KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Rahasia


__ADS_3

Sementara tangan Nilna masih di genggaman Zaki, Nilna terus melihat Zaki, sesekali mengusap rambutnya.


"Apa kamu sebegitu khawatirnya pada calon suamimu ini, Na?" ucap Zaki yang masih memejamkan mata


"Ya jelaslah aku khawatir !" jawab Nilna


"Eh.... kamu sudah sadar Gus?" baru tersadar jika ada yang menjawabnya


"Masak aku tadi halusinasi?" Nilna menepuk pelan pipinya


"Tapi kenapa gus Zaki masih memegang erat tanganku? apa mungkin orang yang belum sadarkan diri bisa melakukan ini?" gumam Nilna


Akhirnya, Nilna iseng untuk mencubit hidung Zaki


"Apa kamu mau membunuhku Na? dengan menutup hidungku?" ucap Zaki lagi

__ADS_1


"Kamu sudah sadar gus? aku gak mimpi kan?" Nilna menepuk pelan pipi Zaki, kemudian menepuk pipinya secara begantian


"Gus...." kembali menepuk pipi Zaki


"Kau sudah sadarkan? jangan pura-pura lagi ! buka matamu sekarang ! atau kalau enggak...." kalimat Nilna terputus mendengar ada seseorang yang juga masuk ruangan.


Dokter tiba di ruangan untuk memeriksa Zaki kembali. Ternyata, Zaki sudah mulai pulih seperti sediakala, dan sudah sadarkan diri.


"Alhamdulillah, kondisi pasien sudah semakin baik. Tetapi masih butuh perawatan untuk luka bagian luarnya" ucap dokter


"Sus, tolong perbannya di ganti ya !" ucap dokter lagi melihat ke arah suster


"Baik dok"


Dengan cekatan dan telaten suster mengganti perbannya, karena sudah terbiasa.

__ADS_1


'Rasanya koq aku gak rela gitu ya, lihat Zaki di ganti perbannya oleh suster, padahal kan wajar ya? tugasnya suster' gumam Nilna dalam hati, dan terus memperhatikan suster yang belum mengalihkan pandangannya dari Zaki


'Aku akan pura-pura terpejam Na, kapan lagi bisa isengin kamu kayak gini' batin seseorang yang masih terbaring di ruang itu


"Dia tadi udah sadar koq dok, saya denger sendiri suaranya, kenapa masih belum bangun ya?" ucap Nilna melihat sang dokter


"Harusnya udah sadar mbak, kalo menurut perhitungan saya" jawab dokter sambil tersenyum melihat ke arah Nilna


"Kalo begitu dia pura-pura tidur ya dok?" tanya Nilna dengan polosnya


"Mungkin sebentar lagi sadar" sedikit melirik ke arah Zaki


"Baik, kalo gitu saya permisi dulu, nanti kalo ada apa-apa panggil saja di ruang tadi ya mba!" lanjut sang dokter kini menatap Hasna


"Iya dok" Hasna mengangguki jawabannya

__ADS_1


Sebenarnya sang dokter sudah tahu kalo Zaki sudah siuman, ketika memeriksanya, telunjuk Zaki terangkat menutup bibir dan membuka matanya. Sang dokter tersenyum dan mengangguk menjawab isyarat dari Zaki.


__ADS_2