KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Jenguk


__ADS_3

"Bagaimana keadaan Zaki dok?" Tanya umi ketika melihat sang dokter keluar dari ruangan


"Alhamdulillah, pasien berhasil melewati masa kritisnya !" jawab sang dokter


"Tuhan memberikan keajaiban" lanjut sang dokter


"Saya mau masuk kedalam ya dok, apa boleh?" ucap umi dengan sendu


"Boleh ibu, maksimal 2 orang yang masuk ke dalam ya"


Sementara abi mengikuti ke ruang dokter untuk menanyakan secara detail keadaan Zaki. Umi mengajak Nilna untuk masuk ke dalam, sementara Hasna masih menunggu di luar.

__ADS_1


"Zaki... maafkan aku... hikss.. hikss" menjatuhkan kepalanya di samping tangan Zaki


"Bangun nak, kamu pasti bisa melewati masa-masa ini" ucap umi lembut membelai rambut Zaki


"Nak, kamu ganti baju dulu... baju kamu kena darahnya Zaki semua tadi ya?"


"Enggak mi, aku mau nungguin Zaki" tolak nilna dengan lembut


"Ganti baju dulu, nanti kesini lagi nduk, kebetulan di mobil ada baju ganti umi. Kamu pakai saja, buat kamu !"


"Udah, ndak papa nduk. Suruh ngantar Hasna ya !"

__ADS_1


"Iya mii" Nilna menggangguki perintah umi


Segera ia keluar ruangan, di depannya langsung disambut Hasna


"Mbak Nilnaa..."


Nilna menoleh, yang mulanya menunduk, karena masih di rundung kesedihan


"Ayo aku antar ke mobil mba !" Hasna menarik tangan Nilna, tanpa sengaja ia mendengar apa yang telah di perintahkan uminya


"Makasih" ucap Nilna menoleh sedikit, kemudian menunduk lagi karena masih dalam keadaan begitu terpukul

__ADS_1


Hasna mengambilkan baju uminya, yang berada di bagasi, kemudian mengantar Nilna untuk mengganti di kamar mandi. Sebenarnya, itu baju hadiah pernikahannya besok, yang sudah di siapkan umi jauh-jauh hari untuk calon istri Zaki nantinya.


Selesai dari kamar mandi, mereka langsung menuju ke ruangan Zaki. Kedua orang tua Nilna juga sudah berada di sana, tepatnya masih di luar ruangan. Hanya bisa melihatnya dari jendela, karena harus bergantian untuk menjenguk Zaki.


__ADS_2