
"Sepertinya tuan menderita demam karena kelelahan sekitar 3 sampai 4 hari saya rasa tuan akan sembuh" ucap pelayan tersebut
"Jadi tuan Aldi selama 3 sampai 4 hari tidak boleh pergi ke sekolah" ucap pelayan tersebut
"Jadi nona kami akan merawatnya" ucap kepala pelayan
"Baiklah"ucap Zahra
"Sepertinya aku akan kesepian di sekolah" ucap Zahra di dalam hati
"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu" ucap kepala pelayan
"Iya, terimakasih ya kakak pelayan" ucap Zahra
"Nona manis sekali" ucap salah satu pelayan
"Sudah sudah mari kita pergi" ucap kepala pelayan
"Nona kalau ada masalah Shilakan panggil kami kami akan segera datang" ucap kepala pelayan
Zahra duduk di dekat Aldi memperhatikan wajah calon suaminya itu dengan wajah khawatir
"Aldi lekas lah sembuh" ucap Zahra dengan nada pelan
"Apakah Aldi sakit ?" Ucap Andi membuka pintu kamar dan seperti bergegas
"Eh, ayahanda ? Iya Aldi sakit karena kelelahan " Ucap Zahra
"Sepertinya ini salah ayah karena sudah membuat Aldi kelelahan " ucap Andi
"Maksud ayah ?" Ucap Zahra
"Ayah meminta Aldi untuk membuat strategi" ucap Andi
"Tidak ayah, sepertinya ini salah Zahra" ucap Zahra dengan wajah sedih
Andi memegang tangan Aldi dan menyalurkan sihir kepada Aldi
Kekuatan kucing putih tidak hanya bias di Medan tempur tetapi juga hebat dalam pengobatan Karena itulah kucing putih disebut sebagai sang penguasa
"Ayahanda sepertinya kekuatan Aldi mulai pulih" ucap Zahra
"Humm ya sepertinya begitu" ucap Andi dengan nada dingin
"Baiklah kalau begitu Zahra akan menggambil kan minuman di dapur "ucap Zahra dengan cepat
Setelah Zahra keluar dari kamar tampak kucing putih keluar dari badan Andi
"Sepertinya mereka berdua sudah menyatu pantas saja aku tidak terlalu bisa merasakan hawa keberadaan nya" ucap kucing putih itu
"Yah aku juga merasakan demikian, sepertinya mereka sudah sangat menyatu bagaimana ini ?" Ucap Andi
"Sepertinya kita tidak punya pilihan lain selain membunuh Aldi" ucap kucing putih
"Tapi bagaimana membunuh Aldi aku tentu tidak bisa membunuhnya aku tidak tega Aldi adalah darah daging ku sendiri" ucap Andi menundukkan kepala
"Yah kalau untuk urusan itu kita harus memikirkannya sendiri" ucap kucing putih itu
Terdengar suara pintu kamar terbuka
"Ayahanda Zahra membawa air untuk Aldi" ucap Zahra membuka pintu
"Zahra ayah tidak punya banyak waktu untuk menjenguk Aldi sepertinya ayah harus kembali ke ruangan ayah" ucap Andi dengan wajah sedih
"Baiklah ayahanda terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk menjenguk Aldi" ucap Zahra
"Humm ?" Ucap Zahra
"Apakah ada yang salah Zahra ?" Ucap Andi
"Apakah itu roh kasta ayah ?" Ucap Zahra menunjuk kucing putih yang ada di pundak Aldi
"Yah begitulah ini adalah roh kucing putih" ucap Andi
"Wah indah sekali bulunya" ucap Zahra
"Terimakasih nona" ucap kucing itu
"Wah dia bisa berbicara" ucap Zahra terkejut
"Tentu saja dia kan roh kasta" ucap Andi
"Tetapi biasanya roh kasta hanya bisa berbicara dengan pemiliknya dan orang yang dekat dengannya saja ayahanda" ucap Zahra
"Yah sepertinya Zahra juga dekat dengan roh kasta ini" ucap Andi tersenyum
"Hihihi, ayahanda bisa saja" ucap Zahra tertawa dengan menutup mulutnya
"Baiklah kalau begitu ayah permisi dulu" ucap Andi pergi menutup pintu
"Aldi cepatlah sembuh
" ucap Zahra
Malam hari
Sekitar jam 20:00
Aldi bangun dan melihat Zahra yang duduk di dekatnya
"Zahra berapa lama Aldi tidur ?" Ucap Aldi yang tampak sadar
"Aldi sepertinya sudah tidur selama 5 jam" ucap Zahra
"Huh ?" Ucap Aldi
__ADS_1
"Aldi tampak masih sangat lemah istirahat lah" ucap Zahra yang tampak sangat khawatir
"Tidak apa apa Zahra Aldi hanya ingin ke toilet" ucap Aldi
"Baiklah kalau begitu biarkan Zahra menemani Aldi " ucap Zahra
"Hufff baiklah baiklah" ucap Aldi
Setelah dari toilet
Aldi dan Zahra kembali ke kamar
"Aldi sebaiknya tidur di ranjang saja Zahra yang akan tidur di sofa kamar " ucap Zahra
"Tidak tidak tidak, Zahra juga harus tidur di ranjang bersama Aldi " ucap Aldi menolak
"Tapi Aldi kan sakit Aldi nanti Sempit kalau ranjangnya di bagi berdua dengan Zahra" ucap Zahra
"Aldi akan sakit kalau jauh dengan Zahra" ucap Aldi dengan wajah memelas nya
"Huff baiklah baiklah" ucap Zahra dengan wajah memerah
Mereka tidur dengan lelap
Jam 23:30
"Zahra ? " Ucap Aldi
"Hum ?" Ucap Zahra dengan mata terpejam
"Aldi tidak bisa tidur" ucap Aldi
"Memangnya kenapa ?" Ucap Zahra membuka mata
"Ntah lah mungkin karena tadi siang sudah banyak tidur" ucap Aldi
"Baiklah baiklah" ucap Zahra duduk dan bersandar di ranjang
"Sini" ucap Zahra menyuruh Aldi untuk tidur di pangkuan Zahra
"Apakah boleh ?" Ucap Aldi
"Iyaa boleh tidur lah " ucap Zahra
"Baiklah, Zahra akhir pekan kan tinggal 2 hari lagi jadi siap siap lah kita akan menginap beberapa hari di kerajaan kelinci" ucap Aldi
"Jadi kita menginap ya ?" Ucap Zahra
"Yah tentu saja perjalanan nya kan cukup jauh kenapa kita tidak menginap ?" Ucap Aldi
"Baiklah " ucap Zahra
Keesokan paginya
"Masuk" ucap Aldi dan Zahra yang masuk mengantuk
"Tuan muda dan nona selamat pagi " ucap pelayan
"Tuan muda sepertinya anda dipanggil oleh yang mulia" ucap pelayan tersebut
"Hum ayahanda memanggil kenapa ?" Ucap Aldi
"Saya juga tidak tahu" ucap pelayan tersebut
"Hum iya kata ayah kan kemarin "sepulang sekolah temui ayah di ruangan ayah" tapi kemarin kan...." ucap Aldi
"Katakan pada ayah tunggu sebentar biarkan saya siap siap dulu "ucap Aldi
"Baiklah tuan muda akan saya sampaikan" ucap pelayan tersebut
"Kenapa badan Aldi terasa segar sekali ya padahal kemarin pada saat pulang sekolah badan Aldi terasa dingin sekali" ucap Aldi
"Kemarin kata kakak pelayan Aldi demam karena kelelahan kemudian ayahanda datang dan mengobati Aldi" ucap Zahra
"Ooh begitu, baiklah kalau begitu Zahra, Aldi pergi mandi dulu" ucap Aldi
"Baiklah biar Zahra saja yang menyiapkan bajunya" ucap Zahra
"Baiklah" ucap Aldi membuka pintu kamar
Setelah mandi dan mengenakan pakaian seragam sekolah Aldi pergi ke ruangan ayahnya
"Ayahanda, apakah ayahanda memanggil Aldi ?" Ucap Aldi
"Aldi ganti pakaianmu kita akan melakukan rapat antar kasta nanti pagi jam 08:00" ucap Andi
"Apa " ucap Aldi terkejut
"Apakah perlu di ulang ?" Ucap Andi
"Maaf kan saya yang mulia" ucap Aldi
"Tapi ayahanda apakah ini tidak terlalu mendadak ?" Ucap Aldi
"Tidak sama sekali" ucap Andi
"Kita akan melakukan rapat untuk masalah peperangan antar kasta yang semakin memanas ini" ucap Andi
"Baiklah yang mulia saya akan melaksanakan perintah anda" ucap Aldi menunduk
"Kalau begitu saya permisi ingin bersiap siap yang mulia" ucap Aldi
"Baiklah bersiap siaplah" ucap Andi
Aldi keluar ruangan dan kembali ke kamar
__ADS_1
"Mana Zahra ?" Ucap Aldi
"Humm ?" Ucap Aldi bingung
"Sepertinya Zahra mandi" ucap Aldi
Aldi menuju ke balkon kamarnya
"Kalau rapat itu hari ini sepertinya besok aku masih sempat untuk kembali ke istana dan menuntaskan janji untuk menemui ibu Zahra berkunjung ke kerajaan kelinci" ucap Aldi bergumam
"Huff baru saja sembuh sudah banyak saja pikiran " ucap Aldi
"Yasudah lah aku ganti baju dulu" ucap Aldi
Aldi mengenakan baju kerajaan yang berwarna putih
"Aldi ?" Ucap Zahra membuka pintu
"Wahh" ucap Zahra terpesona melihat Aldi
"Zahra ?" Ucap Aldi
"Ee kenapa Aldi tidak mengenakan seragam sekolah ?" Ucap Zahra
"Yah Aldi akan ada pertemuan dengan ayahanda rapat antar kasta" ucap Aldi
"Hum kapan pulang" ucap Zahra membetulkan kerah baju Aldi
"Oh terimakasih, UM kalau pulang Aldi juga tidak tahu semoga saja besok sudah pulang supaya bisa ke kerajaan kelinci " ucap Aldi
"Apakah Aldi tidak terlalu kelelahan ?" Ucap Zahra
"Tidak, apalah hanya kelelahan yang penting bisa jalan jalan dengan calon istri" ucap Aldi
"Huh bisa saja" ucap Zahra
"Aldi nanti pergi jam berapa ?" Ucap Zahra
"Jam 08:30" ucap Aldi
"Ooo" ucap Zahra
"Baiklah yang semangat ya sekolah nya " ucap Aldi
"Baiklah dah Zahra pergi sekolah dulu" ucap Zahra melambai kepada Aldi
Zahra,Andini ,Anisa pergi ke sekolah
"Kakak kakak ayo main" ucap Dinda dan Dini
"Adek udah bangun ?" Ucap Aldi
"Iya dong" ucap Dinda dan Dini
"Kenapa kakak tidak sekolah ?" Ucap Dinda
"Yah kakak ada urusan sebentar dengan ayah ingin pergi rapat" ucap Andi
"Kemana ?" Ucap Dini
"Tidak tahu " ucap Aldi
"Kami ikut boleh ?" Ucap Dinda
"Tanya ayah saja" ucap Aldi
"Baiklah kakak pergi ke ruangan ayah dulu
Aldi menuju ke ruangan Andi
"Ayahanda konsep apa yang akan kita bahas nanti di pertemuan ?" Ucap Aldi
"Yah nanti kau juga akan tahu sendiri" ucap Andi
"Baiklah ayahanda " ucap Aldi
"Baiklah mari kita pergi" ucap Andi
"Baiklah ayahanda " ucap Aldi
Mereka berdua bersama dengan kereta pengawal di depan dan di belakang
Beberapa jam kemudian mereka berhenti di kerajaan domba
"Baiklah kita berhenti di sini" ucap Andi
"Baiklah ayahanda " ucap Aldi
"Bukannya ini pesta ayahanda ?" Ucap Aldi
"Ini hanya untuk kedok" ucap Andi
"Usahakan Aldi supaya tampak menikmati pesta ini" ucap Andi
"Baiklah ayahanda" ucap Aldi
Aldi dan Andi memasuki pesta tersebut
"Wah lihat lihat itu bukannya yang mulia raja Andi de obelia dan pangeran Aldi be obelia" ucap tamu yang berbisik bisik
"Iya pangeran Aldi tampan sekali ya " ucap salah satu tamu yang berbisik
"Benar pangeran Aldi tampan sekali" ucap salah satu tamu yang berbisik
"Iya wajah yang putih bersih rambut putih mata yang silver ditambah baju putih yang sangat menawan indah sekali" ucap salah satu tamu berbisik
__ADS_1