Kerajaan Kucing

Kerajaan Kucing
Masa kelam kerajaan kelinci


__ADS_3

Di kerajaan kucing


"Kak Aldi sudah pulang ?" Ucap Dinda dan Dini


"Dek kakakmu sedang lelah jangan ganggu yah" ucap Anisa


"Aldi tidak apa apa kak" ucap Aldi


"Aldi sudah pulang ?" Ucap Nina


"Iya" ucap Aldi dengan lemah yang sedang di bantu berdiri oleh Zahra


"Aldi kenapa ?" Ucap Nina


"Ini ibu tampaknya Aldi kurang tidur semalam" ucap Aldi


"Yasudah istirahat lah" ucap Nina


"Oh iya ayah ingin berbicara dengan Aldi katanya sepulang sekolah" ucap Aldi


"Benarkah ?" Ucap Nina


"Iya katanya ada sesuatu yang penting" ucap Aldi


"Aldi sebaiknya Aldi beristirahat lah dulu" ucap Nina


"Tapi ibu bukanya perintah ayah itu mutlak ?" Ucap Aldi


Perintah raja kucing adalah mutlak karena raja kucing diyakini membuat keputusan berdasarkan keputusan yang terbaik


"Yang terpenting adalah kesehatan Aldi " ucap Nina


"Baiklah ibu kalau begitu Aldi ingin kembali ke kamar sebentar ingin tidur" ucap Aldi


"Baiklah tidurlah nak " ucap Nina


"Zahra antar Aldi ke kamar ya" ucap Nina


"Iya ibu" ucap Zahra yang tampak khawatir


Aldi bertumpu kepada Zahra dengan tangan kanan nya karena kelelahan.


Zahra pun membawa Aldi ke kamar mereka


Di kamar Aldi


"Aldi di sini dulu ya Zahra ambilkan minum" ucap Zahra


Aldi menarik lengan baju Zahra


"Zahra jangan pergi" ucap Aldi


Melihat wajah Aldi yang memohon Zahra tidak tega meninggalkan tunangannya itu


" baiklah tapi apa tidak apa apa Aldi tidak minum ?" Ucap Zahra khawatir


Aldi tampak bisa tidur setelah sekian lama memegang tangan Zahra


"Tuan muda, tuan muda" terdengar suara dari luar


"Hum siapa ?" Ucap Zahra keluar ke balkon


"Maaf kami tidak tahu nona kami mendengar tuan Aldi kelelahan kami sebagai pelayan kerajaan kucing tidak akan membiarkan hal itu terjadi" ucap para pelayan yang ramai itu dari bawah balok kamar Aldi


"Tunggu lah nona kami akan ke atas sana" ucap pelayan tersebut


"Em baiklah" ucap Zahra


Para pelayan itu memasuki ruangan kamar Aldi satu persatu

__ADS_1


"Hormat kami kepada yang mulia obelia" ucap seluruh pelayan itu dengan menunduk


"Boleh kah kami memasuki kamar ini nona ?" Ucap kepala pelayan


"Tentu saja Shilakan masuk" ucap Zahra dengan senyumnya yang indah


"Hari hati jangan sampai tuan muda terbangun dan jangan terlalu ramai yang masuk supaya kamar ini tidak terasa pengap" ucap kepala pelayan dengan nada pelan


Para pelayan yang lain mengikuti perintah kepala pelayan itu dan secara teratur memasuki ruangan Aldi


Ada beberapa pelayan yang berjaga di luar dan ada beberapa yang masuk ke dalam duduk dengan dan sedang berbicara dengan Zahra tentang Aldi


"Kak pelayan apakah tidak apa apa hormat atas nama obelia dengan saya ?" Ucap Zahra


"Memangnya kenapa anda kan tunangan tuan Aldi" ucap kepala pelayan


"Tapi saya kan belum menikah dengan Aldi " ucap Zahra


"Tidak apa apa nona kami yakin anda adalah jodoh yang tepat untuk tuan muda kami" ucap kepala pelayan


"Eh apakah benar ?" Ucap Zahra dengan wajah memerah


"Yah tentu saja nona karena kami melihat tingkah laku lucu tuan Aldi akhir akhir ini" ucap kepala pelayan tersebut


"Maksudnya ?" Ucap Zahra


"Apakah anda pernah berteman dengan seseorang yang berasal dari kasta kucing nona ?" Ucap kepala pelayan


"Tidak pernah" ucap Zahra


"Setiap kasta memiliki ciri khas tersendiri" ucap kepala pelayan


"Kalau kasta kucing khususnya dalam hal pasangan mereka akan sangat sensitif" ucap kepala pelayan


"UMM yah benar juga pada saat itu Aldi bersikeras untuk membuat saya dan dia satu kelas" ucap Zahra


"Wah tuan muda sudah sangat terpikat dengan anda nona" ucap salah satu pelayan


"Wah romantisnya tuan muda kami" ucap salah satu pelayan


Para pelayan mulai heboh


"Lalu lalu apa yang terjadi nona ?" Ucap salah satu pelayan


"Aldi bilang kalau ada yang berani macam macam dia tidak akan segan menghukumnya" ucap Aldi


"Wah romantisnya" ucap beberapa pelayan


"Sepertinya tuan Aldi dan nona tidak bisa terpisahkan " ucap kepala pelayan


"Humm" ucap Zahra menahan wajah merahnya


"Tidak disangka tuan muda kita yang dulu lucunya minta ampun sekarang sudah besar" ucap salah satu pelayan


"Yah tuan Aldi juga pasti akan berkembang" ucap salah satu pelayan


"Bagaimana Aldi dulu waktu kecil kak ?" Ucap Zahra


"Dulu tuan Aldi sangat lucu sampai para pelayan berebut ingin mengasuh nya" ucap kepala pelayan


"Yah sejak kecil tuan Aldi selalu tersenyum kepada siapa saja " ucap salah satu pelayan


"Yah ingat saat ada beberapa tamu kerajaan yang membawa putri mereka ke kerajaan ini ?" Ucap salah satu pelayan


"Humm yang mana ?" Ucap salah satu pelayan


"Sudah banyak anak yang jatuh hati kepada tuan Aldi" ucap salah satu pelayan


"Yah karena tuan Aldi yang berparas tampan dengan rambut putih dan rambut silvernya tuan Aldi menaklukan seluruh hati perempuan" ucap salah satu pelayan

__ADS_1


"Yah itu juga karena sifat tuan Aldi yang senang menolong dan juga peka sih " ucap salah satu pelayan


"Yah syukurlah tuan Aldi mendapatkan pasangan yang sangat cantik dengan wajah putih bersih rambut biru dan bermata biru" ucap salah satu pelayan


"Kakak terlalu berlebihan" ucap Zahra tertawa dengan menutup mulutnya


"Nona rambut anda indah sekali warnanya dan rambut anda panjang sekali memancarkan aura anggun anda" ucap salah satu pengawal


"Yah benar sekali pasti banyak pangeran yang pernah melamar anda ya ?" Ucap salah satu pelayan


"Saya rasa lamaran yang dulu bukannya lamaran atas nama cinta" ucap Zahra bercerita kepada pelayan Aldi


"Kerajaan kelinci hanyalah kerajaan yang jaya pada masa lalu karena peperangan kami menjadi negri yang sulit ekonomi kami merosot" ucap Zahra


"Eh bukannya kerajaan kelinci merupakan kerajaan dengan tingkat ekonomi yang sangat pesat hampir menyaingi kerajaan kelinci ?" Ucap salah satu pelayan


"Yah kebangkitan ekonomi kami itu baru saja membaik" ucap Zahra menangis


"Nona jangan terlalu dipaksakan kalau anda tidak ingin bercerita tidak apa" ucap salah satu pelayan


"Tidak... Kerajaan kami dulu adalah kerajaan yang makmur, banyak sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia kami juga bisa dibilang unggul. Tetapi karena perang antar kasta kami kehilangan seluruh nya.


Perang menghabisi seluruhnya dalam sekejap sumber daya alam, sumber daya manusia, keindahan kerajaan kami, dan juga ibu saya sampai menjadi korban racun dari pasukan musuh yang melancarkan serangan dan menyergap kami di istana kami pada saat itu saya masih berumur 3 tahun dan saya bersama 2 saudari saya di ungsikan ke kerajaan lain yaitu adalah kerajaan tikus karena kami baru di sana kami langsung di rampok dan ingin di perkosa tetapi syukurlah kedua saudari saya memiliki kekuatan sihir yang cukup kuat, kami kembali setelah mendapatkan pesan untuk kembali dari kerajaan, singkat cerita datang pasukan bala bantuan dari kerajaan kucing yang pada saat itu dipimpin oleh kerajaan kucing..." ucap Zahra


"Oo pada saat itu saya ingat" ucap salah satu pelayan memotong pembicaraan


"Sst" ucap pelayan lain dengan serentak


"Baiklah maafkan saya nona Shilakan ceritakan kembali" ucap pelayan tersebut


" Tentara Kerajaan kucing yang pada saat itu memaksa masuk ke dalam kerajaan kami dan membuka jalan untuk kereta kami masuk ke kerajaan pada saat itu saya melihat betapa perkasanya pasukan kucing yang di pimpin oleh yang mulia raja, dan singkat cerita kerajaan kami terbebas dari penjajahan itu dan membuat kerajaan kami merdeka atas bantuan kerajaan kucing dan pada saat itu kerajaan kelinci dan kerajaan kucing saling melakukan perjanjian antar kerajaan sampai membuat kerajaan kami kembali seperti dulu kala dengan kekuatan yang lebih baik dan kuat dari kerajaan sebelumnya ekonomi kerajaan kami naik, sumber daya manusia kami naik, dan perkembangan di segala bidang naik secara pesat negri kami mulai mengikuti kerajaan kucing tapi pada saat saya ke sini saya merasa kerajaan saya jauh berada di bawah di kerajaan yang megah dan kerajaan saya tidak ada apa apanya dibanding kerajaan adidaya ini, dan karena jasa kerajaan kucing ayah saya merencanakan pernikahan saya dengan putra dari raja kerajaan kucing, awalnya saya menolak sampai saya lari dari rumah karena berpikir seluruh laki laki itu sama seperti saat saya mengungsi ke kerajaan tikus, tetapi malangnya karena pada saat itu saya sedang sakit saya di tangkap oleh penjual budak, dan saat itulah saya ditangkap dan ingin diperkosa oleh penjual budak itu dan pada saat itu juga kali pertamanya saya bertemu pangeran Aldi " ucap Zahra


"Wah Nina Zahra cerita anda panjang sekali" ucap beberapa pelayan


"Yah saya hanya menceritakan hal yang sudah terjadi" ucap Zahra tersenyum


"Pantas saja anda disukai tuan muda senyum anda juga bisa membuat perempuan tersipu" ucap salah satu pelayan


"Huh apakah benar" ucap Anisa malu


"Bisakah saya memeriksa tuan Aldi nona ?" Ucap salah satu pelayan


"Apakah anda bisa ?" Ucap Zahra


"Tentu saja bisa nona kami tidak hanya handal dalam pekerjaan rumah saja tetapi kami juga dibekali dengan pengetahuan yang luas, bela diri,dan pengetahuan mengenai kesehatan, kami dibuat seperti pasukan khusus" ucap pelayan itu


"Wah hebat apakah seluruh pelayan kerajaan kucing yang seperti itu ?" Ucap Zahra


"Yah hampir seluruh pelayan kerajaan kucing tetapi ada beberapa yang tidak ingin mempelajari ilmu kesehatan" ucap pelayan itu


"Termasuk yang perempuan ?" Ucap Zahra


"Ya tentu saja nona kami di beri latihan khusus untuk menjadi pelayan kerajaan kucing" ucap kepala pelayan itu


"Kami menjadi pelayanan bukan karena terpaksa tetapi sebagai ucapan terimakasih karena kerajaan kucing ini telah memberikan tempat berteduh bagi kami" ucap kepala pelayan itu


"Kerajaan kucing merupakan kerajaan pertama yang menghapuskan budak dari sistem pemerintahannya" ucap kepala pelayan


"Yah saya juga pernah mendengar" ucap Zahra


"Karena kerajaan kucing menghilangkan sistem perbudakan dari negaranya negara lain menjadi was was" ucap Zahra


"Yah begitulah karena kerajaan kucing merupakan kerajaan adidaya yang mampu berperang dengan 10 kerajaan sekaligus" ucap kepala pelayan


"Baiklah saya akan mulai memeriksa tuan Aldi" ucap pelayan tersebut


"Baiklah kalau begitu Shilakan " ucap Zahra


"Baiklah permisi dengan segala hormat nona" ucap pelayan itu

__ADS_1


__ADS_2