
Saat di persimpangan jalan ia tak menyadari, ada truk yang berlawanan arah yang melaju sangat kencang ke arahnya. Tanpa sadar, Zaki memutar kemudinya ke arah sungai yang arusnya sangat deras, dan...
"Brakkkkk..." Terdengar keras suara mobil Zaki yang terhempas di sungai. Sementara truknya berhasil menghindar, melajukan kendaraannya tanpa meninggalkan jejak.
"Suara apa tadi? seperti ada yang bertabrakan" Nilna menengok ke belakang, namun tidak menemukan apapun
"Iya ya, koq kenceng banget suaranya" jawab mamah Nilna juga penasaran
Sementara papa melirik ke arah spion mobilnya, mencari mobil Zaki yang sudah tidak ada di belakangnya. Papah Nilna langsung berbalik arah, untuk memastikan tidak terjadi apa-apa pada calon menantunya.
__ADS_1
"Lho koq puter arah pah? bukannya butiknya masih lurus ya?" Nilna menatap bingung ke arah papanya
Papa Nilna masih mencari keberadaan mobil Zaki, ketika sampai di tempat yang ada suaranya kencang banyak orang yang berkerumun, ada beberapa polisi juga disitu. Sementara, papa Nilna menghentikan mobilnya di tepi jalan, mendekak pada kerumunan orang-orang tersebut. Ia begitu kaget, ternyata mobil yang jatuh ke sungai mobilnya Zaki...
'Astaghfirullah nak Zaki....' tanpa sadar peluhnya keluar dari mata, dan memegang dahinya. Tiba-tiba brukkk.....
Sementara Nilna? Nilna ikut mobil ambulance yang telah membawa Zaki, ia terus saja menangis di depan Zaki yang sudah tergeletak dengan cucuran darah mengalir deras di dahi, tangan, dan kakinya. Ia tak sanggup, melihat Zaki seperti ini. Tak hanya menggenggam tangan Zaki, sesekali ia juga memeluknya.
'Kenapa bisa terjadi seperti ini? bukankah tadi kamu tidak ikut Gus? hiksss... hiksss'
__ADS_1
"Aku mohon... bertahanlah gus demi aku!" Nilna terus menggenggam erat tangan Zaki
"Bukankah kita akan menikah besok? bertahanlahh...." tanpa sadar ia mendekatkan dahinya ke dahi Zaki
Ambulance sudah berhenti sebuah rumah sakit, dengan segera perawat memindahkan Zaki ke ruang Unit Gawat Darurat, karena banyak luka yang di alami Zaki.
"Tunggu diluar dulu ya bu" Ucap dokter, segera masuk ke dalam ruangan
"Tolong selamatkan Gus Zaki dokk, tolongg!! hiksss... hikss" Nilna menangis sesenggukan, air matanya tak berhenti mengalir
__ADS_1