KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Kamu


__ADS_3

"Bagaimana kabarmu sekarang Na? aku sangat merindukanmu. Rasa cintaku masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah. Besok aku akan balik ke Indonesia untukmu Na. Maafkan aku, baru menghubungimu hari ini. Sekarang tugasku disini sudah selesai, dan tugasku yang berikutnya akan membuatmu bahagia Na. Aku... aku akan segera melamarmu sayang" Ucap seseorang dari balik telephone dengan rasa bahagia


"Aku... baik baik saja"


"Kenapa kamu begitu? apa tidak merindukanku Na? maaf selama ini aku tak memberimu kabar. Maafkan aku ya sayang, tunggu aku besok yaa"


"ah iya, semoga besok sampai sini dengan selamat"


"Iya sayang, makasih yaa. Telephone nya aku tutup dulu. besok aku kabari lagi"


"Iya" Nilna menutup telephone nya


Aku harus siapkan mental untuk besok. Untuk berbicara soal ini pada Danang. Danang maafkan aku, kali ini aku mungkin akan mengecewakanmu.


Meskipun pertemuanku sangat singkat pada Zaki, tapi dia memberikan kesan yang berbeda. Rasaku padamu sudah tidak seperti dulu lagi. Ah, maafkan aku Danang. (Nilna terduduk lemas ditempat duduk ujung kebun)


...****************...


"Halo sayang, aku sudah sampai bandara Soekarno-Hatta. Ini kamu dimana?" Danang melihat kanan kirinya, berharap ada seseorang yang menjemputnya

__ADS_1


"Aku masih di Magelang"


"Ohh begitu, yaudah ini nanti aku langsung kesana ya... kamu lagi dirumahnya mbah Kina kan?"


"Apa tidak sebaiknya kamu istirahat dulu? di Jakarta" Tanya Nilna


"Tidak apa-apa, rasa lelahku akan hilang jika sudah bertemu kamu nanti. Tunggu aku yaa" Ucap Danang dengan penuh bahagia


"Naa... kamu koq diem aja?" tanya Danang


"Eh iya, ini sambil nyirem tanaman" Nilna masih melamun memikirkan bagaimana perasaan Danang nantinya


"Iya, hati hati dijalan"


Semoga kamu bisa menerima keputusanku Danang (ucap Nilna dalam hati)


Tanpa ia sadari, mbah Kina sudah berada dibelakangnya dari tadi. Mendengarkan percakapan cucunya.


"Kamu kenapa nduk? koq melamun aja setelah terima telephone tadi" mbah Kina mengusap rambut Nilna

__ADS_1


"Ini mbah, tadi yang nelephon Danang. Dia mau nyusul Nilna kesini" jawan Nilna dengan mata sedikit berkaca kaca


"Terus apa yang membuatmu sedih sekarang?" mbah Kina sejenak menatap cucunya


"Sebenarnya aku akan memutuskannya mbah ketika bertemu dengannya nanti. Tapi malah bilang akan melamarku. Nilna takut menyakiti hatinya. Sejujurnya aku belum putus dengannya mbah. Danang melanjutkan S2 juga karena ingin membuatku bahagia. Dan tak ingin aku hidup susah dengannya. Sekarang dia sudah sukses mbah, dia kembali untuk Nilna mbah. Nilna rasa dia benar-benar serius pada Nilna mbah. Lantas bagaimana Nilna menolaknya? pasti akan terasa begitu menyakitkan" menyenderkan kepalanya dipundak mbah Kina


"Apapun keputusanmu, embah akan selalu mendukungmu nduk" memeluk Nilna dengan erat


"Hiksss... makasih ya mbah" Nilna sudah tak snaggup membendung air matanya


"Mbah paham bagaiamana perasaanmu, tapi ya jangan nangis terus seperti ini ya" mengusap air mata cucunya


"Iya mbah"


"Sudah.... sana mandi dan siap siap. Katanya tadi ada yang mau jemput Danang di bandara" melihat cucunya dengan senyum senyum


"Ah, iya... mbah koq bisa tahu. Pasti tadi denger ya, pas Nilna telephonan"


"Hehe, iya tapi ga banyak"

__ADS_1


__ADS_2