KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Rencana


__ADS_3

"Bagaimana? apa kau sudah menjalankan tugasmu dengan baik!" ucap seseorang dari telephone


"Sudah tuan ! Mobilnya masuk di sungai yang arusnya sangat deras, kondisi jalanan juga sepi, pasti semua akan mengira ini adalah kecelakaan tunggal"


Ia langsung menutup telephon dari asistennya, sambil menyeringai tipis karena mendengar kabar yang sangat bahagia


"Nilna... Nilnaa... kamu tidak bisa meninggalkanku begitu saja!" menghentakkan tangannya di meja


Pertemuan terakhir di Magelang, menyisakan luka yang sangat mendalam bagi Danang. Iya hanya berpura-pura ikhlas, ketika Nilna memutuskan hubungan sepihak dengannya.

__ADS_1


"Kamu hanya boleh menikah denganku Na !" Tersenyum smirk, karena obsesinya begitu dalam untuk memiliki Nilna


"Coba saja kemaren-kemaren kau tidak memilih dia, hal ini pasti tidak akan terjadi" Danang tertawa mengingat pertemuan terakhir Nilna


Danang kini sudah menjadi presdir di kantor papanya, setelah kembali dari luar negeri. Kini ia yang meneruskan perusahaan papanya, dibantu oleh asisten kepercayaannya yaitu Ken-ken.


Saat di Magelang ia sudah menyuruh Ken kembali ke Indonesia, untuk membantunya menjalankan rencananya saat ini. Ken lah yang membayar sopir truk itu, sebenarnya... sang sopir pun tak tega untuk berbuat hal sekejam itu, karena berkaitan langsung dengan hidup dan mati orang lain.


"Ingat, jangan sampai meninggalkan jejak !" Perintah Ken, menegaskan kata-kata tersebut

__ADS_1


"Ganti plat nomernya dengan plat nomer palsu, dan terima ini sebagai DP-nya !"


Memberikan cek sebesar 50 Milyar, dan kurangnya akan diberikan jika berhasil, begitulah yang ada di pikiran Ken


"Baiklah tuan" Ucap sopir itu


"Hari ini kau langsung saja di jalan A, dia nanti akan lewat sana! dan ini mobil yang biasa di pakai, akan saya kirimkan" Ucap Ken


"Ba... Baik tuan" jawab sang sopir dengan menundukkan kepalanya

__ADS_1


'Ya Allah, ampuni hambamu ini, hamba sangat membutuhkan uang ini, lindungilah orang yang akan aku celakakan ya Allah' Batin sang sopir


Ken sudah mengikuti mamah Nilna pada hari itu, ia menyamar sebagai salah seorang santri putra. Ia tak ingin terjadi kesalahan sedikitpun dalam menjalankan tugas, jadi ia sendiri yang memastikannya. Mungkin takdir juga sudah mendukung Ken, ketika ia mendengar percakapan antara Zaki dan mama Nilna yang sudah berada di luar ruangan, hal itu juga dapat di dengar oleh beberapa orang yang berada disana.


__ADS_2