
"Bagaimana keadaan Zaki ma?" papah Nilna terbangun, tanpa menyadari ia sudah berpindah tempat di rumah sakit
"Papah istirahat dulu, in Syaa Allah... Allah akan melindungi Zaki, pah"
"Apa pak kyai sudah tahu kabar duka ini ma? papa tidak menyangka hal ini akan terjadi mah" terkulai lemas di tempat tidur
"Sudah pah... hikss hikss" mengusap air mata di pipinya
"Pak kyai sudah menuju kesini pah, ini semua salah mamah pah... coba saja mama tidak menyuruh Zaki membawa mobil sendiri, hal ini mungkin tidak akan terjadi..." Kini mamah Nilna sudah membenamkan kepalanya di dada papanya, karena ia juga sangat syok dengan kejadian yang menimpa menantunya hari ini
"Ini sudah takdir Allah, mah. Bukan salah mama juga, ini pasti sudah tertulis di lauhul mahfudz. Mah, papa mau lihat Zaki, tolong antar papa ke ruang Zaki !" mengusap lembut kepala istrinya
Mamah Nilna mengambilkan kursi roda, takut jika nanti terjadi apa-apa. Ia mulai mendorong keluar untuk mencari keberadaan Nilna dan Zaki.
Sementara Abi, Umi dan Hasna sudah tiba di rumah sakit. Mereka langsung ke meja resepsionis untuk memastikan dimana Zaki di rawat.
__ADS_1
"Nilnaaa..." ucap umi langsung memeluk Nilna, ketika melihat Nilna menangis tersedu-sedu sambil menunduk
"Umii... gus Zaki mii..." Nilna membalas pelukan umi, mereka begitu terluka ketika melihat orang yang mereka cintai mengalami kecelakaan parah
"Kenapa bang Zaki bisa seperti ini mba? pasti ini semua gara-gara mba Nilna !" ucap Hasna tanpa menatap Nilna dengan tajam, akan tetapi matanya berair
"Nduk, kamu jangan gitu. Abangmu pasti tidak apa-apa. Dia pasti sembuh seperti sediakala. Ingatlah, Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hamba-Nya" abi menarik Hasna untuk duduk disampingnya
"Tapi bi... coba saja, bang Zaki tidak menikah besok, hal ini pasti tidak akan terjadi !" mendecak kesal masih saja ingin meyalahkan calon kakak iparnya
"Ssssttt... abi tidak pernah mengajarimu seperti" ucap Abi sambil menatap Hasna
Sementara Nilna masih memeluk umi dengan erat, perasaan sedih campur bersalah kini yang ia rasa
"Ma.. maafkan aku mii" ucap Nilna dengan pelan
__ADS_1
"Ini bukan salahmu nduk, kejadian ini sudah kehendak Allah. In syaa Allah, Zaki akan akan baik-baik saja nduk, percayalah ! Allah akan selalu menjaganya" mengusap pelan pundak Nilna
"Nduk, Kecintaan Allah kepada hamba-Nya di dunia tidak selalu diwujudkan dalam bentuk pemberian materi atau kenikmatan lainnya. Tidak juga dalam bentuk peng-kabulan doa secara spontanitas. Akan tetapi kecintaan itu justru sering berbentuk cobaan di mana berat atau ringannya ujian itu tergantung kepada kadar keimanan seseorang nduk. Zaki pasti bisa melewatinya nduk" lanjut umi yang juga sangat sedih mendengar kabar tentang putranya
Abi, Umi tak henti-hentinya berdoa mendoakan kesembuhan putra semata wayangnya.
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا
Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.
Artinya:
“Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”
...****************...
__ADS_1
"Bagaimana? apa kau sudah menjalankan tugasmu dengan baik!" ucap seseorang dari telephone
"Sudah tuan ! Mobilnya masuk di sungai yang arusnya sangat deras, kondisi jalanan juga sepi, pasti semua akan mengira ini adalah kecelakaan tunggal"