
Nilna berjalan ke belakang pesantren, ia naik ke salah satu pohon agar mendapaymt suasana yang tenang. Untuk melanjutkan hafalannya, ia membaca tafsir ayat terakhir dari Al Qur'an Surat An Nisa
Orang-orang bertanya kepadamu (wahai rasul), tentang hukum warisan dari kalalah, yaitu orang yang meninggal tanpa meninggalkan seorang anak atau ayah. Katakanlah, ”Allah akan menerangkan hukum kepada kalian tentang itu; yaitu apabila ada seorang lelaki meninggal, tanpa memiliki anak atau ayah, sedangkan dia mempunyai saudara perempuan seayah dan seibu, atau seayah saja, maka baginya setengah dari harta warisan itu. Dan saudara lelaki sekandungnya atau seayah akan mewarisi seluruh harta warisannya, bila wanita itu meninggal dalam keadaan tidak memiliki anak dan ayah. Dan jika orang yang mati dalam keadaan kalalah itu memiliki dua saudara perempuan,maka bagi mereka berdua bagian dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan apabila ada saudara-saudara laki-laki bersama saudara-saudara perempuan itu, maka bagi seorang lelaki sebanyak bagian dua perempuan dari saudara-saudara perempuan nya. Allah menjelaskan bagi kalian pembagian harta warisan dan hukum kalalah, supaya kalian tidak tersesat dari jalan kebenaran dalam perkara pembagian warisan. Dan Allah Maha mengetahui kesudahan-kesudahan perkara-perkara dan segala sesuatu yang membawa kebaikan bagi hamba-hambaNya.”
Rintik hujan menemani Nilna hafalan, ia buru-buru turun dari pohon. Alhasil, Nilna malah terpeleset...
"Aduhhh... Sakit" Nilna melihat lengan tangannya yang sedikit berdarah
"Lho... Ya Allah, kamu kenapa nduk? Koq bisa naik-naik pohon. Tangan kamu berdarah, ikut umi ya... biar umi obatin" ucap umi sambil memegang tangan Nilna
__ADS_1
"Tidak perlu repot-repot umi, hehee... Tadi Nilna lihat ada buah mangga mi" Ucap Nilna senyum-senyum
"Kamu ini ada-ada saja bohongnya, lha wong disini itu pohon ketapeng semua Na. Masih bisa berdiri apa umi gendong" tanya umi
"Bisa mi,Nilna berat lho mi. Lebih tebatnya berat di dosa"
Umi dan Nilna berjalan ke pesantren utama, sesampainya disana umi langsung mengobati luka Nilna dengan telaten dan hati-hati.
"Enggak begitu mi, hanya lecet dikit" Ucap Nilna
__ADS_1
"Kamu pati kepikiram soal hafalan kamu ya nduk? umi tidak memaksa kamu. Karena Surat An Nisa merupakan surat terpanjang kedua setelah Al Baqarah. Kenapa umi kemaren menyuruh kamu untuk menghafalkannya? karena surat ini, surat yang khusus membahas tentang keistimewaan perempuan. Umi juga tidak akan memaksa kamu untuk menikah sama Zaki nduk" Ucap umi tersenyum teduh kepada Nilna
"Nilna sudah hafal semua mi, tapi untuk artinya Nilna hanya membaca dan memahaminya saja. Karena Nilna belum berhasil, maka Nilna akan menerima segala konsekuensinya mi"
"Apakah kamu yakin nduk?" Tanya umi
"Bismillah insyaa Allah Nilna yakin mi. Nilna serahkan semua pada-Nya, jika ini yang terbaik untuk Nilna"
"Alhamdulillah, umi akan segera ngasih tahu Zaki, abah dan juga orang tua kamu nduk"
__ADS_1
Semoga ini keputusan yang tepat, tak pernah terbayangkan bisa sejauh ini. Ya Rabb, apapun takdirmu akan aku terima. Karena sekuat apapun aku menolak, yang datang akan tetap datang. Dan sekuat apapun aku mempertahankan, yang pergi akan tetap pergi. Takdir yang baik menurutku belum tentu baik menurut-Mu, pasti akan ada ending yang bahagia untukku nantinya, dan aku percaya (ucap Nilna dalam hati)