
Nilna mendengarkannya dengan seksama, sesekali bulir air matanya keluar, karena terharu mendengar penjelasan Zaki. Zaki masih memikirkan untuk berpuasa sedangkan dirinya masih terbaring sakit, begitulah yang ada di pikiran Nilna.
"Kamu kenapa Na? apa kata-kataku ada yang salah?" mencoba menghapus air mata di pipi Nilna, tapi Nilna malah menghindarinya, dan sudah menghapusnya sendiri
"Aku terharu saja Gus..."
"Ah, ternyata kau bisa menangis juga, aku pikir perempuan tangguh haha"
"Kata siapa? Emm... aku juga mau puasa gus, nanti kasih tau niatnya apa ya"
Zaki tersenyum "Iya, pasti"
__ADS_1
Zaki sudah memberitahukan niatnya, akhirnya mereka memutuskan untuk puasa bersama, baper deh author... wkkwk
Abi dan umi juga sudah tiba di rumah sakit, Nilna juga di suruh umi pulang dulu, untuk istirahat. Umi tahu, Nilna juga pasti sangat lelah.
"Gimana keadaanmu sekarang nang, cah bagus?" tanya abi
"Alhamdulillah sudah lebih baik bi, tidak perlu khawatir" ucap Zaki
"2 Hari lagi baru boleh pulang, itu tandanya kamu di suruh istirahat dulu sama gusti Allah nang cah bagus" jawab abi melihat Zaki
"Kemaren koq bisa seperti ini kejadiannya bagaiman to nang, cah bagus?" tanya umi, mengusap kepala Zaki
__ADS_1
"Mungkin hanya mengantuk saja mi, lupa berdoa hihi"
"Itu bahaya banget lho... lain kali jangan di ulangi lagi, Lha piyee neng dalan koq yo iso ngantuk, isa-isane anak lanangmu iki bi !" (Lha gimana di jalan koq bisa ngantuk, bisa-bisanya anak laki-lakimu ini bi)
Umi menepuk jidadnya sendiri melihat tingkah laku anaknya, sementara Zaki hanya senyum-senyum sendiri. Tidak menceritakan kejadian sebenarnya, takut jika umi dan abinya nanti akan khawatir. Biarlah kasus ini ia selidiki sendiri.
"Lha wis piye mi, arep nolak yo pancen wes nasibe ngene, malah Zaki durung sido rabi !" (Lha gimana lagi mi, mau nolak ya sudah nasibnya gini, malah Zaki belum jadi nikah) Jawab Zaki yang berniat menghibur uminya
"Kamu ini lho...." menjewer pelan telinga Zaki
"Aduh.. aduh... Zaki salah apalagi mi?" meringis pura-pura kesakitan
__ADS_1