KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Nyaman


__ADS_3

Dengan langkah mengendap-endap Nonik melihat kamar tamu, ia mendengar ada suara di dalam sana. Ceklekkk... Nonik membuka pelan-pelan gagang pintunya....


"A.. aaaaaaa hantuuuu" Seketika Nonik langsung pingsan setelah membuka pintu ruang tamu.


Nilna menghampiri Nonik, tanpa sadar, ia masih memakai bobok pencok atau bobok beras kencur ala orang jawa.


"Astaga Nik, bangun nikk... koq malah pingsan haduhh" sambil menepuk pelan pipi Nonik, dengan pelan-pelan Nilna menggendongnya ke tempat tidur.


"Berat banget sii Nik, lama gak ketemu ternyata gemukan yaa..."


Mbah Kina melihat dari balik pintu. Awalnya ia juga terkejut, hanya saja sudah terlanjur hafal tingkah laku Nilna.

__ADS_1


"Nduk... dari kapan kamu disini? koq ndak ngabari mbah dulu" Mbah Kina langsung mendekati Nilna, kemudian melapas kerinduannya pada cucu kesayangannya itu.


"Iya mbah, kejutaaaaannnnn" Dengan wajah sumringah membalas pelukan mbah Kina.


"Ini Nonik kenapa nduk? pasti dia kaget lihat kamu pencokan" menunjukkan wajah Nilna di depan cermin.


"Oalah, jadi karena ini Nonik pingsan mbah... haha" sambil ketawa tawa melihat wajahnya sendiri.


"Bobok pencok ini, bisa melancarkan sirkulasi dar dan melemaskan otot otot yang kaku nduk. Biar kamu gak mager, apalagi habis perjalanan jauh" ucap mbah Kina.


"Iya mbah, emang pegel pegel semua kaki dan tangan Nilna hehe"

__ADS_1


"Yaudah nduk, kamu bisa istirahat dulu. Kebetulan mbah belum masak jadi belum ada makanan. Nanti mbah bangunin kalo udah matang semua yaa"


"Iya mbah, makasih banyak ya. Ohh iya, Nilna juga tadi udah bawa makanan mbah. Nilna taruh dapur tadi".


"Kamu bisa tidur di kamar mbah dulu nduk"


Nilna menolak permintaan mbah Kina, dengan alasan mau menemani Nonik. Hingga akhirnya mbah Kina lah yang menang atas perdebatan antara cucu dan nenek itu. Nilna bergegas menuju kamar mbah Kina.


Inilah yang selalu kurindu, dimana tak dapat aku temukan ketika tinggal dirumahku sendiri. Andai saja, mbah Kina tahu alasan mengapa aku kesini. (ucap Nilna dalam hati)


Tanpa terasa, hari mulai gelap. Perjalanan panjang esok akan dimulai lagi. Dengan kisah yang lebih baru dan lebih bahagia.

__ADS_1


__ADS_2