Ketika Kalbu Bercerita

Ketika Kalbu Bercerita
38. Campur aduk


__ADS_3

Laela menghampiri, " Kebiasaan lama selalu saja ada dalam diri kamu."


"Apaan sih kamu ini, " lirih ku, kemudian Laela menarik tanganku kedalam kedai.


"Ayo guys, ucapkan selamat kepada sahabat kita yang satu ini!" teriak Komar.


"Siap!" teriak lagi Jojo.


Hari ini adalah hari yang paling menyenangkan, aku bisa bergembira bersama mereka lagi. Dan kali ini Maryam juga Laela akan menginap di kontrakan ku yang kecil. Mereka memutuskan ini demi menghadiri acara wisuda ku yang beberapa minggu lagi tiba.


Perasaannya yang belum aku rasakan sejak dulu, dulu aku sering berharap agar bisa mendapatkan sahabat yang setia yang bisa menerima setiap kondisiku. Menerima segala kekuranganku, sahabat yang tidak pernah menyakitiku. Dan Allah menjawab itu semua, dengan mengirim mereka kepadaku.

__ADS_1


Persahabatan kami sampai sekarang masih terjalin, meski jauh kami selalu menjaga silaturahmi. Kabar kabari kami selalu berikan, Maryam, Laela dan yang lainnya akan selalu aku ingat dalam hatiku.


🥀


Hari wisuda ku..


Waktu yang ditunggu telah tiba, inilah saat aku akan mengenakan baju toga, baju kebanggan dan hasil dari setiap jerih payah kita dalam menuntut ilmu. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena hari ini semua mimpiku akan tercapai sebagai dokter.


"Ah... Kal, selamat ya atas wisuda kamu. Aku masih enggak nyangka, akhirnya kamu bisa menjadi dokter juga. "


"Aamiin, InsyaAllah kamu pasti akan menjadi dokter yang amanah. "

__ADS_1


Hadiah terindah yang Allah berikan kepadaku, hadiah yang sebagai ganti dari setiap keresahan ku di masalalu. Mungkin ini adalah akhir dari ceritaku, cerita yang berakhir saat sebuah mimpi telah terwujud. Tidak ada percintaan dalam kisah ku, tidak ada romansa yang tercipta dalam kisah ku. Karena cerita ini murni dari setiap masalah yang silih berganti di masalalu atau bahkan di masa kini.


Terimakasih sudah hadir dan ikut serta berperan dalam kisah ku ini, aku bersyukur karena aku sudah membuat almarhum ibu dan ayah bangga meskipun dari jarak yang tidak mungkin bisa dikunjungi oleh kehidupan.


"Ibu, ayah, ini adalah butiran cinta yang telah lahir dari setiap luka yang dulu selalu datang dalam kehidupanku. Aku berjanji tidak akan pernah membuang waktu yang sangat berharga ini, Tuhan tolong sampaikan rasa cinta ini untuk kedua orangtuaku."


sekarang semua orang yang mengenalku tidak lagi memanggilku dengan gadis kumuh, miskin, dan perkataan yang menyakitkan lainnya. Sekarang semua orang bisa lebih menghormati ku, bisa lebih menghargai setiap yang aku lakukan. Ini adalah waktu yang sangat lama yang aku tunggu, kini juga karyaku telah di terbitkan.


Aku sangat bersyukur karna Allah memberikan kebahagiaan ini berlipat ganda, aku juga bersyukur karna banyak orang ingin membaca setiap karyaku ini.


Hari ini aku pergi ke pemakan ayah sama ibu, aku membawa fotoku dan menunjukkan kepada mereka. Aku tau ini gila, tapi aku tau kalau ini adalah cara terbaik untuk menunjukkan kebahagian ini melalui tindakan.

__ADS_1


"Ayah, ibu! sekali lagi aku ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian. Berkat kalian, aku bisa menjadi seperti ini. " Aku mencium nisan kedua orangtuaku.


Selesai....


__ADS_2