
"Kan cuma akad saja, tidak akan membuatmu lelah Na" timpa Zaki
'Isssshhhh kenapa kau lagi' menatap tajam ke arah Zaki, yang telah membuatnya kesal
"Baiklah... aku terima"
"Tapi dengan satu syarat!" kini ia telah mengatur emosinya kembali, sehingga dengan mudah menjadi senyuman
"Alhamdulillah" Ucap abi umi kompak
__ADS_1
"Apa syaratnya calon istriku?" jawab Zaki langsung melihat Nilna tersipu malu
" Aku mau..." Ucapan Nilna menggatung
"Sudahlah Na, kamu jangan mempersulit calon imammu ini" titah mamah Nilna
"Tidak apa-apa tante, ini sudah menjadi kewajiban Zaki memberikan mahar sesuai apa yang di inginkan Nilna. In syaa Allah, Zaki akan mempersiapkan keinginan Nilna, adapun mahar tersebut nantinya menunjukkan pemberian suami kepada istri baik nafkah duniawi maupun akhirat" Zaki menjawabnya tanpa canggung, dan terlihat sangat tegas dan dewasa. Auranya membuat perasaan Nilna luluh lantah tak karuan rasanya.
"“Nafkah untuk akhirat itu seperti pendidikan, pengayoman, ilmu agama. Jadi ibadah utama suami adalah mahar, sedangkan ibadah utama istri adalah kesabaran. Sabar menerima seberapapun pemberian suami, dan sabar melayani suami,”
__ADS_1
Nilna diam, tak menjawab lagi kata-kata terakhir Zaki
"Aku... aku ingin dibacakan Surat Ar Rahman untuk maharku besok !" ucap Nilna dengan pandangan melihat lantai
"Alhamdulillahirobbil Alamin" ucap semua yang ada di dalam ruangan itu, terkecuali Nilna
"Terima kasih, Na. Jika kamu menginginkan sesuatu, bilang saja... aku akan mengusahakannya untukmu, untuk kita" Zaki menyunggingkan senyumnya
"Ahh... itu akan aku pikirkan lagi nanti" membalas senyuman Zaki, tapi kali ini ia tersenyum licik bak ingin memangsa makanannya
__ADS_1
...****************...
Hadits Rasulullah Saw dari Aisyah, “dari Aisyah bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya perkawinan yang besar barakahnya adalah yang paling mudah maharnya” dan sabdanya pula “Perempuan yang baik hati adalah yang murah maharnya, memudahkan dalam urusan perkawinannya serta baik akhlaknya, sedangkan perempuan yang celaka yaitu yang mahal maharnya, sulit perkawinannya dan buruk akhlaknya.” (HR. Imam Ahmad)