KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Sampai


__ADS_3

Setibanya di Kadilangu, Zaki melihat di sekeliling untu memarkirkan mobilnya. (Kadilangu adalah kelurahan di Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Di kelurahan ini terdapat Masjid Sunan Kalijaga, yang didirikan pada tahun 1532. Di dekat masjid ini terdapat makam Sunan Kalijaga. Zaki dan Aldo mulai menapakkan kakinya ke pesarean (pemakaman). Tidak terlalu ramai yang berziarah, suasana yang pas untuk Zaki menenangkan hati dan pikirannya pada seseorang yang membuatnya gundah sepanjang hari.


Selesai berziarah, mereka mampir ke warung nasi kucing. Awalnya Zaki mengajak Aldo untuk mengisi perut di salah satu restoran.


"Makan dulu Do" sambil memberhentikan mobilnya di depan restoran, tetapi belum terparkir


"Jangan disini bang bro, makanannya dapet dikit, mahal pula haha" Aldo tertawa sambil melihat kanan kirinya


"Terus kemana Do"


"Lurus terus bang bro, nanti ada pertigaan belok kiri" Aldo menunjukkab arah jalannya


Mobil Zaki terhenti di warung kucingan. Dimana terdapat satu meja panjang, dan satu kursi panjang, serta dua tikar yang terpajang dibawah. Mereka langsung memesan nasi kucing sepuluh bungkus (karena kemasannya kecil, namanya juga nasi kucing😂), teh anget, es jahe, dan juga gorengan.


"Totalnya berapa bu?" Menghampiri penjual nasi kucing, sambil mengeluarkan uang yang ada di dalam dompet

__ADS_1


"nasinya 6 bungkus, 3000-an, jadinya Rp 18.000, teh anget Rp. 3000, es jahe Rp. 4.000, sama gorengannya Rp 5.000. Jadi totalnya Rp 30.000 mas"


"Ini uang ya buk" Zaki mengambil uang pas di dalam dompetnya


Mereka kemudian, kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan ke pesantren.


...****************...


Nilna telah kembali dari toilet, ia sudah menyiapkan kata-kata untuk berbicara jujur pada Danang. Ia melihat Danang sedang menelpon seseorang, keyika ia sudah dekat, tiba tiba Danang menutup telephone-nya


"Enggak koq, emang sudah selesai. Tadi dari asistenku yang masih di Singapore. Cuma menyampaikan hasil meeting hari ini" tersenyum ke arah Nilna


"Nang, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan ke kamu" menatap Danang


"Ada apa?" Melihat Nilna dengan seksama

__ADS_1


"Aku udah mau menikah Nang. Udah ada yang taarufin aku, mama sama papa juga sudah menyetujuinya" mata Nilna mulai berkaca kaca


"Apaaa?" Danang semakin menatap mata sendu Nilna


"Kamu pasti berbohong kan sayang? aku tidak percaya" Danang masih tidak percaya apa yang telah di katakan Nana


"Aku serius Nang, maafin aku. Aku sudah menerimanya, aku..." tanpa sengaja ia memegang tangan Danang, dan sudah meneteskan air matanya


"Bagaimana bisa kamu tega melakukan itu Na? selama ini aku berusaha untuk membahagiakanmu, sampai aku sukses baru akan melamarmu. Apa kamu lupa janji kita?" Danang menatap Nilna dalam-dalam, tak percaya apa yang telah ia dengar dari mulut Nilna.


"Udah beberapa tahun ini kamu nggak ngasih kabar aku, Nang. Aku kira, kamu sudah lupa akan janji itu."


"Aku ngga akan lupa sayang, maafkan aku juga, karena terlalu fokus sama kerjaan. Itu demi kebahagiaan kita, aku dan kamu Na. Aku akan tetap memperjuangkanmu Na, aku akan minta restu orang tuamu. Lagian kan baru taaruf kan? belum sampai akad nikah?" meyakinkan Nilna


Danang tak menyangka, kejutan yang ia dapat setelah bertemu orang yang di sayanginya itu. Mereka masih duduk di restoran tersebut, memikirkan bagaimana yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2