
Aldi yang tampak beda dengan mata merahnya, dan tumbuh ekor berwarna hitam mendekati orang orang yang menusuk perempuan itu dengan pedang tampak kedua orang itu tertarik ke tanah karena tekanan dari tubuh Aldi yang kuat
"Maaf aku telah terlambat" ucap Aldi
Aldi meletakan tangannya di tempat perempuan itu tertusuk dan mulut Aldi mengeluarkan darah
"Baiklah apa yang harus kulakukan kepada kalian ini ?" Ucap Aldi dengan tersenyum
Zahra yang melihat tingkah Aldi yang berubah segera mendatangi Aldi
"Aldi" ucap Zahra dari jauh sambil berlari ke arah Aldi
Aldi melihat Zahra dengan tatapan dinginnya dengan mata yang merah
"Apa" ucap Aldi dengan dingin
"Apakah Aldi melupakan Zahra " ucap Zahra
Aldi kemudian memegang kepalanya sambil berteriak
Seluruh murid pingsan karena tekanan itu dan Aldi juga pingsan, saat Aldi pingsan Zahra dengan cepat memeluknya Aldi kembali ke wujud pangeran dengan berambut putih dan mata silver nya
"Tidak apa apa Aldi " ucap Zahra sambil memeluk Aldi
Pada saat Aldi sadar dia sudah berada di UKS sekolah yang di sampingnya tampak Zahra sedang tertidur
"Apa yang terjadi" ucap Aldi masih tampak lemas
"Aldi apakah Aldi juga mencintai Zahra ?" Ucap Zahra mengigau
Aldi tidak ingat apa yang terjadi dengan dirinya dia hanya ingat saat perempuan itu tertusuk pedang
Aldi pergi melihat cermin dengan badannya yang lemas Aldi dengan pelan mendekati cermin dan berkaca
"Humm jadi aku kembali ke wujud pangeran ya ?" Ucap Aldi dengan mengangkat rambut putih nya
"Aldi ? Aldi di mana " Ucap Zahra panik
"Iya ?" Ucap Aldi
"Aldi masih lemah jangan memaksakan diri untuk berdiri lebih baik istirahat saja" ucap Zahra
"Apa yang terjadi Zahra " ucap Aldi
Zahra tahu betul apa yang terjadi dan Zahra juga takut saat mengingat Aldi yang saat itu seperti monster yang tampak sangat dingin
"Humm ? Tidak ada apa apa " ucap Zahra
"Oh iya bagaimana dengan perempuan itu ?" Ucap Aldi ingin berdiri
"Dia sudah sadar dan dilarikan ke rumah sakit " ucap Zahra sambil menahan badan Aldi
"Siapa yang menangkap penjahat tersebut" ucap Aldi
"Yah tadi ada 7 jendral yang datang dengan cepat dan mengurusnya" ucap Zahra
7 jendral kucing memang terkenal di seluruh dunia kasta karena 7 jendral tersebut mewakili setiap kucing besar 7 jendral mewakili 7 jendral membuat 7 devisi kucing 7 kucing besar yaitu singa, harimau,macan tutul, cheetah,jaguar,puma,dan macan tutul salju karena 7 jendral ini, kerajaan kucing memiliki militer yang kuat dan paling ditakuti.
"Huff jadi begitu ya" ucap Aldi mengangkat rambut nya
"Kenapa Aldi Aldi kembali menjadi wujud pangeran seperti ini " ucap Aldi bertanya
"Humm ? Yah Aldi tadi pingsan karena melihat hal itu sih " ucap Zahra
"Terus kena-" ucap Aldi
"Ssst jangan banyak bicara dulu" ucap Zahra menutup mulut Aldi
"Lebih baik Aldi makan apel dulu ya " ucap Zahra
"Baiklah" ucap Aldi
"Oh iya tadi 7 jendral menyuruh Zahra untuk menjaga Aldi lho" ucap Zahra sambil mengupas apel
"Hmm benarkah" ucap Aldi berbaring
"Iya tampaknya 7 jendral sangat cemas dengan Aldi, apakah Aldi itu juga dekat dengan jendral ?" Ucap Zahra
"Hmm iya sih selain menjadi guru Aldi juga sering mengajak jendral jendral untuk bermain dan berkemah di tempat yang jauh" ucap Aldi
"Humm baiklah ini dia apelnya sudah siap dimakan " ucap Zahra
"Baiklah sini" ucap Aldi
"Ehh tidak tidak tidak " ucap Zahra
"Emm ? Kenapa " Ucap Aldi
"Aldi masih sakit biar Zahra saja yang menyuapi Aldi " ucap Zahra
"Ehh tidak tidak tidak" ucap Aldi malu
"Kenapa malu kan tidak ada orang yang melihat lagipula Kitakan sudah bertunangan ingat kondisi Aldi yang lebih penting lho" ucap Zahra
"Huh baiklah" ucap Aldi
"Baiklah buka mulutnya ahhhhhh" ucap Zahra tersenyum
__ADS_1
"Jangan tersenyum" ucap Aldi semakin
malu
"Baiklah baiklah ayo ayo buka mulutnya" ucap Zahra
Aldi membuka mulutnya dengan pelan pelan
"Pangeran obelia pangeran obelia" ucap suara murid dari luar
Murid murid di luar tiba tiba membuka pintu UKS dan melihat Aldi yang disuapi oleh Zahra
Aldi tampak marah dan Zahra tampak biasa saja
"Maaf menganggu" ucap murid semuanya dan kembali menutup pintu UKS
"Ada apa" ucap Aldi tampak cemberut
"Apakah anda adalah yang mulia Aldi dr obelia" ucap murid murid
"Iya aku adalah Aldi de obelia dan Zahra adalah tunangan ku Zahra de obelia" ucap Aldi
"Tetapi kan putri Zahra belum sah menjadi istri anda yang mulia" ucap beberapa murid perempuan
"Aku tidak akan memilih yang lain selain Zahra " ucap Aldi tanpa ragu menjawab
Tampak wajah Zahra tersipu
"Kenapa yang mulia obelia menyamar menjadi rakyat jelata" ucap beberapa murid
"Yah aku ingin tahu bagaimana kehidupan murid yang tidak memiliki status seperti ku" ucap Aldi
Para murid terdiam dan saling menatap
"Hmm jangan khawatir aku tidak akan memerangi kerajaan kalian saat ini" ucap Aldi
Para murid pun tampak berkeringat mendengar ucapan Aldi
"Baiklah Zahra kita kembali ke kelas" ucap Aldi
Aldi dan Zahra berjalan menjauh meninggalkan murid murid yang berkerumun di depan pintu UKS
"Apa Aldi tidak apa apa ? Tidak ingin pulang dulu?" Ucap Zahra
"Hmm tidak apa apa kok begini juga tidak apa apa" ucap Aldi dari
"Bagaimana ini kita sudah membuat masalah dengan pangeran kasta terkuat" ucap murid yang masih ada di depan pintu UKS
"Yah mana ku tahu yang membuat masalah bukan cuma kita, kita kan hanya sedikit membuat masalah tetapi, yang paling banyak membuat masalah kan .... " ucap salah satu murid
"Bagaimana nasip nya" ucap murid
"Yah kau sendiri juga tahu bagaimana perkembangan kerajaan kucing dan kekuatan militer nya, bahkan dikatakan kerajaan kucing memiliki senjata dari dunia lain " ucap salah satu murid
"Iya sungguh kerjaan yang menakutkan" ucap salah satu murid
"Tapi yang membuat kerajaan itu hebat tentu saja keturunan bangsawan nya yang berciri khas rambut putih menggoda dan mata silver nya belum lagi " ucap
"Yasudah jangan dibahas lagi lebih baik kita bubar" ucap murid
DI KELAS
Aldi tampak lemah tampak Zahra di sampingnya Aldi menyandar kepada Zahra, tidak ada yang berani melirik sampai guru pun tidak berani menegurnya karena kasta kucing merupakan kasta yang paling berpengaruh di dunia kasta Aldi tampak berbeda dia tampak sensitif tidak seperti biasanya yang kalem dan selalu menjaga wibawanya
TIBA SAATNYA PULANG
Aldi tampak tertidur pulas di bahu Zahra tampak lemas Zahra diam tidak bergerak karena takut Aldi terbangun
Tampak salah satu jendral kucing yang menjemput mereka
"Tuan putri dan pangeran tidak kembali saya kemari untuk menjemput tuan putri dan pangeran" ucap jendral tersebut
"Hmm " ucap Aldi masih tertidur pulas
"Tuan muda ?" Ucap jendral tersebut
"Hmm dari pasukan macan tutul ya? " Ucap Aldi
"Siapa ini" ucap Aldi
"Tuan muda ini saya Zaky jendral macan dari 7 jendral kucing" ucap Zaky
"Emm ya Zaky cepat antar kami pulang ya " ucap Aldi membuang kan diri ke Zaky
"Baiklah tuan muda pasukan kami akan mengantar anda kembali " ucap Zaky
Sekolah menjadi heboh karena kedatangan salah satu jendral kerajaan kucing yang rumornya satu jendral kucing bisa menghancurkan satu kerajaan
"Siapa yang datang" ucap murid yang masih berada di kelas
"Jendral kucing yang hebat itu ?" Ucap salah satu murid
Dengan cepat Zaky menyelinap di antara murid macan tutul memang di kenal sebagai hewan yang cepat
Aldi digendong oleh Zaky menuju kereta. Di dalam kereta Aldi tidur di bahu Zahra
Setelah beberapa menit kemudian Aldi dan Zahra sampai di kerajaan kucing dengan kereta yang di tarik oleh Zaky dengan kembali ke bentuk hewan seorang bisa kembali ke bentuk hewan, dan manusia karena dia mendapatkan kekuatan langsung dari raja kasta atau dia adalah seorang bangsawan tetapi orang yang berkasta rendah memiliki kemampuan hanya memiliki setengah hewan dan setengah manusia
__ADS_1
Melihat Aldi yang tampak pingsan para pelayan cepat mendatangi kereta
"Ada apa dengan tuan muda" ucap para pelayan yang langsung menghampiri kereta
Para pelayan cepat membawa Aldi kembali ke kamar
"Aldi cepatlah bangun" ucap Zahra menggenggam tangan Aldi
Aldi tampak sangat lemas dan tidak bertenaga tampak kulit Aldi yang putih itu memucat berbaring di tempat tidur,
yang ditemani oleh Zahra di sampingnya
Tiba tiba terdengar suara pintu terbuka
Krak
"Apakah Aldi baik baik saja" ucap Andi membuka pintu
"Ayahanda Ald-" ucap Zahra
"Jangan bicara ayah sudah mengetahuinya" ucap Andi
"Aldi tampaknya sangat lemas ya" ucap kucing putih
Kucing putih itu melihat badan Aldi dengan tajam
"Sepertinya aku tidak melihatnya" ucap kucing putih tersebut
"Huff baiklah bagaimana kita akan menyembuhkan Aldi ?" Ucap Andi
"Aku bukannya tidak mau menyembuhkan Aldi tetapi aku tidak bisa" ucap kucing putih itu
Tampak seorang pelayan mendatangi ruangan kamar Aldi dan Zahra
Pelayan tersebut berbisik kepada Andi
"Baiklah Zahra ayah hanya bisa menjenguk sebentar saja" ucap Andi
"Tidak apa apa ayahanda" ucap Zahra
"Baiklah ayah tidak ada waktu lagi ayah harus pergi sekarang" ucap Andi
"Jika butuh apa apa shilakan panggil saja pelayan" ucap Andi
"Baiklah ayahanda" ucap Zahra
Aldi meninggalkan ruangan bersama kucing putih, dengan para pelayan
Aldi dan Zahra ditinggalkan berdua di kamar, dan tentu saja para pelayan dan pengawal senantiasa berjaga di luar
"Datanglah sang roh pendahulu aku memanggilmu dengan kekuatan darah ku" ucap Zahra menyayat tangannya dan meneteskan darah nya
"Kau memanggilku Zahra ?" Ucap kelinci dengan ukuran yang cukup besar dan berwarna biru
"Yah aku memanggilmu apakah kau bisa menyembuhkan tunanganku ?" Ucap Zahra
"Hmm sebentar coba aku lihat dan aku periksa dulu" ucap kelinci itu sambil melihat Aldi dari ujung kepala sampai ujung kaki dan mengendus nya
Kelinci itu tampak terkejut
"Zahra aku bisa menyembuhkannya" ucap kelinci tersebut
"Tapi apakah tunanganmu ini" ucap kelinci tersebut
"Yah kenapa ?" Ucap Zahra
"Sudahlah aku tidak ingin membahasnya" ucap kelinci tersebut
Kelinci tersebut menggesel geselkan bulunya ke badan Aldi
"Mungkin ini tidak akan bereaksi cepat tetapi percayalah dia akan sembuh" ucap kelinci itu
"Terimakasih" ucap Zahra
"Tenang saja aku kan roh kasta mu, panggil saja jika ada perlu, ratuku " ucap kelinci tersebut
Kelinci tersebut pun menghilang
"Aldii cepatlah bangun" ucap Zahra menggenggam tangan Aldi sambil menangis
Beberapa hari Aldi sakit tampak keesokan harinya Aldi sudah siuman walaupun masih lemah Aldi tampak bisa duduk dan berbicara walaupun Aldi berbicara dengan pelan
Para pelayan sangat khawatir dengan Aldi begitu juga dengan ibu Aldi yang mulia permaisuri Nina de obelia dan ayah Aldi yang mulia raja Andi de obelia dan juga tunangan Zahra de Charlotte
Aldi makan masih disuapi oleh Zahra
Beberapa hari kemudian Aldi kembali ke sekolah dengan pakaian kerajaan yang berwarna putih
Aldi keluar dari kereta dan bersama dengan pengawal dan pelayan yang mengawal Aldi adalah 2 jendral kucing yaitu Zaky jendral cheetah Dengan Wendy jendral singa
"Tuan muda, nona kita sudah sampai" ucap Zaky dan Wendy sambil memberikan salam penghormatan
"Hmm kita sudah sampai ?" Ucap Aldi
Tampak semua murid heboh melihat Aldi bersama para pengawal dan pelayan
"Apakah saya harus mengaktifkan spirit saya tuan muda ?" Ucap Wendy
__ADS_1