
Tepat pada hari ini, semua masalahku tentang pencemaran nama baik telah selesai. Istri dan anak dari pria itu akhirnya percaya dengan semua bukti yang aku dan teman-teman ku tunjukkan, mereka meminta maaf padaku dan ibuku. Mereka menyesali perkataan mereka yang sangat menyakitkan pada diriku, mereka juga telah memberi pelajaran pada pria itu. Istrinya telah mengajukan surat perceraian, dia sudah tidak mempercayai suaminya lagi.
Saat mendengar kabar seperti itu rasanya aku sedikit merasa bersalah, aku tidak bermaksud untuk menghancurkan keluarga mereka. Karena semua keputusan ada di pihak mereka, aku tidak bisa berbuat apapun untuk mencegah perceraian itu.
Mungkin itu sudah menjadi perjalanan baru untuk pria itu karena ulahnya sendiri, dan karena kejahatannya, akhirnya dia mendapatkan apa yang sudah dia tanam selama ini.
" Ibu, Alhamdulillah sekarang kehormatan ku telah kembali. " pelukku pada ibu.
Aku sangat berterimakasih pada teman-teman ku, karna mereka aku telah terbebas, "Sekali lagi, aku mau berterimakasih sama kalian. "
"Sama-sama, kami senang akhrinya semua masalah kamu perlahan terselesaikan. Dan kami juga senang bisa bantu kamu, " ujar Maryam sambil mendekati diriku.
"Sepertinya kami harus pamit, karena hari semakin siang!"
"Baik, kalian semua hati-hati. Titip salam sama semuanya, "
"InsyaAllah, kami sampaikan."
Semua temanku pun pulang ke rumah masing-masing, terkecuali Mahesa.
"Kenapa kamu masih disini? Kenapa kamu tidak pulang bersama yang lain?"
"Kalbu, kamu tidak boleh seperti itu." ujar ibuku.
"Tuh... Ibu kamu saja tidak menyuruhku pergi, kenapa kamu sendiri menyuruhku untuk pergi?"
"Haha... Wajahmu begitu serius, tenang aja aku hanya bercanda."
"Jangan suka bercanda denganku, nanti kamu jatuh cinta baru tau rasa." ujar Mahesa dengan percaya diri.
__ADS_1
"Haha.. Cinta? Rasanya itu tidak akan mungkin, kita itu di takdir kan cuman untuk jadi sahabat tidak lebih."
"Kalian, ayo masuk! Ibu sudah masak, kita makan bersama. "
...🥀...
Malam telah datang, aku sangat senang dan bersyukur karena Allah telah mempermudah jalanku ini. Perlahan masalahku terselesaikan, meskipun belum semuanya. Meskipun seperti itu aku akan tetap mensyukurinya, karena aku tau bila kita masih hidup di dunia ini masalah akan terus ada dan tak akan pernah bisa di hindari, sekalipun kita mencobanya.
Masalah hari ini selesai, pasti akan ada masalah baru lagi datang. Hanya saja aku belum tau masalah apakah itu? Seperti apakah itu? Dan dengan cara apakah dia datang? Itu masih rahasia Tuhan.
Seiringnya waktu yang terus berganti, aku akan terus mempersiapkan hati ini untuk menghadapi masalah baru itu. Agar hatiku tidak begitu kaget setelah mengetahuinya.
Tepat pada 12:00 malam. Aku mendengar suara isak tangis dari kamar ibu, aku ingin menghampirinya tapi---ragaku tida mampu untuk menghampirinya.
"Sepertinya, ibu sedang menangis!"
Sekalipun aku berkali-kali memohon agar ibu menjawab seluruh pertanyaan ku perihal rasa sakitnya, ibu akan tetap membungkam.
Aku tau dan paham kenapa ibu merahasiakan kesehatannya dariku? Karena ibu tidak mau aku mencemaskan nya lebih dalam lagi, dan ibu pasti sudah mengetahui jika aku akan melarang ibu pergi ke sungai. Dan aku yang akan memutuskan untuk bekerja, ibu pasti sedang menghindari itu. Sebab itu ibu tidak ingin putrinya ini berhenti sekolah di pertengahan jalan.
Setelah pagi datang aku akan memberanikan diri perihal tangisan ibu semalam. Aku tidak akan pernah menundanya lagi untuk menanyakan semua yang pernah ibu tolak. Pagi ini jawaban aku harus di temui, aku tidak mau kesehatan ibu semakin menurun karna kecapean. Lagian sebentar lagi aku akan menghadapi semester akhir, jadi aku akan merayu ibu untuk berhenti bekerja. Setelah lulus aku akan bekerja sambil kuliah.
Aku akan mencapai cita-cita ku sebagai dokter sekaligus sebagai penulis. Selama ini aku selalu membuat cerita di buku besar yang aku beli, aku mengutarakan setiap kisah ku di dalamnya. Suatu saat kisah ku ini akan di pinang oleh penerbit terkenal, dan itu akan selalu menjadi keyakinan diriku.
...🥀...
Saat ibu sedang menyiapkan sarapan, aku memulai obrolan dengan cara perlahan. Aku menanyakan soal semalam.
"Ibu, "
__ADS_1
"Iya, nak!"
"Ibu, boleh tidak duduk sebentar! Aku mau menanyakan sesuatu sama ibu."
Ibu pun menuruti ku, ibu duduk di lantai bersama ku---di saksikan makanan pagi.
Aku membalikan tubuhku ke arah ibu, " Ibu, apakah ibu semalam menangis?"
"Tidak, ibu tidak menangis." Sudah ku duga ibu pasti berbohong.
"Ibu, Kalbu mohon! Ibu jangan berbohong lagi, ibu semalam menangis kenapa? Lihat, mata ibu sembab. Jadi ibu tidak bisa mengelak lagi dari aku." Aku menggenggam tangan ibu.
Ibu menaruh tangannya di atas tanganku, " Nak, apakah kamu mau jawaban dari ibu?"
"Tentu, aku ingin tau jawaban ibu! Sekali ini saja ibu jujur sama Kalbu. "
"Semalam, ibu menangis karena---ibu sedang merindukan ayahmu." jawab ibuku.
"Apakah hanya itu saja? Apakah ada yang lain lagi ibu sembunyikan?"
"Tidak, nak! Memang hanya segitu saja, apakah kamu meragukan ibumu ini?" tanya balik ibu.
"Tidak, aku tidak akan pernah meragukan ibu. "
Sekarang aku paham, kalau aku adalah bayangan ibu. Ketika ibu berusaha menyembunyikan sesuatu dariku, ketika itu pula aku merasa bahwa sifat itu turun kepada diriku.
Aku hampir sama dengan ibu, aku tidak ingin ada orang lain yang mengetahui akan permasalahan yang sering aku hadapi. Mungkin aku orang yang akan mampu menyembunyikan itu semua sampai akhir hayat ku jika aku mau. Hanya saja, aku manusia biasa yang harus membagi perasaanku pada Allah dan pada orang-orang yang aku percayai.
Aku teringat perkataan Maryam, " Kadang kita harus berbagi perasaan kita pada orang yang kita percayai, untuk mengurangi rasa beban yang ada dalam hati. Sebab hati kita ada kapasitasnya untuk menyimpan segala beban, jika hati kita sudah tidak mampu menyimpannya, maka beban itu akan membeludak merusak kesehatan kita. Tapi, jangan sepenuhnya juga kita ceritakan---sebab ada Allah yang sedang menunggu kita untuk bercerita. Jadi, kalau kamu mau bercerita harus pilih-pilih. Mana yang harus di ceritakan pada manusia, dan mana yang harus di ceritakan kepada Allah." Itulah untaian kata yang masih aku ingat sampai saat ini.
__ADS_1