KETIKA GUS JATUH CINTA

KETIKA GUS JATUH CINTA
Berdua


__ADS_3

Kedua orang tua Nilna dan Zaki sudah meninggalkan rumah sakit. Karena kini, sudah ada Nilna yang menjaga Zaki yang sudah berstatus sah sebagai suami istri di mata agama. Setelah Zaki benar-benar sembuh, mereka berencana untuk mengadakan pesta pernikahan dan melaksanakan akad kembali agar sah dimata negara.


Nilna terus mengamati setiap inci wajah Zaki, seperti Pangeran Yunani pada masanya. Sebenarnya, Zaki tau kalau sedang diperhatikan oleh Nilna tapi dia pura-pura tertidur. Kalau dia membuka mata, pasti Nilna akan terlihat seperti pencuri, iya, pencuri hatinya wkwk...


"Naaa... kamu masih disini?" Zaki pura-pura mengigau menyebut nama seseorang yang sudah sah menjadi istrinya saat ini


Dengan cepat, Nilna memegang tangan Zaki, takut jika terjadi apa-apa


"Gus... iya, aku disini? bangun gus" dengan pelan menggoyangkan lengan Zaki dan mengusap lembut wajah suaminya


Kemudian dengan segera, Zaki membuka kedua matanya, dengan aura bahagia karena melihat wajah bidadari di depannya


"Lhoh kamu koq disini Na? Umi mana?" Zaki menengok kanan kiri sudah tidak ada siapa-siapa


"Udah pulang gus, kasian kalo umi nginep di rumah sakit. Kan udah ada aku yang jagain" Ucap Nilna dengan setengah mengantuk


Zaki mengembangkan senyumnya, dan mengusap kepala Nilna...

__ADS_1


"Makasih ya sayang, Jodoh itu tidak ada yang tahu datangnya dari mana. Kayak kamu contohnya. Kamu nggak capek dari tadi duduk disitu? sini tidur sini!" menepuk kasur yang saat ini ditempati Zaki sambil mengganggu tangan Nilna.


Dengan wajah bersemu merah, Nilna mengalihkan pandangannya. Kini jantungnya sudah berdendang tidak karuan, dan menahan tangannya agar tidak gemetaran saat dipegang oleh Zaki


"Aku di sofa aja gus, aku pindah sana" sambil menunjuk sofa yang dibelakangnya, niat hati mau berjalan ke sofa, malah Zaki menarik tangannya dengan kencang. bughhhhhhh....


"Aduhhh kepalaku" Ucap Nilna memegang kepalanya sambil memejamkan mata.


Saat dia mau bangkit, Zaki menahan kepalanya di dada Zaki.


Kini hati Nilna berbunga-bunga dan tidak tahu langkah apalagi yang diambil selanjutnya. Dan Zaki sudah melepaskan pegangannya.


"Tidur sini ya? masih muat koq, kamu kan kecil. Hehee..." Ucap Zaki dengan melengkungnya senyum manisnya.


"Enggak ah, nanti kalo ada dokter sama suster gimana? aku kan malu gus" jawab Nilna dengan wajah semerah tomat


"Yaudah iya boleh di sofa, tapi mau disini Sebentar aja ya, lima menit aja. Habis itu pindah sofa" bujuk Zaki

__ADS_1


"Hmmmmmm gimana ya? tapi ingat ya, cuma lima menit. Nggak lebih !"


"Lebih juga juga boleh Na, hehe bercanda" Zaki mendapat tatapan sinis dari Nilna tapi hanya beberapa detik, setelah itu dia terlelap disebelah Zaki.


Zaki sudah memeluknya dengan erat, seperti ibu kucing pada anaknya wkwk


"Jangan kenceng-kenceng gus, aku sesak napas" Ucap Nilna sambil mendongakkan kepala


"Lhoh... emang kamu ada riwayat asma Na? koq sesak? aku panggilkan dokter ya sayang?" tanya Zaki dengan panik


"Bukan.... tapi kamu meluknya kenceng banget. Udah tahu aku kecil" mendengar kesal ke arah Zaki


Zaki kembali tertawa dengan tingkah lucu Nilna


"Yaudah, tidur ya... aku tahu kamu capek, jangan lupa baca doa"


Nilna hanya menganggukan kepala, dia terlalu nyaman di dekat Zaki dan melupakan kata-kata hanya lima menit wkwk

__ADS_1


__ADS_2