
"Bagaimana kalo sekarang langsung cari kebaya di butik langganan mama saja? karena waktunya juga tidak cukup untuk melakukan fitting baju" ucap Nilna
"Terserah mama saja" Nilna menuruti perkataan mamanya
Sebelum mereka pergi, umi sudah menyiapkan hidangan khusus untuk besan dan menantunya. Masakan umi sangat lezat, rasanya tidak kalah dengan restoran bintang lima, begitulah tutur Nilna. Setelah perjamuan selesai... Nilna, Zaki, mamah dan papa Nilna bergegas untuk ke butik
"Nak Zaki, kamu bawa mobil sendiri ya! soalnya nanti tante sama om Dito mau balik ke kantor, jadi biar gak bolak-balik pesantren" mamah Nilna mendekat ke arah Zaki
"Baik tante, kalo gitu saya ambil mobil dulu. Tante bisa jalan duluan, nanti saya ikuti dari belakang"
Sesuai permintaan mamah Nilna, kini Zaki mengendarai mobilnya di belakang Nilna.
...'Kemana dia? bagaimana cara mengukur pakaiannya kalo dia saja tidak ikut?'...
Wajah Nilna menghadap ke depan, akan tetapi bola matanya menengok kanan kiri. Raut wajahnya menunjukkan kekecewaan karena tidak hadirnya Zaki.
__ADS_1
'Bukankah malah bagus kalo dia tidak ikut... kenapa aku malah mencarinya? hufttt'
"Naaa..." panggil mamah Nilna melihat dari kaca di atasnya
"Kamu kenapa? koq diem aja dari tadi. Apa masih mikirin pacar yang ninggalin kamu bertahun-tahun itu?"
"Engga ma, Nilna hanya lelah saja. Butuh istirahat!" pura-pura memejamkan matanya
Sementara mamah Nilna masih saja berbicara, ia tau kalo Nilna hanya pura-pura tertidur
"Kamu itu beruntung lho Na, dapat suami yang sopan, ganteng, dan pengetahuan agama tidak dapat di ragukan lagi seperti Zaki itu. Dia bisa membimbing kamu yang masih begudalan seperti ini" ledek mamah Nilna
"Ah, mama bagaimana? aku seperti ini juga kan copy paste dari kalian... hahaha" Langsung ketawa melihat mamah dan papanya
Sedangkan papah Nilna hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah konyol putrinya
__ADS_1
"Makanya, kamu nikahnya sama anaknya pak Kyai biar jadi putri yang lebih baik dari kami Na" ucap mamah Nilna sedikit berkaca-kaca tapi tak menunjukkannya
"Kamu harus nurut sama suami kamu, nanti jika sudah menikah kamu sudah bukan tanggung jawab kami lagi. Jadilah istri yang sholehah ya Na! Kalo kamu mau pergi-pergi juga harus izin sama Zaki dulu nanti" tutur mamah Nilna
"Iya mah, Nilna bakal inget nasehat mamah! makasih ya mah, selalu sabar ngerawat Nilna" tanpa sadar tetesen air terjatuh di pipinya, ia mendekat ke arah mamanya dan memeluknya.
Sementara Zaki masih mengikuti mobil Nilna dari belakang. Akad nanti akan dilaksanakan di Masjif Agung Semarang, hanya di hadiri oleh keluarga inti mempelai laki-laki dan perempuan saja. Sementara penghulunya nanti Kyai Rozaq yang merupakan sahabat dekatnya abi.
"Nilna... Nilnaa... tak ku sangka kau akan setuju dengan ide gilaku, haha" Tersenyum-senyum sendiri di dalam mobil membayangkan kejadian yang telah ia lalui tadi
Saat di persimpangan jalan ia tak menyadari, ada truk yang berlawanan arah yang melaju sangat kencang ke arahnya. Tanpa sadar, Zaki memutar kemudinya ke arah sungai yang arusnya sangat deras, dan...
"Brakkkkk..."
...****************...
__ADS_1
Ciyee pada nungguin yaa?π
Jangan lupa bantu follow, like dan vote yaa, biar author tambah semangat !