KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Nisa


__ADS_3

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (1)


Artinya:


Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, lalu menciptakan darinya pasangannya dan menyebarkan banyak laki-laki dan perempuan dari (hasil percampuran) keduanya. Bertakwalah kepada Allah yang sering kalian mintai dan takutlah kalian bila kalian memutus tali silaturrahmi. Sesungguhnya Allah itu maha mengawasi kalian.


Penjelasan dan hikmah :


1.  Arti dari An-Nisa` adalah para perempuan. Turunnya surat An-Nisa` ini adalah sebagai bukti bahwa di mata Allah, perempuan adalah makhluk yang bernilai. Islam adalah agama yang mengangkat tinggi derajat kaum perempuan. Di dalam Islam, mereka adalah orang-orang yang harus dilindungi dan dihargai. Di masa jahiliyyah, sebelum Islam datang, perempuan adalah barang yang tak ada harganya. Bahkan sebagian orang menganggap bahwa perempuan adalah iblis dan sumber segala kejahatan. Maka, tak heran bila sebelum Islam datang, banyak yang tak menyukai anak-anak perempuan sampai-sampai bila ternyata bayi yang lahir dari rahim istri-istri mereka adalah anak perempuan, mereka tega membunuhnya, menguburnya hidup-hidup. Contoh lain bahwa di masa jahiliyyah perempuan ditindas adalah mereka tak mendapatkah hak waris sama sekali. Setelah Islam datang, perempuan lantas mendapatkan hak waris mereka.


2. Sejarah tidak pernah mengenal adanya agama atau sistem yang menghargai keberadaan wanita baik sebagai ibu, anak, Istri atau dirinya sendiri, yang lebih mulia daripada Islam. Islam tidak pernah mendiskriminasikan wanita. Beberapa aturan yang ditetapkan oleh Islam kepada wanita, bukan dimaksudkan untuk menghinakan wanita. Sebagaimana dituduhkan oleh musuh-musuh Islam. Tetapi aturan tersebut dimaksudkan untuk melindungi dan menjaga kehormatan wanita muslimah. Dan telah terbukti dalam sejarah bahwa hanya Islam yang mampu menjaga kemuliaan wanita.


"Baru ayat pertama saja penjelasannya banyak banget, bagaimana aku bisa menghafalkannya dalam 3 hari?" gerutu Nilna


"Apa aku bisa menghafalkannya? ah, yang penting coba saja. Soal hasil akhirnya aku serahkan semua pada-Nya. Yang terpenting aku sudah berusaha" ucap Nilna sambil menutup Al Qur'an yang tadi ia dibaca.


Sementara, Khaira datang membawa pakaian yang baru di angkat dari jemuran. Kemudian melipat baju-baju yang ia bawa tadi.


"Hai Na, wajah kamu serius banget. Keq mau dijodohin aja haha"


"Emang iyaa" Jawab Nilna, ia menutup mulutnya karena sudah keceplosan....


"Hahhhh?"


"Ehh, enggak-enggak. Cuma belum dapat uang jajan aja ra wkwk"


"Nihh, aku pinjemin" Khaira memberikan uang Rp 2000,00


"Kebanyakan ra, kenapa enggak 100 perak aja haa? "


"Ya gimana? dikantongku cuma ada segitu. Bukannya terima kasih malah haha"

__ADS_1


"Iya makasih, makasih banyak ra" Nilna mengambil uang yang diberikan Khaira


"Ehh, mau kemana Na?"


"Ya mau jajanlah, pakai uang ini" Menempelkan uang Rp 2000,00 ke dahi Khaira


"Haha yang banyak yaa"


Ira melanjutkan melipat pakaian, sedangkan Nilna pergi dengan membawa uang pergi ke pengurus humas untuk meminjam telephon. Di pesantren, semua santri tidak di perbolehkan untuk membawa handpond, kecuali santri pengurus bagian humas. Agar proses belajar dapat efektif, dan terfokus pada satu hal. Setiap santri jika akan meminjam telephon harus harus membawa uang untuk mengganti pulsa yang mereka pakai.


"Assalamualaikum mba jeni?"


"Wa'alaikumsalam, mba Nana telephon ya?" Tanya Jeni


"Iya mba" Nilna tersenyum ke arah Jeni


"Ohh iya, sebentar saya"


Jeni mengecek sisa pulsa yang masih tersisa pada handphone butut yang ia pegang


"Ini ganti pulsanya mba" memberikan uang Rp 2000,00 yang diberikan Khaira tadi


Nilna melangkahkan kakinya menjauhi Jeni, dan mulai mencari nomor telephone yang ia tuju


"Hallo, mah?"


"Iya sayangku, ada apa?"


"Mamah bisa ke pesantren apa tidak? ada hal yang mau Nilna tanyakan"


"Ini mamah masih ngurus proyek di NTT, jaadi belum bisa kesana. Minggu depan mamah usahain buat ke pesantren ya sayang. Buat ngurus tanggal pernikahan kamu sama gus Zaki"

__ADS_1


"Tapi mah....."


tutttt tuttttt panggilan terputus, terdengar suara...


"Maaf pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini" Operator wkwk


"Aku tunggu sampai 5 detik. 1 2 3 4 5, koq mamah gak balik nelpon yah? huahhhhh sebelllll.... mana butut, gak ada pulsanya lagi" Nilna melempar telephone itu ke sembarang arah.


"Ini bukan punya kamu, jangan dirusakin" Ucap Zaki, menangkap handphone yang dilempar Nilna


"Bukan urusanmu gus, kamu pasti tahu kan soal yang dibicarakan umi kemaren?" Nilna mulai mengintrogasi Zaki


"Iya tahu" Singkat dan jelas Zaki menjawab pertanyaan Nilna


"Kenapa enggak menolak aja gus? Biar masalahnya tidak serumit ini?"


"Aku laki-laki Na, aku harus bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan"


"Gak perlu berlebihan seperti itu, aku juga gak kenapa-napa gus"


Zaki sedikit memundurkan langkahnya, dan tetap menatap Nilna


"Apapun yang terjadi, aku tidak akan menolak Na" Zaki tersenyum ke arah Nilna


"Bagaimana kalo aku yang menolak?" Nilna menghadap zaki, dan memasukkan jari tangan ke dalam lubang hidungnya, agar Zaki ilfil ketika melihatnya seperti itu


"Itu terserah kamu Na"


Zaki pergi meninggalkan Nilna, sambil menahan tawa melihat tingkah konyol Nilna wkwk


Bisa-bisanya dia membuatku ilfil dengan cara seperti itu haha, kamu perempuan yang aneh dan langka Na. (batin Zaki)

__ADS_1


Zaki pergi ke Musholla, karena waktu Asyar sebentar lagi datang. Setelah menyelesaikan wudhunya, Zaki mengambil Al Qur'an dan mulai tadabbur Al Qur'an sebelum melaksanakan sholat. Yang ia buka adalah surat An Nisa, dibacanya satu persatu, dan di pahami artinya juga.


Apa mungkin Nilna dapat menghafalnya dalam 3 hari (batin Zaki)


__ADS_2