KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Jumpa


__ADS_3

Nilna sedang diperjalanan menuju Bandara Adisucipto untuk menjemput Danang. Membutuhkan perjalanan 90 menit untuk sampai kesana. Nilna sengaja meminjam mobil Nonik dari pada harus rental mobil, karena tak ingin menyia-nyiakan mobil nonik yang nganggur di rumah mbah Kina.


Nilna tiba di bandara, ia kini langsung memarkirkan mobilnya. Nilna berjalan ke ruang tunggu. Ruang tunggu bandara Adisutjipto terdiri dari terminal A dan B, dimana terminal A khusus penerbangan domestik, sementara terminal B untuk penerbangan domestik dan internasional. Terlalu minimnya lahan, untuk penerbangan internasional ruang tunggunya menyatu dengan ruang tunggu domestik. Tak hanya ruang tunggu, ruang pemeriksaan bandara ini juga nampak minim untuk menampung jumlah penumpang yang banyak.


Tring... tringg... Tlephon Nilna berbunyi bertuliskan Danang. Mungkin pesawat yang ditumpanginya sudah landing


"Halo sayang, kamu dimana?" Danang menengok kanan kiri


"Aku di ruang tunggu, di Terminal A" Jawab Nilna


"Oke, aku kesana ya" Danang langsung mematikan telephon dan menyusul Nilna ke Terminal A


Danang masih mencari keberadaan Nilna tapi masih belum menemukannya.


Nilna dimana kamu? sudah berapa tahun kita gak jumpa. Sudah memutari terminal masih saja belum ketemu. Apa kau mau menipuku (Batin Danang)


"Halo Na, kamu sebenarnya dimana si? Jangan jangan kamu ngga kesini ya? Ini aku udah muter muter Terminal A hampir 5 kali. Koq masih belum ketemu, nanti kalo pingsang gimana? Ntar siapa yang nolongin haha " Cerocos Danang pada telephone di genggamnya sambil ketawa


"Ahh iya, maaf maaf. Tadi aku balik ke mobil, tas ku ketinggalan disana"


"Yaudah sekarang kamu dimana? tapi ingat kamu stay di situ jangan kemana mana, inget yaa!" Tegas Danang karena sudah tidak bersabar bertemu dengan kekasihnya itu


"Iya iya, aku tunggu kamu di parkiran ya. Di deket pintu masuk. Kamu masih inget wajahku kan? Haha" Ada rasa senang dihati Nilna tapi juga sedih


"Foto lokasinya juga ya sayang, biar aku ngga nyasar hehe" Jawab Danang


Nilna langsung mengirimkan sebuah foto ke nomor Wa Danang, tempat dimana ia menunggu Danang


Danang menyusuri sepanjang jalan menuju parkiran. Yang benar saja, disana hanya ada seorang perempuan berdiri. Saat di lihat Danang dari jauh...


Hanya dia yang ada disini, masak dia Nilna? apa aku panggil saja ya? Coba dulu deh. (batin Danang)


"Nilnaaa...." Teriak Danang untuk memastikan itu beneran kekasihnya atau bukan


"Danang... sejak kapan kamu disitu?" Tanya Nilna dengan semburat senyum


Danang berlari menghampiri Nilna, ia terus menatap Nilna. Karena tak menyangka dengan penampilan kekasihnya yang sekarang lebih tertutup. Dan terlihat semakin cantik, seperti bidadari turun dari kayangan.

__ADS_1


"Nilna... kamu tampak berbeda, kamu terlihat semakin cantik sayang. " Danang semakin mendekati Nilna hendak memeluknya. Hanya saja, Nilna memundurkan langkahnya


"Nilna aku merindukanmu, tak bolehkah kekasihmu ini memelukmu sebentar?" Danang memasang wajah sedih



"Maaf Danang, kita bukan muhrim. Jadi ngga boleh pegang pegang sembarangan" Ucap Nilna sedikit datar menghadapi Danang


"Ah iyaa, aku rasa kamu memang sudah berbeda dari yang dulu. Tapi tak apa, aku akan segera membuatmu halal bagiku Na" Jawab Danang menggoda Nilna


Jujur saja Na, aku tidak senang melihatmu menolak pelukan yang sudah aku pendam beberapa tahun belakangan ini. Begitu aku melihatmu, rasanya ingin segera menikahimu. Berharap bisa hidup bahagia bersamamu selamanya (Batin Danang sambil senyum senyum melihat Nilna, tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun)


"Apa kamu lihat lihat? senyum senyum gitu kayak orang gila haha" Ejek Nilna


"Aku emang sudah gila Na, gila karenamu Haha" berjalan disamping Nilna, dengan pandangan kesamping


"Krucuk.... Krucukk" Tiba tiba suara perut Danang ikut berbicara sama Nana


"Tuh kan... perutku juga merindukanmu Na, begitu ketemu kamu langsung bunyi " Mengerucutkan bibir, dengan nada manja menggoda Nilna


"Aku nggak mau di dekat sini" Tolak Danang dengan nada datar


"Lha mau nya cari makan dimana?"


"Ya memang aku ngga mau di dekat sini, mau nya selalu di dekat kamu" Ucap Danang


"Kalo gitu gausah makan aja" Nilna sedikit sebal menanggapi tingkah usil Danang


"Kita kesana aja" Danang menarik lengan baju Nilna


Tiba disebuah resto minimalist dengan nuansa Eropa. Danang mengajak Nilna untuk duduk dan memilih menu makanan yang akan dipesan.


"Kamu pesan apa Na?" tanya Danang


"Orange Jus aja" Jawab Nilna melihat sekilas buku menunya


"Makan ya? kamu pasti juga laper kan? aku tahu" Ejek Danang

__ADS_1


"Siapa bilang? aku tadi udah makan. Nanti kalo ngga habis kan mubadzir"


"Kalo ngga habis, aku yang akan menghabiskan sisanya hehe"


"Yaudah, terserah kamu aja"


Danang kenapa kamu jadi tambah bucin begini? lalu bagaimana aku akan mengatakannya? (batin Nilna sedikit melirik Danang)


Waiter mengambil buku catatan menu yang berada di meja nomer 7. Beberapa menit kemudian, makanan sudah tersaji di depan Nilna dan Danang


"Yuk makan Na, apa kamu mau aku suapin?" Tanya Danang


"Eh enggak, kita berdoa dulu sebelum makan" Ucap Nilna


"Baiklah sayang..." Ucap Danang dengan senyuman yang mengembang


Mereka menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja. Yang benar saja, Nilna tidak bisa menghabiskan steak yang telah di pesan Danang. Ia langsung membalikkan pisau dan garpunya, tertanda sudah kenyang. Danang begitu saja mengambil piring steak Nana. Ia melahap habis steaknya Nana tanpa tersisa


"Kamu itu laper apa doyan?" Tercengang melihat tingkah laku Danang


"Kan biar engga mubadzir" Danang menatap Nilna dalam-dalam. Membisikkan sesuatu di telinga Nana


"Naa... naa... aku mencintaimu, sangat mencintaimu" Ucap Danang dengan lembut


"Aku... aku ke kamar mandi dulu, kebelet" Nilna gugup ketika menghadapi tingkah Danang, akhirnya ia lebih memilih untuk melarikan diri sebentar wkwk


"Kebelet apa? Nikah? haha" Ucap Danang, menjahili Nilna


"Ah kamu ini" Nilna langsung pergi meninggalkan Danang


Nilna sudah menghilang dari jangkauan penglihatan Danang. Ia mencari sebuah nomer Wa di ponselnya.


"Halo... lo dimana ken?"


"Gue masih di Ausie, proyek disini masih belum kelar" Jawab seseorang dari balik telephone


"Segera kembali ke Indo, kalo udah selesai" Danang langsung mematikan panggilan tersebut, setelah melihat Nilna sudah kembali dari toilet.

__ADS_1


__ADS_2