
"Astaghfirullah... Nilnaaa !" Sambil menepuk pipi Nilna, memastikan sahabatnya sudah kembali
"Auwww..." Nilna memegangi pipinya
"Kagettt aku Na... syookkk haha"
"Lagian, kamu kagetnya kayak lihat setan, haha" duduk di kursi panjang depan gotak (kamar)
"Kamu juga sih ! tiba-tiba nongol aja, nggak salam ! Aku ya kaget haha" ikut duduk di sebelah Nilna, dan langsung memeluk sahabatnya. Khaira beberapa hari tidak bertemu Nilna, sudah begitu rindu pada sahabatnya yang sedikit bar-bar itu.
"Ehh, udah-udah! jangan peluk terus!" Nilna melepaskan pelukan Khaira
"Aku masih normal, haha" Nilna memasuki gothak dan mulai membereskan baju-baju yang ada di dalam koper. Di susul Khaira juga memasuki gothak.
"Ah Na, aku kangen banget tahu" Ucap Khaira
"Gausah lebay gitu deh... sini kalo kangen, aku bantuin beresin ini!" menunjuk tasnya yang satunya lagi yang berisi jajan untuk Khaira dan beberapa santri yang berada di gothak itu juga.
"Apa ini? koq nggak berat, kresek-kresek lagi suaranya" Khaira mengangkat tas itu, mulai menggoyang-goyangkan, karena penasaran apa yang ada di dalamnya
"Buka aja Ra, aku ngantuk!"
Khaira sangat senang melihat banyak makanan yang ada di dalam tas Nilna. Ia selalu tahu kalo perut sahabatnya selalu lapar wkwk
Nilna merebahkan tubuhnya arena lelah dalam perjalanan, ia langsung tertidur tidak ingat daratan.
__ADS_1
"Na, koq banyak banget Na... bawanyaa Na" ucap Khaira begitu senangnya, belum menyadari Nilna sudah berada di alam mimpi.
"Ya Allah, Na... kamu pasti capek yaaa" Melihat sahabatnya sudah tertidur pulas.
Di ruang tamu ndalem, Zaki sudah menelpon mamanya Nilna, sesuai dengan amanat yang sudah disampaikan sebelumnya. Mama Nilna, bergegas untuk ke pesantren lagi, mendengar putrinya sudah sampai pesantren.
Di ruang tamu juga ada Abi dan Umi, karena Zaki sudah menyampaikan apa yang di harapkan mamanya Nilna.
"Mamahnya Nilna lagi perjalanan ke pesantren bi" melihat abi yang duduk di ruang tamu
"Iya, kita tunggu dulu calon besan" abah sangat senang mendengar apa yang sudah di sampaikan Zaki.
"Iya bi, umi juga mau di sini. Udah gak sabar pengen punya mantu sama cucu" ucap umi senyum-senyum menggoda Zaki
"Umi gimana sih? nikah aja belum koq ngomongin cucu" jawab Zaki, sedikit salah tingkah tapi tidak diperlihatkan di hadapan kedua oramg tuanya
Abi hanya tersenyum dan mengangguk menghadapi sikap umi yang masih mirip anak muda
"Matanya kelilipan apa gimana mi? perlu Zaki ambilin obat mata?" Zaki tertawa menghadapi tingkah uminya
Seseorang yang di tunggu akhirnya tiba, mamah Nilna memarkirkan mobilnya. Ternyata ia tak se diri, tetapi juga bersama pak Dito, papanya Nilna. Kemudian berjalan menuju Ndalem, untuk membicarakan mengenai pernikahan Nilna dan Zaki
"Assalamualaikum..." Ucap mama dan papa Nilna dari luar pintu
"Waalaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh" Jawab Abi dan Umi, mereka langsung menghampiri calon besan dan mempersilahkan untuk masuk
__ADS_1
Mamah dan Papa Nilna duduk berdampingan, masih mencari di mana anaknya, kenapa belum muncul juga...
"Silahkan di minum dulu pak" Titah abi
"Iya pak kyai, makasih" jawab papah Nilna
"Nilna koq belum kesini ya, katanya tadi sufah sampai Nak Zaki?" tanya mamah Nilna, melihat ke arah Zaki
"Iya tante sudah sampai, sebentar biar saya panggilkan"
"Biar umi saja yang panggil Nilna, Zak. Kamu disini aja menemani calon mertua" umi mencegah langkah Zaki
Zaki menggangguk menuruti keinginan uminya, untuk menjemput calon mantu di pesantren putri
Sesampainya di gothak tempat Nilna beristirahat umi langsung masuk, karena umi mau melihat sendiri keadaan calon mantunya. Umi menolak ketika Nilna hendak di panggilkan oleh temannya. Sesampainya disana, umi mellihat Nilna dengan seksama. Ada rasa tidak tega untuk membangunkan calon mantunya itu, hingga akhirnya umi membangunkan Niln, karena sudah ditunggu kedatangannya...
"Nduk... Nilna... Bangun!" ucap umi dengan lembut menggoyang-goyangkan lengan Nilna
'lagi tidur aja cantik begini nduk'
"Nduk...."
"Hemmm, bentar Ra... aku masih ngantuk ! habis perjalanan jauh !" jawab Nilna yang masih memejamkan matanya
"Ini umi ndukk... " Jawab umi yang dengan senyum-senyum melihat tingkah calon mantunya
__ADS_1
"Iya mi, bentar lagi yaa! Nilna masih lelah habis dari Magelang tadi" semakin mempererat guling yang ada dalam dekapannya. Ia baru tersadar akan sesuatu hal...
"Haa... umi???" Nilna kaget sontak langsung duduk melihat seseorang yang sudah ada di depannya