
Jika kembali bertanya kenapa Resa sangat membenciku? Jawaban itu hanya aku yang tau, kenapa begitu? Sebab dulu aku pernah menolong seseorang yang kena pembuliannya. Aku menolong orang itu karna iba dan merasa kasihan, dia adalah seorang gadis cupu yang selalu menjadi bahan ejekan Resa, sejujurnya gadis cupu itu sangatlah kaya, dia memiliki segalanya, dia berbeda dari aku. Kenapa dia kena buli? Karena dia cupu, sekalipun kita kaya tapi penampilan kita tidak sesuai dengan mata Resa. Resa akan terus membulinya, aku bingung di dalam otaknya itu ada pemikiran apa saja sih? Sampai dia menjadi sosok penyihir kejam yang selalu menyakiti perasaan manusia. Hingga kini aku masih belum bisa memahami Resa, mengapa dia menjadi kejam? Mengapa dia sangat hobi membuat orang lain terluka dari pada membuat orang lain bahagia.
Sifat Resa yang tidak mudah orang lain tebak, hidupnya selalu di penuhi amarah dan amarah. Dia selalu melampiaskan kekesalannya pada orang lain, bahkan dia melampiaskan kekesalannya itu lebih sering kepadaku. Mungkin dulu aku lebih banyak diam dan tak melawan saat Resa mulai bertindak pada diriku, namun sepertinya kali ini aku tidak bisa diam saja.
Ketika aku tiba di rumah dengan wajah tertunduk di depan ibuku, ibu terus memberikan pertanyaan padaku. Kenapa aku pulang begitu cepat? Kenapa wajahku menunduk? Kenapa mataku sembab? Kata kenapa terus terngiang di telingaku, seakan kata itu sebagai mimpi buruk bagiku.
"Kalbu, kamu sudah pulang?"
"Sudah, bu!"
"Tumben pulangnya cepat, apakah ada masalah?" tanya ibuku sambil memegang luka di tanganku.
"Aw.... " aku meringis kesakitan saat bekas lukaku tertekan ibu.
"Kamu kenapa? coba ibu liat tangannya."
"Tidak, bu!" jawabanku sesaat adalah kebohongan, aku menyembunyikan tanganku.
"Kalbu, ibu mau liat tangan kamu!" ujar ibuku lagi.
"Tidak, bu!"
"Ayo, jangan buat ibu marah!"
Dengan ragu aku menunjukan tanganku pada ibu.
"Ya Allah, kenapa tangan kamu memar? Apa yang terjadi sama kamu? Pasti ini sakit sekali, apakah ada yang mengganggumu? Jawab ibu yang jujur, ibu tidak mau kamu menjadi pembohong. "
"Ibu, apakah ibu tidak marah setelah tau semuanya? Apakah ibu bisa tetap tenang seperti ini setelah tau masalahnya? Kalbu, takut jika ibu akan marah besar dan terpancing emosi setelah mengetahui masalahku."
__ADS_1
"Nak! Ibu tidak akan marah kalau masalahnya itu tidak mencoret nama baik kamu dan nama baik ibu. "
"Sudah, sekarang kamu katakan saja semuanya!" suruh ibuku sambil mengompres tanganku.
"Sebenarnya, Kalbu di skor bu di sekolah!"
"Apa? Di skor kata kamu!" Ibu begitu terkejut setelah mendengarnya.
"Iya, bu! Kalbu di fitnah merokok di sekolah, padahal Kalbu tidak pernah sama sekali menyentuhnya. Kalbu sekarang bingung bu! Kalbu harus bersikap seperti apa lagi agar bisa membuktikan, bahwa Kalbu memang tidak bersalah. " Setelah aku menjelaskan segalanya kepada ibu, kecemasan ku akan kemarahan ibu semakin tinggi.
"Bu, ibu jangan marah sama Kalbu! Ibu harus percaya sama Kalbu, kalau Kalbu tidak melakukan itu. Kalbu berani sumpah bu! Kini hanya ibu harapan Kalbu untuk mendapatkan secercah harapan, Kalbu tidak mungkin menghancurkan didikan ibu. "
"Tolong percaya sama Kalbu!" aku memegang tangan ibuku.
"Cukup! Ibu sudah tidak ingin penjelasan kamu, sedari tadi kamu terus berbicara tanpa berpikir, sedari tadi ibu harus terus mendengarkan semua keluhan kamu, kapan ibu bisa menjawab semua keluhan kamu, kalau kamu terus nyerocos seperti petasan? Sedangkan ibu harus terus diam dan menunggu kamu berhenti bicara!"
"Kalbu sudah menduga, kalau ibu akan memarahi Kalbu!"
"Aw, sakit bu!"
"Pukulan ini tidak ada bandingannya dari rasa sakit yang kamu alami saat ini."
"Maksud ibu?"
"Ibu tau kalau kamu sangat terluka saat fitnah itu datang pada diri kamu, ibu tau kalau kamu sedang berusaha agar semua ini kembali normal, dan ibu juga tak akan pernah menyalahkan kamu dalam hal ini. Ibu percaya dengan apa yang kamu katakan, ibu sudah mengenal kamu dari kecil sampai sudah dewasa ini, dan ibu percaya dengan didikan ibu selama ini sama kamu. "
"Jadi, ibu percaya dengan perkataan ku?"
"Iya, nak! Ibu percaya semuanya, tapi kamu juga harus membuat orang lain juga percaya sama kamu, seperti halnya kamu membuat ibu percaya sama kamu. Kamu harus membuktikan kalau kamu anak baik-baik,"
__ADS_1
"Siap, bu! Kalbu putri ibu akan membuktikan semuanya, Kalbu akan buktikan kalau Kalbu tidak bersalah."
"Bagus, anak pintar!"
Aku senang setelah mendengar perkataan ibu padaku, ibu percaya dengan apa yang aku katakan. Aku akan berusaha bagaimanapun caranya agar aku bisa membuktikan semuanya, aku tidak akan mengecewakan mereka yang sudah mendukungku.
...🥀...
...Akan selalu ada daun yang baru menggantikan daun yang sudah gugur, akan selalu ada kehidupan baru saat jiwa mulai tertidur. ...
...🥀...
Aku percaya pada Tuhan yang akan membangkitkan jiwaku yang sedang tertidur karena lelah akan sebuah penghinaan yang terus menjadi mimpi buruk ku. Aku juga tidak boleh kalah dengan masalah-masalah baru yang terus mengintai-ku, menunggu giliran saat masalah pertama bisa aku hadapi, maka masalah itu keluar dari antrian.
Kata lelah sudah pasti ingin aku katakan sejak lama, tapi bagaimana lagi ini adalah hidupku, ini adalah takdir yang sudah tertulis sejak aku masih dalam kandungan. Sebuah takdir yang tidak mudah untuk aku rubah, bahkan aku tidak berani sama sekali untuk merubahnya. Jika aku berusaha untuk merubah takdir itu, aku takut jika kehidupanku akan semakin berantakan dan tak tersusun.
Saat Allah sudah berusaha menyusun kehidupan kita secara beraturan, untuk apalagi kita merubahnya, untuk apalagi kita harus membuat skenario baru. Semua manusia sudah tau jika skenario Allah itu sudah jauh lebih baik dari yang kita bayangkan.
"Wahai Rabb ku, jangan kau hadirkan sebuah rasa kecewa dalam diriku, jangan kau hadirkan sebuah penyesalan hidup pada diriku. Wahai Rabb ku jadikanlah aku seorang wanita yang memiliki sebuah kesabaran hati tanpa adanya batasan, ini adalah sebuah permohonan bukan sekedar harapan. Aku mempercayai setiap janji yang kau buat."
Kepada siapa lagi kita akan meminta pertolongan selain pada Allah, kepada siapa lagi kita meminta sebuah perlindungan selain kepada Allah, dan kepada siapa lagi kita meminta cinta selain pada Allah.
Allah yang maha membolak balikan hati manusia, Allah yang mampu merendam setiap amarah pada diri manusia itu karna cintanya, itu karna kasih sayangnya kepada hambanya. Allah selalu memberikan setiap kecintaannya pada hamba yang mampu membuat Allah jatuh cinta.
Sejujurnya membuat Allah jatuh cinta itu tidak begitu sulit, hanya saja kitanya yang malas untuk melakukan itu. Ternyata musuh terbesar manusia itu tidak hanya dari nafsu kita, tapi dari rasa malas pun itu bisa menjadi musuh terbesar kita.
...🥀...
...Jika kamu mencintaiku, maka aku pun akan mencintaimu lebih dari kamu yang mencintaiku, asalkan kamu bisa membuat aku jatuh cinta pada perlakuan-mu. ...
__ADS_1
...🥀...