
Sementara di lain sisi, Danang sudah berada di Semarang, ia mencari alamat Nilna. Tiba di sana, mulai ia bunyikan bel depan gerbangnya, ia mendapati pak satpam yang sedang berjaga.
"Pak, bisa bertemu dengan Nilna?" Tanya Danang dari luar
"Non Nilna gak ada di rumah pak" jawab pak satpam
"Bolehkah saya masuk? Saya ada perlu sama mamah dan papanya Nilna"
"maaf sebelumnya, apa sudah buat janji?"
"Belum, bilang saja calon menantunya yang berkunjung" jawab Danang
"Sebentar ya pak, saya telephone dulu, untuk pastinya boleh atau tidak"
Sementara di lain sisi, Danang sudah berada di Semarang, ia mencari alamat Nilna. Tiba di sana, mulai ia bunyikan bel depan gerbangnya, ia mendapati pak satpam yang sedang berjaga.
"Pak, bisa bertemu dengan Nilna?" Tanya Danang dari luar
__ADS_1
"Non Nilna gak ada di rumah pak" jawab pak satpam
"Bolehkah saya masuk? Saya ada perlu sama mamah dan papanya Nilna"
"maaf sebelumnya, apa sudah buat janji?"
"Belum, bilang saja calon menantunya yang berkunjung" jawab Danang
"Sebentar ya pak, saya telephone dulu, untuk pastinya boleh atau tidak" sang satpam mencari nomor majikannya, yaitu Nilna
"Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif" terdengar sampai telinga Danang suara operator hihihi
Danang pergi begitu saja, tanpa bicara dulu pada satpam tadi.
'E.. heh... Anak tidak punya sopan santun, sombong sekali ya, mentang-mentang orang kaya. Semoga non Nilna tidak berjodoh dengan nya'. Batin pak satpam sambil menggelengkan kepalanya
Danang sedikit frustasi tapi tidak akan menyerah. Lalu Danang menelpon Ken-ken, untuk menanyakan alamat pondok pesantren Nilna. Ken-ken sudah mengirimkan pesan mengenai alamat lengkapnya, kini Danang melajukan mobilnya ke alamat tersebut.
__ADS_1
"Pesantrennya begitu tertutup, bagaimana caraku masuk?" Gumam Danang, berpikir sambil memegangi dagunya.
Danang masih mengawasi dari dalam mobil. Hanya ada beberapa santri putra yang keluar masuk. Itupun di jaga ketat oleh satpam juga.
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Danang mendapatkan cara. Ia turun dari mobil, mendekat gerbang.
"Bisa saya bertemu dengan Nilna pak? Saya saudara sepupunya" tanya pak satpam
"Oh... Sebentar ya mas !"
Dengan cepat pak satpam pesantren kembali, dan hendak memberitahukan keberadaan Nilna
"Mba Nilna tidak sedang di pesantren mas, kemaren di jemput orang tuanya. Coba mas cari ke rumah nya" ucap pak satpan dengan ramah
Danang sedikit mengusap kepalanya "Oh begitu ya pak, terima kasih"
"Sama-sama mas, mas mau mondok di sini juga ya?" Tanya pak satpam
__ADS_1
"Ehh... Iya pak, iya"