KETIKA AKU JATUH CINTA

KETIKA AKU JATUH CINTA
Bab 23


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu. Banyak hal yang sudah terjadi satu bulan sejak Erwin menceritakan perasaannya terhadap Lela, kepadaku. Mulai dari Jessica yang akhirnya menolak ajakan Boris nonton film di bioskop. Sesuatu yang menyadarkan Boris, jika—sepertinya—Jessica tidak tertarik kepadanya. Malam hari setelah penolakan ajakan nonton itu, Boris datang kerumahku. Dia mencurahkan apa yang dia rasakan, saat Jessica menolak ajakannya. Jayadi ada di rumahku juga saat itu, dan akhirnya, dia pun tahu, jika selama ini Boris menyukai Jessica. Di depanku dan Jayadi, Boris berkata jika dirinya ingin melupakan perasaannya kepada Jessica. Sesuatu yang menurutku mudah untuk diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan.


Seorang teman telah gugur, dalam peperangan untuk memperjuangkan keinginan hatinya.


Beda Boris, beda juga Abdul. Abdul berhasil mensiasati masalah keringat berlebih yang menyebabkan bau tubuhnya yang begitu menyengat, dengan menggunakan bedak bayi. Abdul bilang kepadaku, katanya dia lebih menyukai bedak bayi yang ada kandungan mentol di dalamnya, “ada sensasi sejuknya Bang Ben,“ ucap Abdul berapi-api kepadaku saat itu. Yah, aku cukup senang dia sudah bisa menyelesaikan masalah keringatnya, dan tentu saja, dia jadi lebih percaya diri.

__ADS_1


Abdul juga bercerita jika dia sedang dekat dengan seorang wanita, Erni namanya, mantan PSK. Sebuah kisah galau baru yang datang kepadaku. Abdul merasa hatinya sudah mantap untuk menjalin kisah asmara dengan Erni, dan begitu juga Erni. Tapi, keraguan mendatangi Abdul, ketika manusia-manusia di sekitar Abdul mulai mencibir kedekatan Abdul dengan Erni, karena masa lalu Erni yang suram. Tentu saja hal-hal seperti itu membuat aku tertawa dan merendahkan. Karena menurutku, manusia itu cuma ada dua macamnya: manusia yang baik, dan manusia yang sedang dalam proses untuk menjadi baik. Sedangkan, manusia yang tidak baik itu, menurutku tidak ada. Jadi, jika Abdul merasa Erni adalah wanita yang baik untuknya, maka jangan pernah dengarkan ucapan manusia-manusia disekitarnya. Lagian, keterlaluan juga manusia-manusia di lingkungan Abdul itu. Tuhan yang menciptakan manusia saja, Maha Mengampuni. Sombong sekali mereka yang hanya seorang manusia, karena masih menghukum seseorang gara-gara masa lalunya yang kelam. Jadi, aku nasihati Abdul untuk memilih apa yang hatinya pilih. Bebaskan.


Ada satu moment di satu bulan ini yang membuat hatiku senang sekali. Aku dibelikan poster ukuran jumbo bergambar musisi idolaku, Iwan Fals. Fitri yang membelikannya. Ternyata perhatian juga Adikku itu kepadaku. Poster itu sudah dibingkai dengan bingkai kayu yang di cat warna hitam—cantik sekali—dan sudah aku pajang berdampingan dengan poster Chairil Anwar yang sudah lebih dulu terpampang di dinding kamarku. Di poster itu, terlihat Iwan Fals sedang berdiri menyanyikan lagu di atas panggung, tentu saja dengan gitar akustiknya. "Terima kasih sudah menemaniku selama bertahun-tahun dengan lagu-lagumu," ucapku, sambil kupandangi poster itu. Berlebihan? menurutku tidak. Kalian tanya saja dengan kawan-kawan kalian yang mengagumi seorang tokoh, pasti mereka bilang yang aku lakukan dan rasakan ini adalah wajar.


Lalu, bagaimana dengan kisahku dengan Lela? Aku pikir ada kemajuan, biarpun sedikit. Lela sering menghubungiku, baik telepon atau melalui pesan singkat. Dia bertanya tentang pekerjaan (tentu saja!). Disela-sela waktu brifing, Lela dan aku juga sering berbincang-bincang tentang hal-hal yang berhubungan dengan film. Kebetulan selera film kami hampir-hampir mirip; komedi, action, dan film-film garapan Marvel Cinematic Universe (MCU), adalah jenis film kesukaan kami. Yang membedakan, Lela juga suka film drama percintaan, sedangkan aku tidak.

__ADS_1


“Gimana kalo kita nonton bareng?“ ajak Jayadi saat itu.


“Ayo!“ sambut Lela, atusias.


Dan, akupun tentu saja langsung mengiakan, tak lupa aku juga mengajak Jessica dan Boris, dan merekapun setuju. Lalu tiba-tiba ...

__ADS_1


“Saya juga mau ikutan dong?“ ucap Erwin, yang sejak tadi sibuk main game di komputer kantor yang terletak di meja kerjanya.


Sial!


__ADS_2