KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Yakin


__ADS_3

Tok tok tok...


Suara ketukan pintu dari luar kamar mba Kina. Membangunnya yang tengah tertidur.


"Mbah... mbah lagi apa? Ada yang mau Nilna bicarakan" Nilna sedikit membukanya, kebetulan pintunya tidak terkunci


"Mbah masih tidur, nanti tak kesini lagi"


pintu yang mulanya terbuka sedikit kembali dirapatkan barisannya


"Ada apa nduk, cah ayu? kok tiba-tiba langsung pergi"


Mendengar ada suara mbah Kina, Nilna langsung mendekati suara itu.


"Anu mbahh... Nilna cuma mau mastiin aja, mbah lagi tidur apa engga"


"Apa ada sesuatu yang mau kamu sampaikan nduk? Ada masalah apa di Semarang?"


Mbah Kina sudah merasakan keanehan pada sikap cucunya itu, walau belum berbicara tapi sudah dapat merasakannya.

__ADS_1


Nilna menceritakan semua apa yang ia alami dipesantren, banyak hal yang terjadi dan membuatnya berubah menjadi lebih baik. Salah satunya yaitu ketika mengenal gus Zaki. Ia menceritakan kebimbangannya akan taaruf dengan Gus Zaki. Sedangkan ia kini masih memiliki kekasih.


"Nduk, kamu sudah dewasa. Tentunya kamu sudah tahu mana yang terbaik buat masa depan kamu. Tentunya juga yang siap untuk membimbing kamu ke surga-Nya juga. Kalo embah sii, pasti lebih setuju sama si Zaki itu. Dia pasti bisa membimbing kamu" Memegang pundak Nilna untuk meyakinkan cucunya akan pilihannya itu


"Tapi bagaimana jika nanti Danang kembali mbah? apa yang harus aku katakan padanya?"


"Dia pasti akan mengerti nduk, kamu itu perempuan. Enggak seharusnya digantung seperti ini"


"Iya mbah, lusa aku akan menyusul Danang. Aku akan memberinya kabar soal taaruf ku sama gus Zaki"


"Apapun keputusanmu mbah akan selalu mendukungmu, selama kamu bahagia menjalaninya ya nduk"


...****************...


Paginya Nilna mengikuti mbah Kina ke kebun. Banyak sayuran yang ditanam mbah Kina. Kondisi tanah dikebun juga sangat subur. Ada beberapa macam sayuran yang ditanam mbah Kina, antara lain: sayur Bayam, Sawi, Kangkung, dan Terong.


"Ini sayur apa mbah yang kecil-kecil? kok tidak ditanam ditanah langsung mbah?" Nilna memegang tanaman yang menjadi perhatiaanya itu


"Ini polybag nduk... biasanya, Nonik yang menyiapkan kantong kresek berdiameter 15 cm, humus, kompos, dan biji sawinya. Sedangkan mbah yang menyiramnya pagi dan sore. Dengan menanam sayuran bukan hanya memberikan keuntungan bagi mbah saja, akan tetapi bakul sayur juga nduk. Biasanya bakul sayur, kulakannya disini. Untuk yang bibit-bibit ini, Nonik yang menjualnya"

__ADS_1


"Maaf ya mbah, Nilna belum bisa bantu selama ini. Aku rasa Nonik sangat pandai dalam memasarkan bibit-bibit sawi ini mbah" Kagum pada keponakan yang masih dianggap kecil itu


"Karena bibit sawinya unggul juga menjadi faktor utama bakul-bakul pada kesini nduk" jelas mbah Kina


"Bagaimana bisa mengetahui kalo ini bibit yang unggul mbah?" Nilna sangat antusias ketika berada didekat mbah Kina


"Untuk mengetahuinya, kita harus paham betul cicir-cirinya nduk. Apa ciri-ciri dari bibit sawi yang unggul dan sehat? Pertama, bentuknya bulat dan ukurannya kecil, kulit bibit berwarna coklat agak kehitaman. Bibit sawi unggul memiliki permukaan yang lebih licin dan juga mengkilap. Bibit sawi yang baik dikemas menggunakan aluminium foil yang masih utuh" Mbah Ninik menjelaskan sambil menyiram sayurn yang ada didepannya


Tring Tring Tring....


Handpohone Nilna berdering, ada panggilan dari nomor yang tidak ia dikenal masuk.


"Sebentar ya mbah, Nilna angkat telephone dulu"


Mbah Kina mengangguk dan tersenyum kearah Nilna


"Halo, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam sayang..."

__ADS_1


"Ma-af i ni si apa?" Ucap Nilna dengan terbata-bata, tetesan air mulai jatuh di atas pipinya. Seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Suara yang telah lama tidak ia dengarkan, kini hadir kembali


__ADS_2