Kerajaan Kucing

Kerajaan Kucing
Kembalinya sang bangsawan


__ADS_3

"Jangan" ucap Aldi


"Baiklah tuan muda tetapi jika mereka kelewatan saya akan mengaktifkan spirit saya" ucap Wendy


"Baiklah baiklah" ucap Aldi


"Hihihi" ucap Zahra tertawa menutup mulutnya


"Wah itu tuan Aldi" ucap salah satu murid


"Wah tampan sekali" ucap salah satu murid


"Tuan Aldi " ucap salah satu murid


Wendy mengaktifkan spirit nya dan seluruh murid merasa lemas dan terjatuh


"Wendy !!" Ucap Aldi


"Tenang saja tuan, saya hanya mengaktifkan sedikit spirit saya" ucap Wendy


"Yasudah tuan mari kita masuk" ucap Zaky


"Tapi apakah tidak apa apa meninggalkan mereka ?" Ucap Aldi


"Yah mereka hanya melemah dan mungkin beberapa yang lemah dari mereka hanya pingsan, mari kita masuk tuan muda" ucap Zaky


"Baiklah baiklah" ucap Aldi


Aldi,Zahra, dan para pengawal masuk ke sekolah memasuki kelas


Di kelas


"Wah tuan Aldi selamat pagi" ucap salah satu murid


"Anda sudah sehat yang mulia ?" Ucap salah satu murid


"Em eh iya" ucap Aldi tampak sedikit pusing


Melihat para murid mendekati Aldi dan Aldi tampak pusing dan tampak para pengawal dan 2 jendral langsung mendekati Aldi


"Maaf tuan muda sedang dalam kondisi tidak baik" ucap Zaky


"Tapi"ucap salah satu murid


"Tidak ada tapi tapian" ucap Zaky


"Pada saat tuan Aldi menyamar menjadi murid tidak berstatus sosial kalian bahkan tidak ingin melihatnya" ucap Zaky


"Benar kalian seperti lalat yang mengerumuni buah" ucap Wendy


"Sungguh kalian rendahan" ucap Wendy


Tampak murid bangsawan tidak berkutik karena mereka tahu kalau mereka berurusan dengan kasta kucing mereka akan mengetahui akibatnya


"Untungnya tuan Aldi itu orang yang baik" ucap Wendy


"Jika saja saya yang di posisi tuan muda maka saya akan mengadakan perang antar kasta dengan kalian" ucap Zaky


"Cih kalian para makhluk rendahan" ucap Wendy


"Sudahlah Wendy,Zaky" ucap Aldi


"Tapi tuan muda mereka jika tidak diberitahu maka mereka akan terus menerus begitu dengan orang yang tidak memiliki status sosial" ucap Wendy


"Tapi walaupun begitu mereka adalah teman sekelas ku " ucap Aldi


"Baiklah baiklah tuan muda mari tuan muda mari Shilakan anda duduk terlebih dahulu" ucap Zaky dan Wendy tampak khawatir


"Kami akan mengurusnya" ucap dan Wendy


"Emm baiklah" ucap Aldi


"Nona mohon jaga tuan Aldi kami akan meninggalkan beberapa pengawal di sini, kami akan mengurus surat surat untuk nona dan tuan muda" ucap Wendy


"Baiklah" ucap Zahra


"Memangnya ada masalah apa tuan Aldi?" Ucap salah satu murid


"Yah kalau soal itu emm" tampak Aldi ragu ragu


"Tuan Aldi akan pindah dari sekolah ini" ucap Zaky sambil berjalan keluar


"Ehh kenapa tuan Aldi ? Ini mendadak sekali" ucap salah satu murid


"Yah mau bagaimana lagi ini kehendak ayahanda saya juga tidak bisa memaksakannya" ucap Aldi


"Emm mohon maaf atas perilaku kami selama anda di sini tuan Aldi " ucap salah satu murid


"Eh apakah tuan Aldi akan pindah?" Ucap salah satu murid


"Memangnya ada masalah apa sampai anda harus pindah dari sekolah ini tuan Aldi ?" Ucap salah satu murid


"Emm" ucap Aldi sambil tampak sedang pusing


"Maaf saat ini tuan Aldi sedang dalam kondis tidak baik" ucap salah satu pengawal Aldi


"Aldi sudahlah biar Zahra saja yang menjawab pertanyaaan nya Aldi tidur saja di belakang ya" ucap Zahra mengelus ngelus pundak Aldi


"Emm baiklah" ucap Aldi


"Baiklah apa yang ingin kalian tanyakan" ucap Zahra


"Kenapa tuan Aldi ingin pindah nona Zahra ?" Ucap salah satu murid


"Emm karena yang mulia Aldi be obelia emm ayahanda karena takut Aldi terluka karena pembullyan di sekolah karena takut Andi yang akan menjadi penerus raja kerajaan kucing akan mengalami trauma dan terluka" ucap Zahra


Murid murid terdiam


"Masih ada pertanyaan ?" ucap Zahra


"Saya" ucap semua murid


"Nona kita batasi saja pertanyaan mereka" ucap salah satu pengawal


"Baiklah satu pertanyaan lagi" ucap Zahra


"Baiklah saya yang akan bertanya" ucap salah satu murid


"Baiklah Shilakan" ucap Zahra


"Di sekolah mana anda dan tuan Aldi akan pindah ?" Ucap murid itu


"Emm kami akan sekolah di sekolah internasional kerajaan kucing " ucap Zahra


"Wahh sekolah yang sangat elit itu ?" Ucap salah satu murid


"Apaa" ucap salah satu murid


Seketika kelas menjadi heboh


"Tapi katanya hanya kasta kucing saja yang bisa sekolah di sana" ucap salah satu murid


"Iya tapi kan nona Zahra kasta kelinci bagaimana bisa ?" Ucap salah satu murid


Zahra tampak terlihat tidak enak mendengar ucapan murid


"Beraninya kau berkata begitu kepada nona" ucap pengawal


"Sudah lah pengawal dia benar saya bukan kasta kucing saya adalah kasta kelinci" ucap Zahra


"Tapi nona walaupun anda bukan kasta kucing anda tetap lebih baik dari pada gerombolan lalat lalat ini" ucap pengawal

__ADS_1


"Sudahlah sudahlah" ucap Zahra


"Cih untungnya anda orang yang tidak mudah emosi nona" ucap pengawal


Tiba tiba pintu kelas terbuka


"Tuan muda saya sudah mengurus berkas berkas nya" ucap Wendy dan Zaky


"Baiklah sepertinya kita diundang oleh kepala sekolah saat saya mengurus berkas ini tadi kepala sekolah meminta saya untuk mengajak anda ke ruangan kepala sekolah" ucap Wendy


"Tuan muda ?" Ucap Wendy


Tampak Aldi yang sedang tertidur


"Emm tuan " ucap Wendy


"Pff" ucap Zaky menahan tawa


"Aldi Wendy dan Zaky sudah kembali " ucap Zahra mengelus kepala Aldi untuk membangunkannya


"Emm ?" Ucap Aldi bangun


"Sudah mengurus berkas nya ?" Ucap Aldi sambil mengangkat rambutnya


Wajah murid perempuan tampak memerah


"Kenapa ?" Ucap Aldi menanyai teman sekelasnya


"Emm dia juga tidak datang hari ini ya ?" Ucap Aldi


"Dia ?" Ucap Zahra


"Iya dia" ucap Aldi sambil menunjuk bangku kosong yang ada di dekat bangku Aldi


"Ohh maksudnya August de volla ?" Ucap Zahra


"Em iya " ucap Aldi


"Iya tampaknya dia sedang ada masalah kerajaan pada saat hari pertunangan kita dia juga tidak datang ya " ucap Zahra


"Iya" ucap Aldi


"Apa kita harus langsung pulang ?" Ucap Aldi


"Tidak tuan muda kepala sekolah memanggil kita untuk datang ke ruangannya" ucap Wendy


"Emm" ucap Aldi


"Ada apa tuan Aldi ?" Ucap Zaky


"Saya pasti akan merindukan makanan di sini " ucap Aldi


"Baiklah bagaimana kalau kita makan dulu di kantin sebelum ke ruangan kepala sekolah" ucap Zaky


"Apakah boleh ?" Ucap Aldi


"Tentu saja tuanku apa yang tidak boleh tuan" ucap Zaky


"Humm terimakasih Zaky " ucap Aldi tersenyum


"Saya sudah lama merindukan senyuman anda tuan Aldi " ucap Zaky tersenyum


"Baiklah kita akan pergi ke kantin tuan muda, mari kita pergi " ucap Zaky


TRINGGG terdengar bunyi bel menandakan bahwa proses belajar akan segera di laksanakan


"Eh apa tidak apa apa kita ke kantin saat bel sudah berbunyi ?" Ucap Aldi


"Tidak apa apa tuan muda siapa yang berani menentang " ucap Wendy


"Humm baiklah" ucap Aldi


Tidak ada murid yang berani berbicara saat Aldi pergi ke kantin


"Baiklah apakah di sini tempatnya Tuan muda ?" Ucap Wendy


"Yah di sini lah tempatnya " ucap Aldi


Aldi pun pergi ke tempat biasanya dia jajan


"Buk pesan biasa nasi goreng telur dadar" ucap Aldi


"Eh siapa ya ?" Ucap ibu penjaga kantin


"Ini saya Aldi " ucap Aldi


"Eh rambut putih,mata silver,dan kulit uang putih" ucap ibu itu


"Hormat saya kepada yang mulia obelia " ucap ibu itu


"Sudahlah Bu jangan terlalu formal saya kesini ingin pesan yang biasa " ucap Aldi


"Pesan pesanan biasa ?" Ucap ibu itu


" Maaf yang mulia apakah anda pernah ke sini " ucap ibu itu


"Eh iya ya sebelumnya kan aku menyamar menjadi orang yang berbeda tentu saja ibu ini tidak ingat" ucap Aldi di dalam hati


"Baiklah itu saya pesan nasi goreng telur dadar" ucap Aldi


"Zahra mau makan apa" ucap Aldi menanya Zahra


"Samain aja " ucap Zahra


"Baiklah buk saya pesan nasi goreng telur dadar ya dua" ucap Aldi


"Baiklah yang mulia " ucap ibu itu


"Pengawal dan pelayan mau makan apa Shilakan pesan tenang saya yang traktir" ucap Aldi


"Wah benar yang mulia ?" Ucap pengawal


"Tentu saja" ucap Aldi


"Wahh ini makanya saya senang dengan tuan muda Aldi" ucap salah satu pengawal


Para pengawal pesan makanan


"Baiklah mari kita makan" ucap Aldi


"Terimakasih tuan muda" ucap seluruh pengawal


Setelah makan mereka bersiap siap untuk pergi ke ruangan kepala sekolah


Aldi mengetuk pintu


"Baiklah Shilakan masuk" ucap kepala sekolah


Aldi memasuki ruangan bersama Zahra para pengawal dan pelayan menunggu di luar


"Maaf pak kepala sekolah tadi saya pergi ke kantin sekolah untuk merasakan makanan sekolah ini terakhir kalinya" ucap Aldi


"Baiklah tidak apa apa yang mulia Shilakan duduk" ucap kepala sekolah


"Tuan Aldi jangan panggil saya dengan sebutan kepala sekolah panggil saja dengan nama saya" ucap Vandesia de Mista kepala sekolah sekolah antar kasta


"Kalau begitu panggil saya dengan nama saja pak Vendesia, karena saya juga adalah murid sekolah ini " Ucap Aldi


"Emm baiklah Aldi, apakah Andi benar benar ingin meninggalkan sekolah ini ?" Ucap Vandesia


"Saya sebenarnya juga tidak ingin meninggalkan sekolah ini pak" ucap Aldi

__ADS_1


"Tapi ini kehendak ayahanda saya juga tidak ingin menentang kehendak beliau" ucap Aldi


"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau kami membuat upacara perpisahan untuk Aldi " ucap Vendesia


"Apakah perlu pak?" Ucap Aldi


"Tentu saja Aldi apakah kau tidak tahu kerajaan kucing selalu mendonasi sekolah ini" ucap Vandesia


"Baiklah jika kepala sekolah berkenan" ucap Aldi


TRINGGG terdengar suara bel menandakan waktu istirahat


Aldi,Zahra,pengawal,dan pelayan


Di kelas


Para pelayan mengemasi barang Aldi dan Aldi berpamitan dengan para teman teman nya di kelas


Terdengar suara pengumuman


"Anak anak yang bapak cintai bapak minta untuk ke lapangan untuk melaksanakan upacara pelepasan salah satu murid yang sangat penting sekolah ini" ucap kepala sekolah dari speaker yang ada di setiap kelas


Para murid segera menuju ke lapangan


"Baiklah anak anak kita akan melakukan upacara pelepasan untuk salah satu murid yang berpengaruh di sekolah ini" ucap Vandesia


"Dia adalah anak dari raja kerajaan kucing Aldi de obelia" ucap Vandesia


"Apa sejak kapan yang mulia obelia sekolah di sekolah ini ?" Ucap anak anak kelas 8


"Apa yang mulia de obelia sekolah di sekolah antar kasta ?" Ucap salah satu murid senior di sekolah


"Yang mulia de obelia bukannya donatur paling banyak di sekolah ini, dan katanya sekolah ini juga di bentuk atas usul dari kerajaan kucing yaitu Andi de obelia" ucap salah satu murid


"Baiklah yang mulia Shilakan sampaikan beberapa kata" ucap Vandesia


Aldi berjalan menuju tempat Vandesia untuk menyampaikan beberapa patah kata


Semua murid heboh dan suasana lapangan mulai menjadi heboh


"Eh baru pernah aku melihat yang mulia Aldi de obelia secara langsung seperti ini" ucap salah satu murid


"Wah yang mulia tampan sekali ya" ucap salah satu murid


"Wah ternyata benar mata silver dan rambut putih dan juga kulit yang putih" ucap salah satu murid


"Baiklah teman teman yang saya hormati dan kakak kakak kelas yang saya hormati mungkin saya tidak lama berada di sini, tetapi saya tahu bagaimana anak anak tanpa status di pandang oleh anak anak berstatus lainnya, tetapi yang mulia raja Andi de obelia menyarankan saya untuk sekolah di sekolah internasional kerajaan kucing" ucap Aldi


"Apa sekolah internasional kerajaan kucing" ucap beberapa murid


"Yah mungkin hanya itu yang tampak nya saya bisa sampaikan,semoga kita bisa bertemu lagi kedepannya " ucap Aldi


Sesudah upacara murid di minta untuk kembali ke kelas masing masing


"Hufff selesai juga" ucap Aldi


"Hihihi kerja bagus " ucap Zahra mengelus belakang Aldi


Aldi mengambil tangan Zahra dan mencium nya


"Eh ke-kenapa tiba tiba sekali" ucap Zahra


"Tidak" ucap Aldi masih memegang tangan Zahra


"Kita akan tetap bersama walaupun kita di sekolah kerajaan kucing Zahra" ucap Aldi


"Emm iya" ucap Zahra malu malu


"Tuan sudah selesai kita sudah boleh pulang" ucap Wendy


"Eh Wendy"ucap Zahra sambil menarik tangannya


"Cih" ucap Aldi melihat tajam kepada Wendy


"Maaf mengganggu" ucap Wendy keluar


Setelah menyelesaikan urusan pindah di sekolah Aldi beserta rombongan nya kembali ke istana


Di istana


"Apakah sudah selesai ?" Ucap Andi


"Yah begitulah " ucap Aldi tampak kelelahan


"Tuan apakah anda mau minum " ucap pelayan


"Eh iya tolong ya " ucap Aldi


"Wah besok Aldi akan sekolah di sekolah internasional kerajaan kucing ya " ucap Aldi


"Iya semangat ya anak ibu " ucap Nina sambil mengelus kepala Aldi


"Kenapa kakak tampak lemas sekali ?" Ucap Dinda


"Iya kakak lemas sekali" ucap Dini


"Iya nih kepala kakak sakit" ucap Aldi


"Mau dipijitin gak kak ?" Ucap Dini


"Gak usah dek" ucap Aldi


"Nanti kakak minta kak Zahra saja yang mijitin nya " ucap Aldi


"Euhh" ucap Dinda dan Dini


Malam harinya


Aldi tampak berbaring santai di tempat tidur


"Emm Zahra kemana ya ?" Ucap Aldi di dalam hati


"Kenapa setelah kejadian itu aku belum tidak bicara dengan suara misterius yang biasanya kudengar ya ?" Ucap Aldi menggumam


"Zahra lama sekali" ucap Aldi di dalam hati


Aldi keluar kamar mencari Zahra


"Mau kemana tuan muda ?" Ucap pengawal yang di temui Aldi


"Eh maaf pengawal apakah pengawal melihat Zahra ?" Ucap Aldi


"Tadi saya lihat nona ada di balkon depan" ucap pengawal tersebut


"Terimakasih" ucap Aldi langsung pergi


Aldi pergi ke balkon depan kerajaan


"Zahra ?" Ucap Aldi


"Aldi ?" Ucap Zahra


"Zahra kenapa dingin dingin di sini ?" Ucap Aldi


"Ayo kita ke kamar" ucap Aldi


"Zahra ingat kata kata teman kita tadi bukannya Zahra ini kasta kelinci, kenapa Zahra bisa masuk sekolah internasional kerajaan kucing" ucap Zahra


"Memangnya kenapa ?" Ucap Aldi


"Tapi Aldi ?" Ucap Zahra

__ADS_1


"Tidak ada tapi tapian Zahra itu adalah tunangan Aldi" ucap Aldi sambil memeluk Zahra


"Baiklah kalau begitu kita tidur sekarang" ucap Aldi mengelus ngelus kepala Zahra


__ADS_2