Kerajaan Kucing

Kerajaan Kucing
Apa Yang salah ?


__ADS_3

"bagaimana kalau kita kirim orang untuk memberitahukan kepada Zahra Aldi tidak bisa ikut ?" Ucap Andi


"Ta-Tapi ayah bagaimana Aldi bisa berbohong kepada Zahra ?" Ucap Aldi menundukkan kepalanya


"Nak, Zahra pasti akan mengerti, ini bukan apa apa setelah kau menjadi raja nanti maka kau akan sangat sibuk" ucap Andi


"Jadi selama ini ini yang di rasakan ibunda ?" Ucap Aldi


"Yah ayah rasa demikian" ucap Andi


"Ngomong ngomong kapan kalian akan memiliki anak ?" Ucap Andi


"Ap-ap-apaan ayah ka-ka-kami kan baru tunangan bagaimana mungkin kami sudah ada mau rencana memiliki anak ?" Ucap Aldi terkejut


"Kenapa memangnya ? Kalau sudah hamil kan kita bisa menikahkan kalian " Ucap Andi


"Dasar ayah kami baru 6 tahun bagaimana mungkin Zahra sudah bisa hamil" ucap Aldi


"Zahra sudah memiliki roh kasta kan ?" Ucap Aldi


"Yah begitulah ayah" ucap Aldi


"Kalau orang yang sudah memiliki roh kasta maka kecepatan pertumbuhannya akan cepat" ucap Andi


"Yah yang sudah memiliki roh kasta cuman Zahra sedangkan Aldi belum memiliki roh kasta ayah" ucap Aldi


"Sabarlah " ucap Andi dengan dingin


"Yah lagipula Aldi masih belum mau memiliki anak" ucap Aldi


"Kenapa ?" Ucap Andi


"Yah bagaimana mungkin kalau nanti Aldi memiliki anak, anak Aldi akan Aldi biarkan saat dunia kasta ini masih dalam peperangan " ucap Aldi


Andi tampak terkejut mendengar penjelasan Aldi


"Yasudah Aldi persiapkan dirimu untuk hari besok" ucap Andi pergi meninggalkan Aldi


"Ayahanda mau kemana ?" Ucap Aldi


"Yah kembali ke hotel " ucap Andi


"Hotel ?" Ucap Aldi


"Iya hotel atas nama kerajaan kucing yang ada di dekat kerajaan ini" ucap Andi


"Aldi mau pergi juga ?" Ucap Andi


"Apakah harus sekarang ayahanda ?" Ucap Aldi


"Tidak juga nanti juga bisa nanti minta antar saja dengan Dayat dan Herry" ucap Andi


"Baiklah Aldi pasti lapar makan dulu saja di pesta ini" ucap Andi


"Apakah pesta ini masih berlanjut ayah ?" Ucap Aldi


"Tentu saja" ucap Andi


"Tidak kedengaran apa apa dari sini bagaimana mungkin pestanya masih berlanjut" ucap Aldi


"Di kerajaan ini dindingnya kedap suara" ucap Andi


"Humm menarik " ucap Aldi


Andi dan Aldi turun ke lantai bawah dan tentu saja dengan pengawalan yang ketat di belakangnya


Pada saat Andi dan Aldi menuruni tangga


"Wah bukannya itu yang mulia raja obelia dan pangeran Aldi de obelia ?" Ucap salah satu tamu


"Wah pangeran Aldi tampan sekali dengan jubah dan mahkota pangeran itu " ucap salah satu tamu


"Sialan tampan sekali aku tidak bisa berkata kata" ucap putri kerajaan ular


"Sialan bagaimana pun aku harus mendapatkan pangeran Aldi" ucap putri kerajaan elang


Aldi melihat dari atas tangga dan mencari August de volla


"Hum" ucap Aldi


"Apakah ada yang salah yang mulia ?" Ucap Herry


"Bisakah kalian panggilkan salah satu pengawal kerajaan merpati ?" Ucap Aldi


"Baiklah yang mulia, saya akan mengirimkan salah satu pengawal" ucap Herry


Aldi mengantarkan Andi ke depan gerbang karena Andi ingin kembali ke hotel kerajaan kucing yang ada di dekat kerajaan domba


"Baiklah nak ayah pergi dulu" ucap


Andi


"Sampai jumpa lagi ayahanda" ucap Aldi


"Baiklah kalau begitu sampai jumpa, ingat untuk pulang" ucap Andi


Kereta kerajaan kucing pergi meninggalkan kerajaan domba


"Tuan muda sekarang apa yang akan kita lakukan ?" Ucap Dayat


"Yah, kita nikmati saja dulu pestanya kalian juga pasti lapar kan ?" Ucap Aldi berkata kepada pengawalnya


"Tuan muda apakah anda serius ?" Ucap salah satu pengawal


"Memangnya kenapa ? Kalian juga pasti lelah kan mengawal kami " ucap Aldi


"Wah ini yang kami suka dari tuan Aldi" ucap pengawal Aldi sambil tersenyum


"Baiklah nikmati pestanya ya" ucap Aldi melambai kepada pengawal yang memasuki kerajaan


"Hum ? Dayat dan Herry tidak pergi menikmati pesta juga ?" Ucap Aldi


"Tidak tuan muda kami di sini untuk menjaga anda" ucap Dayat


"Hum baiklah saya akan pergi ke atas pohon" ucap Aldi menunjuk salah satu pohon


"Tuan muda ?" Ucap Herry


"Bukankah pohon itu terlalu tinggi yang mulia ?" Ucap Herry


"Yah bagaimana lagi mau mencari angin" ucap Aldi


Tiba tiba perut Dayat berbunyi


"Hum Dayat kalau mau makan Shilakan saja masuk ke dalam" ucap Aldi sambil tersenyum


"Ta-Tapi tuan muda sa-saya di sini untuk mengawal Anda sepenuhnya" ucap Dayat


"Dayat sudahlah biarkan saya dengan Herry Dayat pergi saja ke dalam kerajaan" ucap Aldi


"Baiklah tuan muda jika ada masalah berteriak lah maka saya akan segera datang" ucap Dayat


"Herry jaga tuan muda kita jangan sampai kutu kutu menyentuhnya" ucap Dayat

__ADS_1


"Baiklah jangankan kutu kuman saja tidak akan ku biarkan menyentuh tuan muda kita" ucap Herry tersenyum


"Baiklah kalau begitu saya pergi dulu tuan muda" ucap Dayat menunduk


"Baiklah hati hati ya" ucap Aldi melambai


Dayat pergi meninggalkan Aldi dan Herry


"Herry saya ingin pergi ke atas sana" ucap Aldi menunjuk pohon


"Tuan muda masih ingin ke atas sana ?" Ucap Herry


"Tentu saja" ucap Aldi


"Baiklah baiklah" ucap Herry


"Boleh saya menyentuh anda yang mulia ?" Ucap Herry


"Yah Shilakan" ucap Aldi


Herry mengendong Aldi dengan erat


"Sialan beruntungnya aku bisa menggendong tuan Aldi yang sangat imut" ucap Herry dalam hati


"Baiklah tuan muda pegangan yang erat" ucap Herry


"Baiklah" ucap Aldi


Herry melakukan teleportasi dan tiba di dahan yang paling tinggi


"Tuan muda kita sudah sampai" ucap Herry


"Wah hebat" ucap Aldi


"Sialan rasanya aku tidak ingin melepaskan gendongan ini" ucap Herry di dalam hati


"Baiklah tuan muda Shilakan " ucap Herry


"Terimakasih" ucap Aldi tersenyum


"Wahh jurus Pamungkas tuan Aldi senyumannya bisa membuat siapa pun terpana " ucap Herry dalam hati


"Baiklah tuan muda saya permisi dulu ke bawah" ucap Herry


"Tu-tunggu" ucap Aldi menarik jubah pengawal Herry


"Wah tuan muda imut sekali sih" ucap Herry di dalam hati


"A-ada apa tuan muda ?" Ucap Herry


"Boleh kah saya bertanya ?" Ucap Aldi malu malu" ucap Aldi


"Wah bagaimana mungkin saya bisa menolak wah sepertinya hari ini aku menang banyak" ucap Herry di dalam hati


"Anda ingin bertanya apa yang mulia ?" Ucap Herry


"Yah sebenarnya entah apa yang terjadi pada diri saya, sepertinya ada sesuatu di dalam diri saya " ucap Aldi


"Sesuatu ?" Ucap Herry khawatir


"Apakah anda sudah menjelaskan hal ini kepada yang mulia ?" Ucap Herry


"Tidak saya tidak berani mengatakan hal ini kepada ayahanda" ucap Aldi


"Kenapa bukannya yang mulia sangat menyayangi anda ?" Ucap Herry


"Yah itu dulu, setelah ayahanda tahu saya tidak normal tidak bisa mengeluarkan roh kasta pada saat ini (umur 6 tahun) ayahanda menjadi agak dingin kepada saya" ucap Aldi


"Yah memang tidak terlalu tampak tapi kadang kadang ayah bersikap dingin" ucap Aldi


"Humm begitu ?" Ucap Herry


"Yah hal ini baru saya katakan kepada Herry saja" ucap Aldi


"Bahkan kepada nona Zahra juga ?" Ucap Herry


"Apalagi Zahra jika saya katakan kepadanya maka dia akan sangat khawatir" ucap Aldi


"Tapi yang mulia kenapa anda mengatakannya hanya kepada saya ?" Ucap Herry


"Yah Herry saya rasa dapat di percaya" ucap Aldi


"Tuan muda" ucap Herry


"Baiklah tuan muda apa yang anda maksud tadi " ucap Herry


"Yah sepertinya ada sesuatu yang berbicara dengan saya tetapi saya tidak dapat melihat wujudnya bagaimana" ucap Aldi


"Humm ?" Ucap Herry


"Apakah Herry percaya ?" Ucap Aldi


"Tentu saja saya percaya tuan muda apa pun dari mulut anda akan selalu saya percaya" ucap Herry


"Jadi ada apa dengan diri saya ?" Ucap Aldi


"Yang saya tahu dan yang saya baca dari buku buku hal ini menunjukan adanya roh kasta pada diri anda" ucap Herry


"Apa roh kasta ?" Ucap Aldi


"Benar, dan juga gigi taring anda juga sudah mulai tumbuh kan tuan ?" Ucap Herry


"Yah gigi taring saya sudah tumbuh" ucap Aldi membuka mulut menampakan gigi taring nya


"Wah dialah tuan Aldi imut sekali" ucap Herry dalam hati


"Tapi yang saya baca di buku jika itu benar roh kasta maka pemiliknya bisa melihat wujud dari roh kasta itu" ucap Herry


"Jadi bagaimana ini ?" Ucap Aldi


"Boleh kah saya menyentuh anda yang mulia ?" Ucap Herry


"Shilakan" ucap Aldi


"Baiklah aku harus serius" ucap Herry di dalam hati


Herry memegang kening Aldi dan menyalurkan kekuatannya untuk mencari energi sihir lain yang ada di dalam tubuh Aldi


"Humm ? " Ucap Herry


"Apakah ada yang salah Herry ?" Ucap Aldi


"Tuan muda sepertinya tidak ada yang aneh dalam tubuh anda saya juga tidak merasakan energi lain" ucap Herry


"Eh, benarkah ?" Ucap Aldi


"Iya tuan Aldi " ucap Herry


"Tapi saya benar benar merasakan pernah berbicara dengan suara itu " ucap Aldi


"Memangnya kapan anda mendengar suara itu yang mulia ?" Ucap Herry


"Pada saat saya menyelamatkan Zahra kalau tidak salah saat saya patroli di perbatasan" ucap Aldi

__ADS_1


"Humm pada saat itu ?" Ucap Herry


"Apakah ada pengawal lain yang tahu ?" Ucap Herry


"Saya tidak merasakan adanya pengawal yang melihat saya" ucap Aldi


"Benarkah ?" Ucap Herry


"Tunggu biarkan saya ingat ingat dulu" ucap Aldi


"Iya saya merasakan hawa seluruh pengawal saat itu dan ada satu pengawal yang hanya melihat saya bertarung saat itu" ucap Aldi


"Benarkah ?, Apakah dia ingin di hukum mati karena tidak melindungi anda ?" Ucap Herry marah


"Yah saya tidak ingat seperti apa hawa keberadaannya" ucap Aldi


"Tapi yang mulia apakah saat ini anda dapat merasakan hawa keberadaan orang lain ?" Ucap Herry


"Tidak sama sekali" ucap Aldi


"Itu jelas menunjukan adanya roh kasta yang ada di diri anda" ucap Herry


"Tapi bagaimana ini ?" Ucap Aldi


"Yah saya juga tidak dapat merasakan adanya kekuatan lain selain kekuatan murni diri anda sendiri" ucap Herry


"Apakah saya ini anak yang cacat ?" Ucap Aldi meneteskan air mata


"Tuan Aldi jangan menangis " ucap Herry


"Tapi jika ada anak raja yang cacat maka dia akan di asing kan oleh kerajaan menurut buku yang saya baca" ucap Aldi


"Jika anda cacat kami seluruh pengawal pribadi Anda dan pengawal kerajaan akan melindungi anda dengan segenap kekuatan kami" ucap Herry


"Tapi Herry ..." Ucap Aldi


"Tuan Aldi sudah lah " ucap Herry memeluk Aldi


"Saya akan mencari tahu masalah ini di perpustakaan internasional antar kasta" ucap Herry


"Terimakasih Herry tapi rahasiakan ini dari ayahanda dan keluarga kerajaan ya Herry" ucap Aldi


"Tentu saja tuan mudaku" ucap Herry mengelap air mata Aldi


"Baiklah tuan muda sepertinya para pengawal anda sudah selesai menikmati pestanya, bagaiman kalau kita turun ?" Ucap Herry


"Baiklah" ucap Aldi


Herry menggendong Aldi dan melakukan teleportasi ke bawah


"Herry bagaimana dengan tuan muda ?" Ucap Dayat


"Yah seperti yang kalian lihat" ucap Herry


"Wah aku juga ingin menggendong tuan Aldi" ucap salah satu pengawal


"Yah aku juga mau" ucap salah satu pengawal


"Kalian ingin menggendong tuan muda ?" Ucap Herry


"Tentu saja " ucap seluruh pengawal serentak


"Maka berlatih lah dulu sana " ucap Herry tertawa


"Baiklah tuan muda Shilakan kita sudah sampai" ucap Herry


"Hum ?" Ucap Aldi


Tampak Aldi yang matanya masih berair karena setelah menangis


"Hey sialan apa yang kau lakukan kepada tuan muda ?" Ucap Dayat


"Herry kami memang lemah tapi jika kau macam macam kepada yang mulia kami akan membunuhmu" ucap seluruh pasukan dengan nada dingin


"Aku tidak melakukan apa apa" ucap Herry kaget


"Tidak apa apa" ucap Aldi


"Tapi yang mulia" ucap Dayat


"Saya hanya sedang rindu kepada Zahra " ucap Aldi menipu mereka semua


"Hooo jadi anda kesepian yang mulia ?" Ucap seluruh pengawal


"Yah karena saya sudah berjanji dengan Zahra ingin ke kerajaan kelinci dan saya tidak dapat melakukannya" ucap Aldi


"Yang mulai air mata anda lebih berharga dari emas maka jangan di sia siakan" ucap Herry menggunakan sihir untuk menghilangkan bekas Aldi menangis


"Apakah saya sangat berharga" ucap Aldi


"Tentu saja yang mulai anda dari kecil sudah sangat dekat dengan pembantu kerajaan,pengawal kerajaan,dan rakyat kerajaan" ucap Dayat


"Ingat saat anda berkunjung beberapa tahun yang lalu dengan kakak anda ?" Ucap Dayat


"Yah kalau tidak salah itu sudah 1 tahun yang lalu dan juga kalau tidak salah itu adalah desa yang indah" ucap Aldi


"Benar desa itu adalah kampung halaman saya dan Herry" ucap Dayat


"Wah benarkah ?" Ucap Aldi terkejut


"Yah pada saat itu saya dan Herry masih berumur 20 tahun" ucap Herry


"Dan saat kami melihat anda yang sangat murah hati kami pun sudah membuat keputusan untuk menjadi pengawal anda dan menyerahkan seluruh kehidupan kami kepada anda" ucap Dayat


"Yah dari sekian banyak desa yang anda datangi pasti akan ada pengawal pengawal yang akan taat kepada anda yang mulia" ucap Herry


"Yah saya juga sangat mencintai seluruh rakyat saya" ucap Aldi


"Tuan muda sebenarnya kamu semua adalah dari desa desa yang pernah anda datangi" ucap seluruh pengawal


"Wah benarkah " ucap Aldi terkejut


"Yah kisah kami kurang lebih sama seperti Herry dan Dayat kami bersumpah untuk melindungi anda hidup maupun mati" ucap seluruh pengawal


"Baiklah yang mulia pasti belum makan kan ayo kita makan" ucap Dayat


"Makan saya ?" Ucap Aldi


Tiba tiba terdengar suara perut Aldi


"Tuan muda jangan malu malu ayo kita makan yang mulia" ucap Herry tersenyum


"Baiklah" ucap Aldi


"Baiklah kami akan mengawal tuan Aldi dengan sangat ketat" ucap seluruh pengawal


"Baiklah mari kita masuk Herry " ucap Dayat


"Baiklah aku dan Dayat akan mengawal tuan Aldi secara terang terangan kalian diam diam " ucap Herry


"Baiklah" ucap seluruh pengawal


Aldi Herry dan Dayat memasuki kerajaan domba dan para pengawal lain tentu saja mengawal dengan sangat rapi

__ADS_1


__ADS_2