
"pada saat saya berada di kerajaan domba, saya sedang bersantai di balkon, sepertinya orang yang menyerang saya saat di kerajaan itu menyerang kembali" ucap Aldi
"Jadi pelakunya sama dengan yang menyerang anda di kerajaan ? Tuan muda ?" Ucap Wendy
"Tapi saya merasa dia adalah orang yang berbeda"ucap Aldi
"Apa maksud anda tuan muda ?" Ucap Wandy
"Yah saya merasakan tidak ada kecocokan antara mereka berdua" ucap Aldi
"Jadi pelaku yang menyerang anda ini masih berkeliaran di luar ?" Ucap Wendy
"Tapi tuan muda anda belum menjelaskan seluruh ceritanya,bagaimana anda bisa selamat ?" Ucap Wandy
"Oh kalau itu akan saya jelaskan lagi. Saat saya bersantai di balkon ada orang misterius yang menyerang saya bersama lima orang misterius saya mendengar suara aneh yang menyuruh saya memancing mereka ke hutan, kemudian saya merasakan badan saya panah dan keluar pedang hitam dari tubuh saya, saya hanya dapat melihat saya tidak bisa menggerakkan tubuh saya saya menebas mereka Dangan pedang dan tubuh mereka langsung menjadi debu " ucap Aldi
"Humm aku tidak lagi mendengar suara misterius itu apakah dia sudah pergi lagi ?" Ucap Aldi di dalam hati
"Tuan muda kami akan menyelidiki ini" ucap Wendy
"Baiklah, tolong ya " ucap Aldi
"Tentu saja tuan muda kami pasti akan menolong anda" ucap Wendy dan Wandy
"Baiklah sekarang sudah malam mari kita tidur" ucap Aldi
"Apakah kami tidur di tempat tidur ini ?" Ucap Wandy
"Tentu saja bagaimana mungkin saya menyuruh kalian untuk tidur di bawah" ucap Aldi tersenyum
Tampak Wendy yang berbaring di atas tempat tidur Aldi
"Hei kakak bukannya kau tidak sopan ?" Ucap Wandy
"Tidak sopan apanya sejak dulu aku sudah akrab dengan tuan muda jadi tidak apa apa kan tuan muda ?" Ucap Wendy
"Tentu saja" ucap Aldi tersenyum
"Jangan sungkan sungkan Wandy " ucap Aldi tersenyum
"Wah senyum itu, senyum yang kerajaan ini pertahankan, sifat yang kami impikan, orang yang selalu kami impikan sekarang ada di depan ku" ucap Wandy di dalam hati
"Baiklah selamat tidur semua" ucap Aldi menarik selimut
"Aku bersumpah akan selalu melindungi tuan Aldi" ucap Wendy di dalam hati
"T-t-tuan muda kami tidak bisa berbagi selimut dengan anda" ucap Wendy
"Kenapa ?" Ucap Aldi
"Pokoknya tidak bisa" ucap Wendy
"Baiklah, lalu bagaimana ?" Ucap Aldi
"Kami tidur tanpa selimut saja anda saja yang memakai selimut"ucap Wendy
"Apakah kalian tidak kedinginan ?" Ucap Aldi
"Tenang saja tuan muda kami kan pasukan devisi singa kerajaan kucing angin malam biasa bagi kami" ucap Wendy
"Tidak saya akan mencarikan selimut untuk kalian berdua" ucap Aldi keluar dari selimutnya dan keluar kamar
"T-t-tidak tuan muda, kalau begitu izinkan kami berdua ikut" ucap Wendy
"Baiklah baiklah ikutlah" ucap Aldi
Aldi,Wendy,dan Wandy keluar kamar untuk mencari selimut mereka mengetuk kamar para pelayan untuk meminta selimut
"Permisi apakah saya boleh meminjam selimut ?" Ucap Aldi mengetuk pintu
"Humm siapa malam malam ?" Ucap salah satu pelayan
"Emm Wandy apa kau ingin melihat bagaimana tuan Aldi menaklukan wanita ?" Ucap Wendy
"Humm ?" Ucap Wandy
"Maaf apakah saya boleh meminjam selimutnya ?" Ucap Aldi tersenyum
"B-b-baiklah t-t-tuan muda p-p-perlu berapa b-b-banyak ?" Ucap pelayan itu
"Itu lihat bagaimana tuan Aldi dengan mudahnya menaklukan nya" ucap Wendy
"Iya hanya dengan senyuman" ucap Wandy
"Yah kau juga senang kan melihat senyum tuan Aldi ?" Ucap Wendy
"Iya, tapi saat aku melihat senyum tuan Aldi aku merasa ingin melindunginya" ucap Wandy
"Yah itu memang wajar" ucap Wendy
"Apakah kau juga merasa demikian kak, Apa yang kau pikirkan dari tadi ?" Ucap Wandy
"Tentu saja aku berpikir sama sepertimu aku pasti akan melindungi tuan Aldi tapi aku masih penasaran siapa yang berani menyerang tuan Aldi ?" Ucap Wendy
"Saya cuman perlu dua" ucap Aldi
Pelayan itu menggambil kan dua selimut dan memberikannya kepada Aldi
"Terimakasih ya kakak" ucap Aldi tersenyum
"J-j-j-jangan sungkan tuan muda" ucap pelayan itu
"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu" ucap Wendy
"Sampai jumpa kakak" ucap Aldi yang pergi sambil melambai
"Tuan muda anda terlalu baik kepada orang lain " ucap Wendy
"Apakah itu tidak baik ?" Ucap Aldi
"Bukan begitu tuan muda, apakah anda mengingat apa yang terjadi dulu anda terlalu baik dan anda pernah hampir dibunuh oleh pembunuh bayaran" ucap Wendy
"Yah bagaimana mungkin saya lupa hal itu sungguh membekas kepada saya" ucap Aldi
"Apa ?" Ucap Wandy
"Dulu saya pernah menyelamatkan seseorang dari kasta lain" ucap Aldi
Yah saat itu, 1 tahun yang lalu,tepatnya saat tuan Aldi berumur 6 tahun
Aldi saat itu sedang berlatih pedang di taman
"Tuan Aldi apakah anda ingin bermain di kota ?" Ucap Wendy dan Zaky
"Apakah boleh?" Ucap Aldi yang tampak semangat
"Tentu saja mari kita meminta izin terlebih dahulu kepada yang mulia" ucap Wendy
"Baiklah" ucap Aldi
Mereka bertiga menuju ke tempat singgasana raja kucing Andi de obelia
"Yang mulia apakah kami berdua membawa tuan muda ke kota ?" Ucap Wendy
__ADS_1
"Humm akhir akhir ini aku mendengar kabar burung kalau adanya pembunuh bayaran yang menyelinap di kerajaan ini, aku rasa itu hanya kabar burung dan aku rasa Aldi akan baik baik saja karena dia berada di pengawasan kedua jendral kucing" ucap Andi di dalam hati
"Baiklah jendral singa Wendy dan jendral cheetah Zaky, aku memerintahkan kalian untuk mengawal anakku Aldi de obbelia" ucap Andi
"Siap yang mulia perintah anda akan kami laksanakan " ucap Wendy
"Terimakasih ayahanda" ucap Aldi tersenyum
"Baiklah sekarang Aldi ganti baju lah " ucap Andi
"Ganti baju?" Ucap Aldi
"Pelayan bawa Aldi untuk mengenakan pakaian yang cocok" ucap Andi de obelia
"Hormat kami kepada yang mulia obbelia" ucap seluruh pelayan
"Baiklah yang mulia" ucap seluruh pelayan
Aldi pun di bawa ke salah satu kamar dan di depan pintu kamar itu tampak Wendy dan Zaky yang berjaga
"Baiklah tuan muda anda ingin pergi ke kota dengan pakaian yang sangat mewah sepertinya " ucap salah satu pelayan
"Tidak saya ingin ke kota dengan pakaian kerajaan saja kakak" ucap Aldi
"Hum dengan pakaian kerajaan ?" Ucap salah satu pelayan
"Baiklah tuan muda dengan pakaian kerajaan saya rasa cocok juga" ucap salah satu pelayan
Aldi dipakaikan pakaian kerajaan dengan wajah tampan,kulit putih mata silver dan rambut putihnya dia mengenakan pakaian kerajaan yang berwarna putih bersih
"Wah apakah ini cocok ?" Ucap Aldi
"Tuan muda itu sangat cocok" ucap seluruh pelayan
"Heheh, terimakasih" ucap Aldi tertawa kecil
"apakah anda sudah selesai mengganti baju tuan muda ?" Ucap Wendy
"Sudah" ucap Aldi membuka pintu
"Apakah ini sudah cocok ?" Ucap Aldi
"T-t-tuan muda apakah anda ingin membuat kamu diabetes ?" Ucap Wendy
"Humm ?" Ucap Aldi
"Imut sekali" ucap pelayan Wendy dan Zaky yang ada di sana
Aldi menunjukan pakaiannya kepada seluruh penghuni kerajaan, wajar saja itu untuk dilakukan untuk anak seumuran nya
"Kakak kakak bagaimana baju Aldi " ucap Aldi yang sangat ceria senyum manis tampak dari wajahnya yang memamerkan baju putih bersih nya
Anisa yang saat itu baru saja selesai latihan dengan salah satu jendral, tampak lelah tetapi apa mau dikata adiknya yang sangat dia sayangi menunjukan sesuatu yang sangat indah
"Wah indah sekali pangeran kecil ku" ucap Anisa memeluk Aldi dan mencium kepala nya
"Wahh kakak baru selesai berlatih ya ?" Ucap Aldi
"Iya kakak sangat lelah" ucap Anisa
"Apakah kakak bisa menemani Aldi ke kota hari ini ?" Ucap Aldi
"Maaf Aldi sepertinya kakak tidak bis-" ucap Anisa
"B-b-baiklah tidak apa apa kok Aldi j-j-juga sudah ditemani dengan Zaky dan Wendy" ucap Aldi tersenyum
Tapi tentu saja Anisa mengetahui bahwa adiknya merasa sedih
Melihat adiknya yang tampak sedih Anisa merasa tidak tega
"Sst"ucap Anisa
"Sudahlah kita pergi setelah kakak mandi bagaimana ?" Ucap Anisa
"Humm baiklah" ucap Aldi
Anisa meninggalkan Aldi dan masuk ke dalam
Aldi tampak duduk di air mancur di depan rumahnya
"Kak Aldi mau kemana ?" Ucap Andini yang tiba tiba saja muncul
"Humm kakak mau jalan jalan bersama kak Anisa apa Andini mau ikut ?" Ucap Aldi
"Wahh apakah boleh ?" Ucap Andini
"Tentu saja boleh adikku" ucap Aldi mengelus kepala Andini
"B-b-baiklah kalau begitu" ucap Andini
"Tapi bagaimana dengan Dinda dan Dini ?"ucap Aldi
"sepertinya mereka tidur siang kak" ucap Andini
"Baiklah kalau sudah begitu" ucap Aldi
"Kenapa kakak duduk di sini ?" Ucap Andini
"Yah kakak menunggu kak Anisa yang mandi" ucap Aldi
"Wah pakaian kakak bagus ya ?" Ucap Andini
"Eh iya ini pakaian yang katanya cocok untuk kakak, bagaimana ?" Ucap Aldi berputar
"Wah cocok sekali seperti seorang raja muda" ucap Andini
"Hahaha" ucap Aldi tertawa
"Tapi kakak apakah Andini juga bisa menggunakan pakaian seperti kakak?" Ucap Andini yang tampak menginginkan pakaian yang sama dengan Aldi
"Tentu saja" ucap Aldi memegang tangan adiknya
"Eh- k-kakak kita mau kemana ?" Ucap Andini
"Sudahlah ikut saja" ucap Aldi
Aldi membawa Andini ke tempat pelayan yang membuatkannya pakaian tadi tadi
"Emm- permisi kakak kakak apakah saya boleh meminta permintaan ?" Ucap Aldi
"Wahh imutnya" ucap seluruh pelayan melihat Aldi dan Andini
"Emm- k-k-kakakkk" ucap Andini yang berlindung di belakang Aldi
"Tidak apa apa mereka orang yang baik" ucap Aldi
"Wahh imutnya " ucap seluruh pelayan di dalam hati
"Maaf atas kelancaran kami pangeran,putri hormat kami kepada pangeran dan putri obelia" ucap seluruh pelayan
Mendengar perkataan itu Andini tidak lagi takut dan berdiri di samping Aldi dengan memegang lengan baju Aldi
Karena tinggi mereka sama mereka jadi tampak sangat imut" ucap salah satu pelayan
__ADS_1
"Sudahlah jaga perkataan kalian" ucap Wendy yang datang
"Wendy " ucap Aldi
"Tuan muda anda larinya cepat sekali saya sampai tidak terkejar" ucap Wendy
"Humm, bagaimana dengan Zaky ?" Ucap Aldi
"Zaky berlari lebih cepat dari saya dan dia jauh berada di depan saya saya juga tidak tahu di mana dia sekarang" ucap Wendy
"Humm begitu ?" Ucap Aldi
"Jadi, untuk apa anda kemari lagi ?" Ucap Wendy
"Yah adik tercinta daya ingin memakai baju kerajaan kita juga" ucap Aldi
"Bukanya anda juga memiliki baju kerajaan, tua. Putri ?" Ucap Wendy
"Maaf tuan jendral itu merupakan baju kerajaan lama sedangkan baju yang tuan Aldi pakai adalah baju kerajaan baru " ucap salah satu pelayan
"Hoo begitu jadi ? Tunggu apa lagi cepat siapkan baju tuan putri" ucap Wendy
"Baiklah" ucap seluruh pelayan
Andini masuk kedalam untuk pengukuran baju agar sesuai dengan badannya saat jauh dari Aldi dia saja tampak ketakutan
"Tenang lah kakak ada di luar"ucap Aldi
"Tuan muda kenapa anda begitu dekat dengan nona Andini ?" Ucap Wendy
"Aa apakah kau lupa ? Dia itu adik saya bagaimana mungkin aku tidak bisa sangat dekat dengan adik saya sendiri" ucap Aldi
"Tidak maksud saya kenapa anda sangat lengket kepada nona Nina ?" Ucap Wendy
"Yah anda juga tahu kan kalau Andini dari dulu saat ada acara acara dansa dia selalu dikelilingi oleh laki laki dari kerajaan lain ?" Ucap Aldi
"Yah tentu saja seperti anda" ucap Wendy
"Yah karena itulah dia sangat takut saat di pandang oleh orang lain" ucap Aldi
"Mereka memang seperti serangga yang mengganggu kucing mereka belum tahu sampai kita mengeluarkan taring dan mereka belum tahu kalau kucing bangun" ucap Wendy
"Yah karena saya pernah merasakan apa yang Andini rasakan saya jadi terus melindunginya dari para laki laki yang mendekatinya" ucap Aldi
"UMM begitu" ucap Wendy
"Baiklah tuan Aldi saya juga akan melindungi Nina Andini mulai saat ini" ucap Wendy
"Baiklah terimakasih" ucap Aldi
"Baiklah tuan muda apakah anda sudah siap melihat Dewi ?" Ucap suara dari dalam
"Apa ?" Ucap Aldi
"Mari kita sambut Dewi kita" ucap salah satu pelayan membuka pintu
"Ba-b-bagaimana kakak ?" Ucap Andini
"Yah cantik seperti biasa" ucap Aldi mengelus kepala Andini
"T-t-terimakasih kakak" ucap Andini memerah
"Sepertinya tuan Aldi sama sekali tidak bergeming ya ?" Ucap salah satu pelayan berbisik
"Yah tuan Aldi kan hanya mengganggap nona sebagai adik nya apalagi adik kandung tidak lebih dari itu" ucap salah satu pelayan berbisik
"Baiklah kalau begitu mari kita melapor ke yang mulia terlebih dahulu" ucap Wendy
"Kenapa lapor ke ayahanda lagi ?" Ucap Aldi
"Tuan muda apakah anda lupa anda membawa Nona loh kali ini jadi kita harus memberi tahukan hal ini kepada yang mulia dan meminta yang mulia untuk membawa pengawal pribadi nona Andini" ucap Wendy
"Baiklah" ucap Aldi
Mereka berjalan menuju ke tempat raja
"Eh kalau diingat ingat pengawal Andini itu kan salah satu murid jendral kasta kan ya ?" Ucap Aldi
"Yah murid dari jendral macan tutul salju" ucap Andini
"OOO bukanya devisi macan tutul salju adalah devisi khusu untuk wanita ya ?"ucap Aldi
"Yah kakak devisi itu adalah devisi yang khusus untuk wanita kan kakak juga berlatih dengan jendral macan tutul salju" ucap Andini
"Yah kalau berbicara soal jendral itu sih-" ucap Aldi
"Em kenapa ?" Ucap Andini
"Ya tidak ada apa apa jangan dipikirkan" ucap Aldi berjalan cepat
"Hey kakak tunggu " ucap Andini
Sesampainya mereka di tempat raja
"Yang mulia tuan Aldi ingin membawa nona Andini untuk pergi ke kota" ucap Wendy
"Tidak saya tidak setuju" ucap Andi
"Ta-ta-tapi ayahanda Andini juga kan ingin pergi ke kota bukannya ini tidak apa apa ayahanda ?" Ucap Aldi
"Tidak boleh !!" Ucap Andi
"Ta-Tapi ayahanda" ucap Aldi
"Sayang jangan terlalu keras kepada mereka" ucap Nina
"Ibunda" ucap Aldi
"Baiklah kalau kalian ingin pergi ke kota panggil pengawal mu Andini jika memang bisa membuat mu aman maka akan ayah biarkan kau pergi bersama kakak mu" ucap Andi
"Pengawalnya sudah ada di sini" ucap Andisa yang mengenakan pakaian kesatria wanita
"Ka-ka-kakak" ucap Aldi
"Dan saya juga ke sini" ucap salah satu jendral devisi macan tutul salju
"Dan saya juga akan mengawal mereka" ucap Wendy dan Zaky dari devisi singa dan cheetah
"Anisa kau juga ingin ikut ya ?" Ucap Andi
"Tolong izinkan kami pergi yang mulia" ucap Aldi,Andini,Anisa,Wendy,Zaky,jendral macan tutul salju, dan seluruh pelayan menunduk di depan raja mereka
"Baiklah pergi lah, saya harap kalian bersenang senang dan saya juga berharap kalian tidak kenapa Napa" ucap Andi
"Terimakasih yang mulia" ucap mereka semua
Setelah mereka mendapatkan perizinan dari raja mereka mereka langsung berkumpul di taman untuk melakukan sihir teleportasi
"Baiklah ayo kita pergi" ucap Aldi
"Tuan muda sepertinya tugas mengawal Anda akan melelahkan " ucap Wendy
"Humm ?" Ucap jendral devisi macan tutul salju
__ADS_1
"Baiklah !!" ucap mereka semua semangat