
Suara angin tertiup dari utara, menghembuskan hawa dingin ke tubuh Zaki. Langit mulai gelap, lantunan ayat ayat suci Al Qur'an di Musholla mulai terhenti. Kini tergantikan kumandang merdu suara Adzan. Zaki bergegas ke Musholla untuk menjalankan ibadah sholat Magrib. Langkahnya ber barengan dengan Abi, kini ia sudah memundurkan langkahnya di belakang Abi.
Dengan segera para santriwan mengambil air wudhu, mereka berbaris rapi untuk mengantri. Itulah salah satu budaya di pesantren sejak dulu.
...****************...
Setelah selesai menjalankan ibada Sholat Magrib,
Zaki bergegas menemui Aldo, karena akan segera di adakan imtihan di madrasah Diniyyah. Semenjak kepulangan Aldo dari Turki, ia memilih Aldo sebagai abdi ndalem (Abdi Ndalem yaitu orang yang mengabdikan dirinya di pesantren selama masih mondok).
"Do, tolong antar saya ke ziarah ke Makam Sunan Kalijaga. Saya mau refreshing Do, sekalian tawashul ke Mbah Sunan" menempuk pundak Aldo
"Tawashul itu apa ya gus? " Tanya Aldo
"Ah saya ga percaya kalo kamu gak tahu Do, masak mondok bertahun tahun kagak tahu" memicingkan alisnya sambil melihat Aldo.
"Tahu gus, hanya sedikit saja"
"Kamu jangan merendah gitu Do, saya tahu kamu sudah paham betul soal ini. Akan sedikit saya jelaskan ya Do. Menurut KH Wazir Ali Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur, dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ PCNU Jombang di MWCNU Tembelang. Kunci kebahagiaan hidup di dunia ada empat, salah satunya adalah tawasul.
Kunci kebahagiaan hidup yang lain adalah iman, taqwa dan, jihad fi sabilihi. Ketiganya sudah disampaikan dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ sebelumnya di beberapa MWCNU di Jombang. Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Masjid al Amanah Ngledok, Mojokrapak, Tembelang tersebut
Mengacu pada surat al Maidah ayat 35:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya (wasilah) dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kalian mendapat keberuntungan".
__ADS_1
Kiai Wazir dengan merujuk pada beberapa kitab tafsir mengatakan, "Ada yang mengartikan wasilah itu surga, ada yang mengartikan amalan-amalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan ada yang mengartikan, seseorang bisa menjadi perantara, karena orang tersebut alim dan dekat kepada Allah SWT, misalnya seorang wali.”
Kiai Wazir juga menerangkan tentang macam-macam tawassul Do.
Yang pertama, tawassul bi asmaillah (tawassul dengan nama Allah).
Tawassul ini adalah tawasul yang paling tinggi. Misalnya dengan perkataan a‘ûdzu biqudratillah, a‘udzu bi izzatillah dan yang lainnya.
Seperti tawasul kepada Allah agar disembuhkan dari sakit. Tawassul ini juga bisa dilakukan dengan menyebut asmaul khusna, secara lengkap atau sebagian. Atau dengan ismul a'dham. Ismul a'dham, menurutnya merupakan password berdoa. Ismul a'dham ini disamarkan, tetapi bisa dipelajari, misalnya dalam kitab Imam Nawawi, Fatawa Nawawi, disebutkan tentang ismul a'dham.
Kedua, tawasul bi a'mal shalihat (tawassul dengan amal yang baik).
Kiai Wazir juga menjelaskan, dalam kitab Riyadus Shalihin dikisahkan, ada 3 orang sahabat, yang dalam perjalanan mereka menemukan gua. Karena penasaran, ketiganya memasuki gua tersebut. Saat sudah masuk, tiba-tiba ada angin kencang, yang merobohkan batu besar sehingga menutupi gua. Mereka mengalami kesulitan, seminggu tidak makan, dan memanggil-manggil orang tidak ada yang dengar, lalu ketiganya muhasabah. Seorang dari mereka berdoa dan bertawassul dengan perbuatan birrul walidain (berbuat baik kepada orang tua). Akhirnya batu terdorong angin besar, dan ada sinar matahari. Kemudian yang lain berdoa dengan amal unggulannya, akhirnya batu tergeser sedikit demi sedikit.
Ketiga, tawassul bis shalihin (tawassul dengan orang-orang shalih).
Diceritakan dalam hadits shahih, ada salah satu sahabat buta, yang ingin bisa melihat, kemudian ia tawassul Allahumma inni as'aluka wa atawajjahu bi nabiyyika fi hajati hadzihi... (Ya Allah saya meminta dan menghadapmu dengan wasilah kepada Nabi dalam memenuhi kebutuhan saya ini...).
Akhirnya sahabat tersebut bisa melihat. “Tawasul kepada orang yang sudah meninggal, yang ditawassuli Nabi SAW. Para nabi itu masih hidup di kuburannya, apa yg dilakukan? Para Nabi melakukan shalat. Bahkan orang yang memiliki kelebihan (khos) bisa kontak dan belajar kepada mereka.
Bahkan, Kiai Wazir juga menyampaikan, Nabi Adam AS juga pernah tawassul kepada Nabi Muhammad SAW,
Padahal Nabi Muhammad belum lahir. “Ketika Nabi Adam AS melakukan kesalahan, beliau berdoa ya rabbi as'aluka bihaqqi muhammadin. Ini juga dari Hadits Shahih.
Selanjutnya, Imam Syafii pernah mengatakan: ‘Saya punya masalah berat, saya tawasul dan ambil berkah kepada guru saya, yaitu Abu Hanifah. Saya datang ke makam beliau setiap malam sepanjang masalah berat masih menimpa saya, dan sebelum datang makam, saya shalat dulu 2 rakaat’,” paparnya.
Keempat, tawassul bi dzat (tawassul dengan dzat).
__ADS_1
Cara melakukan tawassul macam ini, misalnya bi jahi (dengan kedudukan), bi hurmati (dengan kemuliaan), bi karamati (dengan kemurahan). Shalawat Nariyah merupakan tawassul bi dzat. Tawassul yang keempat ini diperselisihkan oleh para ulama'. "Menurut sebagian besar ulama, tawassul dengan empat macam di atas tidak masalah, tetapi menurut Ibn Taimiyah, semua tawassul bisa diterima secara syariat kecuali tawassul bi dzat,"
"Begitulah yang saya ingat dari Tausiyah yang disampaikan KH Wazir, Do"
Aldo mendengarkan dengan seksama, dan nampak kagum pada putra kyainya. Yaa, Aldo merasa insecure, ada rasa iri karena Gus Zaki begitu pandai dalam masalah agama. Ia berharap bisa pandai juga dalam urusan agama, seperti putra Kyainya itu.
"Penting sekali berarti ya Gus, njenengan mau ziarah naik motor apa mobil Gus?" Aldo bertanya pada Zaki. Sebenarnya, Aldo merupakan santri yang sangat Tawadhu (perilaku yang rendah hati, tidak sombong atau tidak angkuh)
"Naik mobil aja, lagian ini musim hujan Do. Kita gak tau nanti di Jalan Genuk banjir apa engga. Ohh ya, panggil saya abang atau aa' aja, anggap aja seperti temen lama yang baru ketemu" menepuk bahu Aldo dengan santainya, karena tak ingin di hormati hanya karena putra bapak kyai atau karena orang tuanya, Zaki ingin dihargai karena dirinya sendiri atau kemampuannya sendiri.
"Engga bisa gitu Gus, mana boleh, ntar saya dikira ngga sopan lagi haha" Aldo tak bisa menahan tawanya, sebenarnya Aldo seseorang yang sangat santai dalam kehidupannya
"Engga ada yang bilang kamu ga sopan, panggil nama aja kalo gitu Do"
"Abang bro aja gus, iya, abang bro maksudnya" berpikir sejenak
Aldo dan Zaki ke garasi untuk mengambil mobil, kali ini Zaki yang menyetir, karena Aldo belum bisa nyetir mobil, sepanjang perjalanan Aldo banyak bertanya pengalaman pengalaman yang Zaki alami selama di Turki. Tak disangka, ternyata Zaki punya beberapa perusahaan di sana, tak banyak yang tahu soal itu, ternyata Zaki juga tajir mlintir. Zaki juga sempat menawarkan agar Aldo mau menjadi asistennya, baik asisten di beberapa perusahaan maupun di pesantren.
"Njenengan salah orang gus, ehh bang bro. Saya mana bisa? kuliah saja belum tamat, tapi udah lulus duluan haha. njenengan salah orang gus" Aldo masih tidak percaya dengan tawaran di ditawarkan Zaki, sebuah mimpi yang tak pernah terbayangkan selama ini
"Pikirkan saja dulu Do" Jawab Zaki yang msaih fokus menyetir
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya gays.
Like, vote, dan komen jangan lupa, jika sukaa
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir di pesantrennya Gus Zaki😅