KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Untukmu


__ADS_3

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, tapi aku pergi untuk kembali. Maafkan aku gus, bukan maksudku untuk menipumu. Hanya saja, aku belum siap jika harus menikah denganmu untuk saat ini. Selepas aku pergi ke rumah Mbah Kina, aku pasti kembali untukmu. Berikan aku waktu satu bulan untuk itu. (Mbah adalah panggilan eyang bagi orang Jawa). Aku tak menyangka jika takdirku adalah dirimu, hanya karena hal mungkin diluar nalar pemikiran manusia. Ahh, semua terasa buntu. Apa yang harus aku katakan pada Danang nanti? sudah 2 tahun ini Danang tidak ada kabar. Setelah pertemuan terakhir itu...


"Na, aku akan melanjutkan pendidikanku di Singapura. Aku harap kamu sabar menungguku" Ucap Danang, bola matanya berkaca-kaca sambil memeluk Nilna.


"Kamu jahat, tega kamu hikss hikss.... Kenapa tiba-tiba begini? kamu mau ninggalin aku?" Nilna menangis tersedu-sedu pada dekapannya Danang.


"Ini demi kebaikan kita Nilna Sayang, aku pasti kembali jika sudah sukses nanti. Kamu tunggu aku ya?" Danang mengusap kepala Nilna dengan lembut


"Gimana kalo aku kangen sama kamu? Hiks hikss" Nilna menangis sejadi jadinya, karena ia cukup terpukul mendengar hal itu.


"Nanti bisa telfon, ini alamatku di sana ya Na? jaga dirimu kamu baik-baik. Tunggu aku sampai pulang" Danang memberikan selembar kertas kecil.


Nilna melepaskan pelukannya


"Kamu hati-hati disana, jaga mata. Jaga hati kamu" ucap Nilna sambil menunjuk hati Danang.


"Iya sayang.... nanti sore aku akan ke bandara. Aku pergi dulu ya Na" Sebelum pergi Danang mencium kening Nilna


"Aku antar yaa?" Pinta Nilna, dengan wajah sendunya.


"Ga perlu sayang, nanti aku telfon aja kalo udah sampai. Kamu harus istirahat, doa'in aku selalu yaa"


"Pasti" Nilna mengantar Danang sampai halaman rumahnya, melihat Danang sampai tak meninggalkan jejak.


Kenapa nggak dari dulu Nang, tahu gitu aku kemaren gak milih mondok. Andai saja pilihan dari mamah itu hari ini, pasti aku mau buat lanjutin kuliah diluar negeri biar bisa bareng kamu.


...****************...

__ADS_1


"Na, Nilnaa? Na? Nilnaaaaa woyyy" Teriak Khaira di telinga Nilna


"Ehh, Astaghfirullah... ngapain kamu Ra? ngaget-ngagetin aja" ucap Nilna


"Lagian kamu sihh, di panggil gak denger. Aku takutnya malah kamu kesambet Na wkwk" Ucap Khaira meledek sahabatnya itu


"Ya enggaklah, aku cuma kepikiran..." Sejenak Nilna terdiam


"Kepikiran apa? Penjual cilok keliling ha? wkwk"


"Enggak, Kepikiran mbak Khaira yang sering jual jamu itu lho. Koq gak keliatan dari pagi, sekalinya muncul malah bikin orang jantungan hahaha..." Nilna membalas Khaira


"Enak aja, cantik gini dikatain bakul jamu"


"Ehh ra, aku mau tanya nihh..." Ucap Nilna


"Iya, gimana Na?"


Khaira mendengarkan semua cerita Nilna, dari A sampai Z. Sambil mencerna apa yang ia dengar dan apa yang diceritakan sahabatnya itu, disaat itulah ia memikirkan bagaimana solusi untuk problem yang tengah dihadapi sahabatnya saat ini.


"Oke, kamu sekarang lebih yakin yang mana Na? Lagian si Danang2 itu juga kan udah gak ada kabar. Apa kamu sudah hubungi Danang?" Khaira mengintrogasi Nilna


"Udah, tapi nomernya udah ga aktif satu tahun yang lalu" Ucap Nilna


"Selama satu tahun itu dia gak ngasih kabar kamu Na? Apa sekarang kamu masih cinta sama Danang?" Tanya Khaira


"Gak ada kabar sama sekali, aku juga gak tau bagaimana perasaanku saat ini. Aku mau nyusul Danang ke Singapur, dulu aku sempat dikasih alamatnya" Ucap Nilna mencari kertas pemberian Danang

__ADS_1


"Maaf Na, menurut aku kamu tinggalin Danang aja. Waktu satu tahun itu gak sebentar lhoo... Kalo dia bener-bener perduli sama kamu, dia pasti hubungi kamu Na, paling enggak kasih kabar. Aku rasa gus Zaki orang yang tepat buat kamu Na, kamu jangan sia-siain gus Zaki. Nyatanya kekasih kamu itu cuma memberikan janji aja to? gus Zaki yang baru kamu kenal malah memberi kepastian. Coba kamu fikir Na?"


Betul juga apa yang dikatakan Khaira, aku harus menenangkan pikiranku dirumahnya Mbah Kina (Batin Nilna)


Nilna membereskan sebagian pakaiannya kedalam kopernya.


"Kamu beneran mau ke Singapura demi dia Na?" tanya Khaira


"Aku mau pulang ke rumah Mbah Kina, aku butuh ketenangan Ra" ucap Nilna


"Emange kamu sudah izin sama umi? gus Zaki🤭"


"Sudah ra, tapi sama gus Zaki aku bilangnya mau lanjut S2 ke Kairo wkwk" Ucap Nilna menahan tawanya


"Terus ekspresinya gimana?" Tanya Khaira


"Ekspresinya sedih kayaknya, aku gak berani lihat matanya. Nanti ya ketahuan kalo aku nipu dia haha" Jawab Nilna


"Fiks harus dipertahanin itu Na hehe" Khaira menyakinkan Nilna untuk keputusan yang akan dia ambil


Driver jemputan Nilna sudah tiba didepan gerbang pesantren, ia memasukkan semua barang yang akan bawa ke dalam mobil. Dibantu oleh Khaira dan Pak driver, di balik gerbang ada seseorang juga yang sedang memperhatikan Nilna.


"Khaira aku pamit dulu yaa" Nilna memeluk sahabatnya itu


"Iya Na, hati-hati dijalan. Cepet balik pesantren yaa... Inget, gus Zaki menunggumu wkwk"


"Apaan sihh kamu ra, gajelas banget. Aku pergi ya, Assalamualaikum"

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh"


Nilna memasuki mobil, kemudian menutup pintunya. Ia masih memikirkan apa yang telah dikatakan Khaira. Perjalanan kerumah Mbah Kina cukup lama, butuh waktu kurang lebih 3 jam. Rumah Mbah Kina berada di Magelang, tepatnya di Desa Ngadiharjo Kecamatan Borobudur. Suasana disana sangat nyaman, asri, dan tenang untuk jiwa-jiwa yang gundah. Mbah Kina sangat perduli pada Nilna, semenjak kecil ia di asuh Mbah Kina saat orang tuanya sibuk bekerja diluar kota. Dan seorang yang sangat memahami karakter Nilna. Dua jam sudah berlalu, kini sudah merasakan hawa dingin disekitar sana. Nilna membuka kaca mobil, terlihat pemandangan bukit yang berjajar rapi.


__ADS_2