ucap Wandy
"Tidak bukan seperti itu cerita sebenarnya" ucap Aldi
Wandy terkejut
"Apa maksud anda tuan muda apakah anda terluka ?" Ucap Wandy
"Tolong jelaskan tuan muda" ucap Wandy
"Sebelum saya menjelaskan ini apakah kalian berdua bisa berjanji dengan saya" ucap Aldi
"Berjanji untuk apa tuan muda ?" Ucap Wandy
"Berjanji untuk tidak membocorkan rahasia ini" ucap Aldi
"Baiklah tuan muda" ucap Wandy
"Yah saya sudah menceritakan hal ini kepada Wendy dan Wendy tentu saja akan menjaga rahasia ini kan Wendy?" Ucap Aldi
"Tentu saja yang tuan muda" ucap Wendy
__ADS_1
"Baiklah akan saya ceritakan rahasianya" ucap Aldi