
"Haa... umi???" Nilna kaget sontak langsung duduk melihat seseorang yang sudah ada di depannya
"Iya nduk" umi menyunggingkan senyumnya
Nilna bergegas bangun dan merapikan jilbabnya, ia mengikuti kemana langkah umi pergi. Rasanya malu sekali, ketika tiba-tiba ia bangun ada calon mertuanya. Ditambah lagi, tidak bangun-bangun saat di bangunin umi.
Tiba di pesantren utama, dimana ada kedua orang tua Nilna juga
"Assalamualaikum" ucap umi dan Nilna
Nilna menyalami kedua orang tuanya dan di duduk disebelah mamanya. Ia masih menundukkan pandangan, tak dapat berkutik di dalam sana
"Jadi bagaimana kalo pernikahan di adakan minggu ini pak kyai" papah Nilna membuka suara
"Iya pak Dito, bukankah lebih cepat lebih baik" jawab Abi dengan senyum adem terpancar di wajahnya
__ADS_1
"Bagaimana denganmu nak Zaki?" tanya papa Nilna gantian melihat Zaki
"Saya... saya kapan saja siap om, hari ini? atau besok juga bisa" jawab Zaki mencairkan suasana canggung di dalam sana
"Apa kamu bilang?" tanpa sadar Nilna memotong perkataan Zaki
"Iyaa... hari ini atau besok Na, kamu setuju kan?" tanya Zaki usil menjahili Nilna di depan kedua orang tuanya dan calon mertua
'Maksudnya gimana coba? bisa-bisanya memojokakanku di saat seperti ini' batin Nilna
"Gimana kalo akad dulu sayang? jadi tidak lama jika mempersiapkannya" jawab mamah Nilna
"Gimana pak kyai? bu nyai?" Tanya papah Nilna
"Kami juga setuju, bukan begitu bi?" jawab umi melihat abi agar memberikan persetujuan
__ADS_1
"Bagaimana denganmu nduk?" Kini giliran abi bertanya pada calon mantunya, melihat sorot mata Nilna seperti tidak bersahabat dengan keputusan para orang tua
"Sebenarnya..."
Tiba-tiba ada sepatu yang menginjak pelan kakinya. Iyaa, mamah Nilna yang melakukannya....
"Aduhhh"
"Kenapa Na?" tanya mamah Nilna pura-pura tidak tahu
"Sebenarnya, Nilna masih lelah habis perjalanan dari Magelang mah" ucap Nilna, ingin marah pada mamanya, tapi apalah daya...
"Kan cuma akad saja, tidak akan membuatmu lelah Na" timpa Zaki
'Isssshhhh'
__ADS_1