
Saat aku membersihkan seluruh ruangan, Dafa terus memperhatikan aku secara diam-diam. Bahkan dia terus saja berusaha berbicara, tetapi aku malah menghentikannya dengan segala cara.
"Daf, kayaknya di sana belum bersih deh, aku bersihkan yang di sana aja ya!"
"Iya, kayaknya di sana juga masih kotor!" kata Dafa sambil mengikuti setiap langkahku.
"Yasudah, kamu saja yang bersihkan area sana!" kataku.
"Loh... Kenapa kamu yang jadi nyuruh bos?"
"Habisnya, kamu terus saja ikuti kemana aku pergi!"
"Siapa?" pertanyaan yang polos.
"Kamu lah, masa aku!"
"Aku.... Tidak, kamu terlalu geer aja!"
"Jujur aja sih,"
"Iya, oklah! Aku jujur sama kamu, tapi kamu jangan potong pembicaraan aku lagi kayak tadi."
"Emangnya kamu mau bilang apa? Aku tidak memotong apapun. "
"Ngeles lagi, "
__ADS_1
"Baiklah, aku akui, " kataku.
"Sekarang kamu duduk, dan dengarkan aku baik-baik!!"
Aku tidak tau dia akan berbicara apa? Di kedai hanya kami berdua saja tidak ada siapapun.
"Daf, aku mohon! Jangan katakan apapun, jangan katakan yang bisa membuat hatiku lupa dengan semua tujuanku selama ini." batinku.
Dafa memulai, " Aku....... "
Aku bangun dari tempat duduk, " Aku apa?"
"Kalbu, duduk dulu mangkanya! Jangan bikin aku kaget. "
"Baiklah, aku apa?" aku menyodorkan wajahku,"Jangan sampai dia mau bilang, aku cinta kamu!"
Helaan nafas aku berikan, aku lega jika pikiranku tidak sama dengan yang ada di pikiran Dafa. Aku lega saat dia mengatakan hal itu, tapi aku sedikit kesal sama dia----dia sudah membuat hatiku tidak karuan.
"Untunglah, " gumam ku
"Untunglah apa?" tanya Dafa.
"Untunglah ada yang mau anterin aku, itu yang aku ingin katakan!" kataku.
Suasana udah semakin serius, dia hanya ingin mengatakan hal yang sepele, " Dasar pria aneh,"
__ADS_1
"Kamu mengatakan sesuatu lagi?"
"Tidak, kenapa sih telinga kamu itu selalu saja mendengar yang tidak terdengar?"
"Entahlah, mungkin telingaku sedang bermasalah." katanya.
...🥀...
Malam ini aku pulang ke kontrakan bersama Dafa, tapi sayangnya ketika aku mau ajak Dafa masuk ke dalam kontrakan itu tidak di bolehkan, karena ini kontrakan khusus cewek dan cowok sangat di larang untuk masuk ke dalam. Dan hanya di perbolehkan di area depan saja, jika sampai itu terjadi juga ketahuan sama bu kontrakan aku bisa habis di usir dari sini.
Tapi untunglah Dafa memahami segalanya, dia memang pria yang sangat penuh perhatian. Dia sudah benar-benar berbeda dengan Dafa yang aku kenal dulu, mungkin di antara aku dan semua sahabatku hanya Dafa yang berubah. Karena Mahesa orang yang masih rese sejak kecil, mungkin perubahannya hanya sedikit yaitu; cengeng.
Akan tetapi Mahesa pria yang baik pula, dia selalu menolong setiap kali aku dalam kesulitan tentang apapun juga. Dia selalu bertindak semaunya tanpa memberitahukan kepadaku, dia itu terlalu gesit dalam menolong orang tapi dirinya sendiri sangat sulit di tolong orang. Mahesa itu pria yang memang langka di muka bumi ini, dia memang tampan tapi tidak terlalu tinggi, sedangkan Dafa dia tampan dan juga tinggi.
Kalau aku sudah membicarakan Mahesa, aku pasti tiada hentinya untuk mengingat segala kelakuannya yang aneh. Mahesa dia teman masa kecil yang pernah aku ceritakan sejak awal dalam kisah ini, dia termasuk peran utama dalam kisah aku ini. Aku buat peran utamanya ada dua yaitu Dafa salah satunya.
Tentunya peran utama wanita dalam kisah ini adalah aku, aku sendiri yang menceritakan semua kehidupan aku dalam tulisanku yang bermula dari sebuah buku besar, dan pena hitam. Itulah bahan pokok dalam tulisanku ini, karena dulu aku masih belum mempunyai laptop dan sekarang aku akan memindahkan semua kisah ku kedalam laptop yang sudah aku beli dari hasil kerja keras ku.
Aku membuat kisah ini bukan untuk persoalan cintaku, aku membuat kisah ini untuk menceritakan tentang keluargaku. Aku akan mengendalikan soal rasaku ini, aku akan berfokus terlebih dahulu dengan tujuan utamaku yaitu; menggapai semua mimpiku sejak kecil. Aku akan mengorbankan perasaanku hanya untuk itu, setelahnya aku akan memikirkan persoalan cintaku ini. Lagian umurku masih muda, aku ingin menikmati setiap jerih payah ku ini.
Ibu dan ayah sekarang sudah menjadi bintang yang selalu menyinari seluruh bumi, aku percaya itu. Karena setiap kali aku melihat bintang di malam hari, aku selalu melihat bintang besar berkedip kearah ku-----ia seperti sedang mengajakku tersenyum, tertawa dan sedang memelukku dari kejauhan.
"Aku rindu ibu dan ayah, "
Aku langsung kembali masuk kedalam setelah melihat bintang sesaat, semoga ibu dan ayah selalu tenang di surganya Allah. Mereka berdua pasti di persatu kan kembali sama Allah dalam cintanya, mereka berdua adalah pasangan serasi yang pernah Allah ciptakan.
__ADS_1
Ayah dan ibuku adalah orang tua yang sempurna, mereka selalu mendidik ku dengan sangat baik. Selama ini aku tidak pernah kekurangan kasih sayang dari mereka, mereka selalu memenuhi kasih sayang dan cintanya dengan cara mereka sendiri.
...🥀...