
"yang mulia, tuan muda kita sepertinya sudah sampai tinggal berjalan sekitar 100 meter lagi dari sini" ucap Wendy
"Baiklah parkiran kereta ya" ucap Andi
"Siap yang mulia" ucap seluruh pengawal
"Hei apakah kau mau melihat malaikat bangun tidur ?" Ucap salah satu pengawal
"Apa ?" Ucap salah satu pengawal
"Tunggu saja dan lihatlah malaikat baru bangun tidur" ucap salah satu pengawal
"Aldi kita sudah sampai" ucap Andi dengan mengelus kepala Aldi
"Humm ?" Ucap Aldi
"Apakah mau ayah gendong ?" Ucap Aldi
"Sst Andi sepertinya Andi sedang kelelahan karena hal tadi" ucap kucing putih
"Tidak perlu ayahanda Aldi bisa berjalan sendiri" ucap Aldi yang masih tampak lelah dan keluar dari kereta
"Wah benar itu malaikat kita " ucap salah satu pengawal
"Wah tuan muda imut sekali" ucap salah satu pengawal
"Wah baik tidur ataupun tidak tuan muda imut dan tampan sekali" ucap salah satu pengawal
Aldi melihat para pengawal yang sedang membicarakannya dengan wajah ngantuk nya
"Wah malaikat melihat ke sini" ucap salah satu pengawal
"Wah apakah ini keajaiban" ucap salah satu pengawal
"Kyaa" ucap salah satu pengawal
"Tuan Aldi " ucap salah satu pengawal
Aldi memberikan senyum kepada mereka semua dan
"Wah, apakah aku sudah bisa mati ? Karena sudah selesai salah satu keajaiban dunia ?" Ucap salah satu pengawal
"Senyum tuan Aldi memang sangat memikat walaupun pengawal tuan laki laki semua ya ?" Ucap Wendy yang turun dari kereta
"Itu jendral, ayo kita pergi" ucap salah satu pengawal
"Hum mereka sudah pergi ya ?" Ucap Wendy
"Ada apa Wendy ?" Ucap Aldi
"Tidak ada apa apa pangeran" ucap Wendy tersenyum
"Baiklah saya akan mengawal Anda di belakang" ucap Wendy
"Lalu saudara Wendy bagaimana ?" Ucap Aldi
"Yah dia saya suruh memarkirkan kereta" ucap Wendy
"Wahh kenapa ?" Ucap Aldi
"Tidak ada apa apa yah ini atas kemauannya sendiri kok" ucap Wendy
"Apa dia tidak ingin bertemu saya ?" Ucap Aldi
"Baiklah Andi apakah Andi masih mengantuk ?" Ucap Andi
"Tidak kok ayahanda tidak begitu mengantuk" ucap Aldi
"Jika tuan muda terjatuh akan terjadi masalah Lo" ucap Wendy
"Bagaimana kalau pegang tangan sa-" ucap Wendy
"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau pegang tangan ayah ?" Ucap Andi memotong ucapan Wendy
"Yang mulia sama sekali tidak ingin mengalah ya " ucap Wendy
"Baiklah" ucap Aldi sambil menggosok matanya
Tampak gedung yang sangat indah berwarna putih emas yang sangat indah dan sangat mencolok dari kejauhan
"Wah ayahanda apakah kita akan tidur di sini ?" Ucap Aldi
"Yah tentu saja memang nya mau tidur di mana ?" Ucap Andi
__ADS_1
"Katanya kita akan bermalam di hotel ?" Ucap Aldi
"Memangnya ini apa ?" Ucap Andi
"Ini hotel ?!!" Ucap Aldi
"Tentu saja ini hotel bagaimana mungkin ini istana ?" Ucap Andi
"Aldi pikir ini adalah istana" ucap Aldi
"Haa, Bagaimana mungkin istana seperti ini ?" Ucap Andi
"Yah memang sih istana kita lebih megah dan indah dari ini" ucap Aldi
"Yah memangnya hotel ini masih jelek ya ?" Ucap Andi
"T-t-tidak kok" ucap Aldi
"Kalau mau ayah bisa meratakan ini semua dan membangun ulang sepuluh kali lebih bagus dari ini" ucap Andi
"Cih dasar bocah sok kaya" ucap kucing putih di dalam tubuh Andi
"Apa katamu ?" Ucap Andi
"Ada apa ayahanda ?" Ucap Aldi
"T-t-tidak ada apa apa" ucap Andi
"Kau memang beruntung dapat anak imut imut semua dasar ayah sayang anak" ucap kucing putih di dalam tubuh Aldi
"Kau mau kubunuh ?" Ucap Andi
"A-a-ada apa ayahanda apakah ayahanda marah kepada Aldi ?" Ucap Aldi menangis
"Emm, yang mulia apakah anda sedang sakit ?" Ucap Wendy
"T-t-tidak sayang, ayah tidak bicara dengan Aldi kok ayah hanya berbicara dengan iblis bertanduk dua" ucap Andi mengelus kepala Aldi
"Wah Aldi memang sangat imut kalau sedang sedih ya" ucap kucing putih itu di dalan tubuh Aldi
"Hum, benarkah ?" Ucap Aldi
"Tentu saja " ucap Andi mengelap air mata Aldi
Dari kejauhan tampak ada beberapa pelayan perempuan dan pengawal devisi singa yang berjaga di luar hotel
"Wah apakah itu tuan Aldi ?" Ucap salah satu pelayan
"Yah tuan Aldi sepertinya tidak cedera ya ?" Ucap salah satu pelayan
"Bagaimana mungkin tuan muda kita bisa cedera tuan muda kan sangat kuat" ucap salah satu pengawal
Andi,Aldi dan Wendy sampai di depan hotel
"Hormat kami kepada yang mulia obelia dan jendral kasta" ucap seluruh pengawal dan pelayan
"Terimakasih" ucap Aldi
"Imutnya " ucap seluruh pelayan dalam hati
Aldi tampak melihat lihat hotel
"Apakah ada yang salah tuan muda?" Ucap Wendy
"Kenapa tidak ada orang di sini ya Wendy ?" Ucap Aldi
"Bagaimana mungkin di sini ada orang tuan muda, ini kan hotel kerajaan" ucap Wendy
"Humm ?" Ucap Aldi
"Hotel kerajaan itu adala-" ucap Wendy
"Hotel kerajaan itu adalah hotel yang hanya ditempati oleh petinggi kerajaan, raja, dan pengawal atau pelayan dari satu kerajaan atau kasta saja" ucap Andi memotong Wendy
"Wah yang mulia bermain agresif" ucap Wendy bergumam
"Baiklah Shilakan masuk yang mulia,pangeran,dan jendral" ucap seluruh pelayan
"Aku ingin kalian berjaga dengan sangat ketat aku tidak ingin penyerangan kepada tuan Aldi terulang kembali" ucap Wendy
"Siap jendral" ucap seluruh pengawal
"Wendy apakah Wendy ingin satu kamar dengan saya ?" Ucap Aldi memegang jadi Wendy
__ADS_1
"Apakah mau sekamar dengan ayah ?" Ucap Andi
"Aldi sudah besar untuk sekamar dengan ayah" ucap Aldi
"Baiklah kalau begitu ayah akan masuk terlebih dahulu" ucap Andi kecewa
"Hahaha makan" ucap kucing putih di dalam tubuh Andi
"Wahh imutnya" ucap Wendy di dalam hati
"Wahh tuan muda tampak sangat imut" ucap seluruh pelayan yang
menyaksikan itu
"Ta-ta-tapi tuan muda saya kan pengawal bagaimana mungkin sekamar dengan anda " ucap Wendy
"Humm tidak bisa ya ?" Ucap Aldi
"T-t-tentu saja bisa yang mulia tapi saya akan memberitahu kepada adik saya" ucap Wendy
"Kenapa tidak ajak sekalian saja adik Wendy untuk sekamar dengan kita ?" Ucap Aldi
"Apa ?" Ucap Wendy
"Yah seperti yang saya bilang" ucap Aldi
"Ta-ta-tapi tuan muda ... Huff baiklah" ucap Wendy menghela nafas
"Baiklah saya akan mengajaknya " ucap Wendy
"Ada apa ?" Ucap adik Wandy
"Sini aku ingin berbicara sebentar " ucap Wendy
"Berbicara apa kenapa tidak di sini saja ?" Ucap Wandy
"Sudahlah ikut saja" ucap Wendy
"Tuan muda kalau ingin masuk Shilakan masuk lah dulu" ucap Wendy
"Tidak saya akan menunggu di sini, jangan lama lama ya" ucap Aldi duduk di kursi depan
Tampak berbeda pelayan menatap Aldi dari jauh
"Apakah dia tuan muda kita ?" Ucap salah satu pelayan
"Yah aku juga tidak menyangka tuan muda sudah sebesar ini" ucap salah satu pelayan
"Yah aku sudah lama tidak pulang ke kerajaan sih" ucap salah satu pelayan
"Aku juga dari dulu sudah menyangka tuan Aldi akan tumbuh menjadi laki laki yang tampan" ucap salah satu pelayan
"Humm ? Kenapa kakak kakak itu menatapku terus dari jauh ?" Ucap Andi
"Wah tuan Aldi melihat ke sini loh" ucap salah satu pelayan
"Wah makin imut saja tuan Aldi" ucap salah satu pelayan
Aldi melambai dan memberikan senyuman kepada mereka
"Wahh imut sekali" ucap seluruh pelayan
Di tempat Wendy
"Wandy berterimakasih lah kepadaku " ucap Wendy
"Berterimakasih ? Berterimakasih untuk apa ?" Ucap Wandy
"Yah berterimakasih dulu baru aku akan katakan" ucap Wendy
"Berterimakasih kak, kau sudah mengambil tugas ku untuk mengawal tuan muda kita yang sangat imut" ucap Wandy
"Yah itu salahmu karena kau .. ya" ucap Wendy
"Aku apa ?" Ucap Wandy
"Yah sudah lah akan aku beritahu..." Ucap Wendy
"Cepat katakan" ucap Wandy
"Kita akan tidur di kamar tuan muda malam ini" ucap Wandy
"Apa kau bilang !!!" Ucap Wandy berteriak
__ADS_1