KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Jalan


__ADS_3

"Ma-af i ni si apa?" Ucap Nilna dengan terbata-bata, tetesan air mulai jatuh di atas pipinya. Seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Suara yang telah lama tidak ia dengarkan, kini hadir kembali.


"Apa kamu lupa denganku Na? bagaimana dengan kisah kita Na?" ucap seseorang dalam telepbone itu


"Da nang... itukah kamu?" Nilna mengingat semua kisah yang mereka lewati bersama


"Bagaimana kabarmu sekarang Na? aku sangat merindukanmu. Rasa cintaku masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah. Besok aku akan balik ke Indonesia untukmu Na. Maafkan aku, baru menghubungimu hari ini. Sekarang tugasku disini sudah selesai, dan tugasku yang berikutnya akan membuatmu bahagia Na. Aku... aku akan segera melamarmu sayang" Ucap seseorang dari balik telephone dengan rasa bahagia


...****************...


Di pesantren, Zaki sudah berhari-hari menunggu Nilna. Hingga akhirnya is memutuskan untuk menemui seseorang yang dekat dengan Nilna untuk ke pesantren utama.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam Warrahmatullah, silahkan masuk mbak" Ucap Zaki pada salah satu santriwati yang ada dibalik pintu

__ADS_1


"Ada perlu apa ya gus, sampai memanggil saya kesini?"


"Sebenarnya saya mau bertanya mengenai Nilna mbak. Apa Nilna sudah mempunyai kekasih?" Sedikit melihat ke arah Kaira


"Em... sebenarnya itu" Kaira ragu untuk menceritakan semua tentang Nilna ke gus Zaki. Karena tidak mau dibilang tidak bisa menjaga amanat dengan baik, soal rahasia teman dekatnya itu


"Kalo memang benar iya, saya tidak keberatan untuk melepas Nilna. saya tak ingin merusak hubungannya. saya memang menyukainya sejak awal. Tapi tak akan memaksakan jika Nilna tidak mau. Kamu pasti mengetahui ini bukan? saya rasa kamu pasti akan menjaga amanat Nilna dengan baik" dengan nada sedikit kecewa ketika Zaki menyampaikan itu pada Kaira


"Gus Zaki benar, hanya saja Nilna tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini pada Danang. Ia pergi lanjut kuliah ke luar negeri. Dan semenjak itu, Danang sama sekali tak pernah memberi kabar pada Nilna" jawab Kaira


"Ohh jadi begitu, lalu kamu tahu sekarang dia ada dimana sebenarnya?" tanya Zaki


"Dia berada di Magelang gus, untuk memastikan langkah yang ia ambil berikutnya. Ia menemui mbah Kina disana" sedikit gugup menjelaskan pada gus Zaki


Nilna maafkan aku, aku tak bisa menjaga amanatmu dengan baik, maafkan aku (batin kaira)

__ADS_1


"Jadi benar dia berbohong, dari awal memang saya tidak percaya. Temanmu itu, tidak pandai berbohong" Zaki tertawa ketika semua tebakannya benar


"Iya gus, saya kira gus Zaki akan marah ketika mendengar hal ini" kaget melihat ekspresei gus nya itu


"Bagaimana saya bisa marah dengannya mbak? ini semua sudah ditakdirkan oleh-Nya. Kalo saya memarahi Nilna, sama saja saya memarahi-Nya yang menuliskan takdir ini"


"Iya gus, apa ada yang perlu ditanyakan lagi?"


"Tidak mbak, terima kasih sudah mau menjawab beberapa pertanyaan saya tadi"


"Kalo begitu saya kembali ke ponpes putri dulu ya gus, Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam"


Setelah kepergian Kaira, Zaki merenungkan pertemuannya dengan Nilna. Nama yang tiba-tiba hadir mengisi ruang hatinya yang telah lama tak terisi dengan nama bidadari. Bagaimana bisa? aku menyukai seseorang yang sudah punya kekasih. Tapi bukankan mereka belum menikah? beratti aku masih ada kesempatan untuk masuk dihatinya. Jika kamu tak mau, aku tak akan memaksamu Na.

__ADS_1


__ADS_2