KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Lapar


__ADS_3

"Jadi kalo udah jadi istri bisa mandang sepuasnya yaa?" goda Zaki


"Mmmmm..."


"Sejak kapan kamu sadar?" Nilna mengalihkan topik pembicaraan, karena takut salah tingkah di depan Zaki


"Sejak tadi"


"Jadi benar, dari tadi kamu cuma pura-pura?" menatap tajam Zaki


"Iya" jawab Zaki singkat, sebenarnya sedang menahan tawa


"Jahat kamu, jahat, bisa-bisanya pura-pura di saat seperti ini" memukul pelan tangan Zaki


"Aw..."


"Aw... sakit-sakit" Zaki pura-pura merasa sakit juga ketika di pukul Nilna wkkw


"Ah, jangan pura-pura lagi. Mana mungkin pukulan pelan begini bisa sakit? atau jangan-jangan? kecelakaan kemaren juga pura-pura atau akal-akalan kamu aja?"

__ADS_1


"Aku senang kamu khawatir begini Na" Zaki menyunggingkan senyumnya ke arah Nilna


"Sebenarnya aku gak khawatir, aku hanya... hanyaa" Nilna menggigit jari bagian bawahnya


"Hanya takut kalo gagal menikah kan?" tebak Zaki


"Mmmm... bagaimana kalo kita menikah hari ini juga, sepertinya kamu sudah tidak sabar menjadi istriku" tanya Zaki sambil tertawa


"Aku? bukannya kamu yang tidak sabar gus?" mengernyitkan dahi


Belum sempat Zaki menjelaskan "Itu kemaren koq bisa kecelakaan kejadiannya bagaimana gus? Ngantuk atau bagaimana?" tanya Nilna


"Itu kemaren aku hanya menghindari truk, apa tidak ada korban lagi dari kecelakaan ini?" tanya Zaki


deg


deg


deg

__ADS_1


'Maksudnya gus Zaki apa ya?'


"Lhoh, jelas-jelas kecelakaan tunggal koq gus. Cuma ada mobilmu saja yang jatuh ke sungai" seius menatap Zaki


"Alhamdulillah kalo cuma aku saja" Zaki bersyukur, hanya saja masih menjanggal di pikiran Zaki


"Setahuku saat itu kecelakaan tunggal Gus, apa ada yang lainnya?" tanya Nilna yang juga penasaran


"Ah mungkin hanya halusinasiku saja !" Zaki mengalihkan topiknya agar Nilna tidak merasa khawatir


"Aku lapar Na ! bisa ambilkan makan?"minta Zaki dengan ekspresi sedikit memelas


"Eh iya, aku minta suster dulu ya... Udah 2 hari kamu belum sadarkan diri, pantas saja merasa lapar hehe" jawab Nilna


"Seneng ya kamu, kalo lihat aku kelaparan kayak kini?" mencobai mencubit hidung Nilna, tapi tidak tergapai oleh tangan Zaki, karena jaraknya lumayan jauh


"Bentar yaa, aku keluar dulu" tanya Nilna sekilas menatap Zaki


"Cepet yaa? udah lapar banget nihh" memegangi perutnya

__ADS_1


__ADS_2