KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Gerak


__ADS_3

"Pah... gimana keadaan papa?" Nilna mendekat pada orang tuanya


"Papa baik-baik saja Na, Zaki bagaimana? ysng mestinya di khawatirkan itu Zaki" mengusap pelan kepala Nilna, karena ia sedikit jongkok


"Hiksssss" tangis Nilna pecah lagi, akan tetapi kini ia sudah di peluk papanya, yang masih duduk di kursi roda


"Tenanglah Na, Zaki pasti baik-baik saja" ucap mama Nilna sembari mengusap pelan punggung Nilna


Abi sudah keluar dari ruang dokter, ia sudah berjalan menghampiri Nilna


"Pak Kyai, maafkan saya, gara-gara saya menyuruh Zaki membawa mobil sendiri hal ini dapat terjadi"

__ADS_1


"Tidak ibu, ini semua sudah kehendak Allah. Tadi kata dokter hanya perlu menunggu hingga Zaki siuman. Alhamdulillah tidak ada luka yang serius ibu" jawab abi dengan tersenyum lega


Abi ikut masuk ke ruangan memastikan keadaan Zaki, umi juga masih di dalam. Umi merasa lega mendengar apa yang telah dikatakan abi setelah keluar dari ruang dokter. Kini mereka menyuruh Hasna dan Nilna untuk menjaga Zaki, karena umi dan abi harus mengajar di pesantren sore ini. Papa Nilna juga sudah boleh pulang dari rumah sakit, tak lupa sebelum kembali ke rumah mereka pamit dulu pada Nilna dan mendoakan Zaki agar segera siuman. Kini hanya tinggal Hasna adek Zaki, dan Nilna yang masih duduk di kursi dekat ranjang Zaki. Ada perasaan takut kehilangan di hati Nilna, sementara Hasna ketiduran di sofa belakang Nilna.


"Gus... bangunlah ! apa kau melupakan hari pernikahan kita begitu saja?" menggoyangkan pelan lengan atas Zaki


"Aku gak mau batal menikah gus, jadi bangunlah !" memandang wajah Zaki yang terbaring lemah


"Aku cintt... aku..." belum sempat Nilna melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba jari Zaki bergerak yang ada di genggamannya. Nilna hendak memanggil dokter, akan tetapi tangan Nilna malah di genggam erat oleh Zaki


"Hasnaaa... "

__ADS_1


"Ha... iya mba? ada apa" seketika Hasna langsung berdiri dari posisi tidurnya, karena merasa ada yang memanggil namanya


"Hasna tolong panggilkan dokter!" titah Nilna


"Ini tangan abangmu sudah bergerak, tapi matanya masih terpejam" Nilna melanjutkan kata-katanya


"Bang Zaki udah sadar mba?" sedikit mendekat untuk melihat kondisi abangnya


Nilna mengangguk "Iya cepet panggilkan dokter !"


"Eh... iya mba, sebentar" Hasna segera berlari ke ruang dokter, perasaan senang di campur panik di aduk menjadi satu

__ADS_1


Sementara tangan Nilna masih di genggaman Zaki, Nilna terus melihat Zaki, sesekali mengusap rambutnya.


"Apa kamu sebegitu khawatirnya pada calon suamimu ini, Na?"


__ADS_2