KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Hijau


__ADS_3

Nilna tertidur di mobil karena sedikit kelelahan.Ia terbangung saat tiba dijalan yang sedikit rusak, karena belum ada pembangunan. Mobilnya terasa bergoyang, kekanan kiri menjaga keseimbangan.


"Pak, gapapa pak?" Tanya Nilna


"Gapapa neng, bentar lagi sampai. Tadi hanya jalan rusak sedikit" Jawab pak driver


"Ini sampai mana ya pak? udah sampai Magelang ya?" Nilna memperhatikan jalan diluar kaca mobil


"Sudah neng" Jawab pak driver


Mobil berhenti di pom bensin, untuk mengisi bahan bakar. Nilna juga ikut turun, suara cacing-cacing di perut Nilna terus berbunyi. Ia mencari makan, untuk menjanggal perutnya yang kosong. Nilna membeli beberapa roti, nasi bungkus, minuman, dan juga camilan. Untuk persediaan dirumah Mbah Kina nanti, meski biasanya disana juga ada. Tapi, Nilna hanya jaga-jaga jika nanti mendadak lapar wkwkw....


Setelah itu, Nilna kembali masuk ke dalam mobil. Nilna juga memberikan beberapa makanan dan minuman yang ia beli pada pak driver.

__ADS_1


"Ini pak, ada sedikit makanan buat bapak" Ucap Nilna


"Waduh neng koq repot-repot, makasih banyak ya neng" Ucap pak driver


"Iya pak sama-sama, nggak repot sama sekali pak" Ucap Nilna


"Iya neng, ini udah sampai di kecamatan Borobudur neng" Pak driver memberitahukan Nilna


"Oo iya pak, di Desa Ngadiharjo ya pak" Ucap Nilna, melihat alamat di telponnya


Setelah beberapa menit sampailah Nilna di rumah Mbah Kina, benar saja... disana benar-benar nyaman. Pemandangannya sungguh memanjakan mata setiap orang yang melihat. Nilna mengeluarkan semua barang-barang yang ia bawa dibantu oleh pak driver. Kemudian membayar ongkos ojeknya.


__ADS_1


"Makasih ya pak" ucap Nilna


"Iya neng, sama-sama. Saya juga makasih neng" ucap pak driver, yang langsung naik mobil, kemudian memutar mobilnya untuk kembali.


Nilna sedikit nostalgia, mengingat memori memori indah di tempat ini, di rumah Mbah Kina. Rumah masa kecilnya, hingga dewasa. Kini mbah Kina semakin tua, sempat terpikir untuk mengajaknya ke Semarang untuk tinggal bersama. Hanya saja, beliau selalu menolak. Mbah Kina tinggal bersama Nonik, Nonik merupakan salah satu keponakanku. Orang tua Nonik sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Nonik perempuan yang tegar dan sangat sabar, walau kadang-kadang menyebalkan tapi dia sudah Nilna anggap sebagai adik kandung sendiri.


"Assalamualaikum... Mbah? Nonik? Assalamualakum..." Nilna masuk ke dalam rumah mbah Kina, memasuki semua ruang yang ada di dalam. Tapi, ia tidak menemukan siapapun disana.


"Aneh... koq tidak ada orang. Pada kemana yaa? padahal niatnya tadi mau kasih kejutan. Malah aku yang kebingungan sendiri" Nilna bingung, dan juga lelah menyusuri semua ruangan. Ditinggalnya duduk dikursi depan televisi, tanpa sadar ia tertidur di sana.


"Lhoh Nik, kamu apa endak menutup pintu tadi?" Tanya seorang nenek...


"Aku udah menutupnya koq nek, aku ingat betul. Masak lupa?" Jawab Nonik sambil menggaruk kepalanya, mengingat suatu hal

__ADS_1


"Lha terus siapa yang masuk?" Ucap nenek tadi menghadap Nonik.


"Jangan jangan" Dengan ekspresi kaget, Nonik segera berlari ke dalam dan memastikan barang-barang yang ada di kamarnya. Tapi, aneh tidak ada yang hilang sama sekali.


__ADS_2