KETIKA AKU JATUH CINTA

KETIKA AKU JATUH CINTA
Bab 21


__ADS_3

Seharusnya bukan hal yang mengejutkan jika Erwin mencintai Lela, karena ini adalah sesuatu yang sudah aku dan Jayadi pikirkan sejak berbulan-bulan lalu. Dan, aku pikir, reaksi pikiranku sedikit berlebihan tadi pagi, ketika mendengar Erwin mengatakannya. Yang membuat aku tidak habis pikir adalah, untuk apa Erwin mengatakannya kepadaku? Apakah dia ingin dukunganku? Dariku? Yang benar saja!


Tapi setidaknya, saat ini situasinya sudah jelas. Erwin adalah kompetitorku. Ini akan menjadi pertarungan yang berat, mengingat Erwin adalah seorang pembicara ulung.


Menurut beberapa artikel psikologi yang aku baca di internet, tertulis bahwa: kelemahan wanita ada di telinganya. Wanita mudah terbuai dengan pujian yang di arahkan langsung kepadanya, atau di ucapkan secara samar-samar. Ini adalah masalahnya! Ini masalahnya! Ini masalahnya! Ini masalahnya!  “Double Shots Iced Shaken Espresso!” teriakku, tanpa sadar, dari atas tempat tidurku. Aki tengok ke belakang, aku lupa ada Jayadi, dan dia menatapku bingung, lalu aku malu. 


“Lah, napa Bang? Ngagetin aja,“ tanya Jayadi.


“Ah, bukan apa-apa Jay. Yang tadi aku ucapkan, itu mantra sihir yang ada di film yang kemarin aku tonton. Aku hanya berusaha mengingat-ingatnya,“ alasanku.

__ADS_1


“Oh. Kok kedengerannya, kaya nama menu makanan ya Bang?”


“Yah, mana aku tahu,“ balasku.  Kau benar Jayadi, kau benar. Maafkan aku.


Aku berpindah posisi dari atas ranjang, menuju lantai, lalu duduk bersila. Jayadi ada di depanku. Sejak tadi dia sedang membantu mengerjakan tugas sekolah Fitri. Fitri ditugaskan untuk membuat pantun oleh gurunya, dan tentu saja, Jayadi adalah orang yang tepat untuk dimintai bantuan untuk hal ini. 


“Kau baik sekali dengan adikku, Jay,“ ucapku padanya.


“Tadi, gimana pas join visit bareng Erwin, Bang?“ tanya Jayadi. Tatapannya tetap fokus menghadap ke arah buku yang berada di atas lantai dan tangannya pun terus menulis kata-demi kata dengan pena hitam yang berada di tangan kanannya. Posisinya membungkuk, seperti sedang bersujud.

__ADS_1


“Pas baru keluar dari kantor, Erwin mengajakku ngopi di Mall Kedaton. Ya, aku turuti. Mungkin sekitar satu jam kami disana. Setelahnya Erwin bilang, dia ada kesibukan mendadak. Jadi, kami tidak jadi kami join visit,” balasku. Aku mengucapkan hal yang sebenar-benarnya.


Kulihat Jayadi tersenyum geli ketika mendengar jawabanku. Sebuah reaksi yang wajar. “Buset! Napa gak dari awal dia ngomong mau ngopi? Terus, sambil ngopi, ngobrolin apa aja Bang? "


“Erwin bilang, dia suka sama Lela,” jawabku, lugas, tanpa basa-basi.


Tentu saja Jayadi langsung menegakkan tubuhnya, lalu memandang ke arahku dengan wajah yang bingung campur kaget. Lagi-lagi sebuah reaksi yang wajar. “ Yang bener Bang?“


“Ngapain aku bohong padamu, Jay?”

__ADS_1


Sejenak Jayadi terdiam, dia terlihat seperti tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Memang sedikit ada ketidak cocokan disini. Jayadi yang sejak awal curiga dengan tingkah Erwin di depan Lela, bahkan dia adalah orang pertama yang bertanya tentang kemungkinan jika Erwin menyukai Lela; terkejut, seperti tidak percaya.


Setelah itu, kami banyak membicarakan kemungkinan-kemugkinan yang akan terjadi selanjutnya. Pertanyaan, apakah Lela juga mencintai Erwin? Atau, apakah Lela akan menerima cinta Erwin? Adalah topik yang kami bicarakan semalam suntuk. Memuakkan? Ya, sangat memuakkan. Jujur saja, aku benci membicarakan semua ini dengan Jayadi, seolah-olah aku ini seperti biang gosip yang suka membicarakan tentang kehidupan orang lain. Aku merasa murahan, muak, dan malu dengan diriku sendiri. Tanpa aku sadari, aku sudah membuat kubu dengan Jayadi. Kubu yang menolak kisah cinta Erwin dan Lela, akan berakhir happy ending. Ini bukan seperti diriku. Namun, biarkan dosa ini tercipta, malam ini saja. Hanya untuk menawarkan pahit hati karena tak terima dengan kenyataan yang terjadi. Kenyataan dimana aku merasa marah pada diriku sendiri, yang pengecut! Erwin tidak salah, sedikitpun! Tidak ada yang salah dengan orang yang sedang jatuh cinta. Biarkan malam ini semuanya terlampiaskan. Melampiaskan rasa marahku yang sejadi-jadinya kepada orang lain yang jatuh cinta kepada wanita yang sama, dengan yang aku cintai. Memalukan!


__ADS_2