
Karena tidak mau menghabiskan waktu yang lebih banyak, Daniel menggunakan Haste nya menuju markas rahasia yang di bongkar oleh salah satu anggotanya itu, dia awalnya cukup ragu namun tetap mengikuti apa yang di katakan oleh bandit sebelumnya itu.
"Seharusnya di sini." Ujar Daniel setelah melihat sebuah goa yang tidak jauh dari nya sekarang.
Di depan goa, terlihat ada dua orang yang sedang berjaga dengan pedang yang berada di pinggang mereka berdua.
"Bullet lighting."
Tidak banyak basa basi, Daniel langsung membunuh mereka berdua sebelum mereka menyadari nya.
Dua bandit itu pun mati seketika dengan peluru cahaya menembus kepala mereka. Daniel berjalan seraya mengeluarkan dua pedang nya, dia sekarang berada di depan goa.
"Bersiaplah, kematian akan mendatangi kalian." Teriak nya sembari berjalan memasuki goa.
Mendengar itu, tentu saja semua orang yang berada di dalam goa langsung memeriksa nya. Dengan kesal mereka semua sudah mengeluarkan pedang nya untuk membunuh Daniel.
"Wah wah... lihat lah para semut sedang kesal." Ejek Daniel sambil menatap dingin kepada orang-orang yang bermunculan.
Dalam hitungan detik, Daniel sudah berada di barisan depan para bandit. Dia langsung menebas kan sword of devil nya secara horizontal, membuat beberapa orang mati dengan tubuh mereka terbelah menjadi dua bagian.
Melihat jarak mereka sudah dekat, salah satu bandit menebaskan pedangnya ke tangan kiri Daniel yang sedang memegang pedang besi biasa. Namun, dengan refleks yang luar biasa, tangan nya bisa menghindari itu.
*Sruk*
"Itu hampir saja." ujar Daniel sehabis menebas tangan bandit yang menyerangnya tadi.
Anak panah meleset dengan cepat ke arah kepala nya, tapi, Daniel dengan cepat nya bisa membungkukkan badan nya kebawah dan bisa melihat anak panah tersebut meleset dari atas nya.
Selepas itu, dia bergegas mundur kebelakang.
"Arc lighting." dengan nada yang pelan, dia merapalkan mantra tersebut.
Beberapa orang yang mengejar Daniel pun mati seketika karena sihir tersebut. Sehabis itu, dia bergerak maju seraya menggunakan skill bullet light nya beberapa kali membuat puluhan orang mati dengan kepala berlubang.
Kini keringat dingin keluar dari tubuh mereka setelah menyaksikan pembunuhan secara instan tersebut, hawa yang mencekam dapat di rasakan mereka dari Daniel, rasa takut sekarang menghantui hati mereka.
"Kalian tidak berpikir untuk kabur kan." Kata Daniel selepas menebas orang dengan kedua pedang nya seraya tersenyum lebar.
"Mati kamu sialan." salah seorang bandit berteriak ke arah Daniel dengan berlari menghampiri nya.
"Berisik sekali yang satu ini." Dia pun juga ikut berlari menghampiri nya, dan sebelum dia menyadari, kepala milik nya sudah terpisah dari badan nya di saat Daniel sudah di dekat nya.
__ADS_1
Melihat itu, mereka sudah tidak tahan lagi untuk kabur ke belakang melalui jalan rahasia yang memang di siapkan untuk keadaan seperti ini.
"Bukankah sudah ku bilang untuk tidak kabur," Ujar nya dengan nada yang kecewa, "Cyclone."
Sebuah pusaran angin mulai tercipta, dari kecil hingga menjadi besar. Angin itu sangat ganas, mereka terus mengejar bandit-bandit yang sedang melarikan diri.
"Hoo... skill yang bagus." Gumam nya setelah mendapatkan notifikasi kalau dia terus naik level.
Cyclone sendiri tidaklah lama, dia hanya memiliki durasi selama 30 menit, tetapi itu sudah cukup untuk membunuh semua orang yang disana, apalagi itu berada di dalam goa yang tidak luas membuat pergerakan para bandit susah untuk menghindar.
Hanya ada satu kalimat jika kalian sudah masuk kedalam pusaran angin tersebut yaitu 'kematian'.
Bagaimana pun itu bukanlah sebuah pusaran angin biasa. Ketika seseorang sudah masuk ke dalam area Cyclone maka dia akan merasakan nama nya sayatan ribuan pedang secara bersamaan membuat badan mereka sudah tak terbentuk lagi.
Begitulah akhir cerita dari cabang organisasi Dark light, mereka padahal baru beberapa minggu yang lalu membentuk cabang di sana, namun, Daniel sudah memusnahkan nya dalam satu malam saja.
Padahal mereka bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah di kalah kan oleh seseorang, sayangnya mereka salah bertemu dengan seseorang saja.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
POV DANIEL
Malam hari pun sudah berlalu, aku sendiri hanya tidur beberapa jam saja setelah melakukan pembantaian tersebut. Sekarang kami berdua melanjutkan perjalanan lagi menuju desa Wenter.
"Begitulah, malam tadi memang malam yang berat." Balas ku dengan tertawa canggung.
"Tapi, di saat gempa bumi itu, aku tidak melihat mu, jadi aku kira kamu meninggalkan ku."
"Waktu itu aku sedang mencari angin sekaligus memantau jikalau ada bandit atau monster yang ingin menyergap."
Kami pun terus berbincang satu sama lain, ternyata Wenter merupakan kampung halaman nya Bidi dan sudah lama dia tidak pulang ke sana. Dia berkata jika keuangan nya saat ini benar benar sedang hancur jadi dia memutuskan untuk beristirahat di kampung halaman nya.
Beberapa hari telah berlalu, sesekali kami berdua bertemu seekor goblin. Namun itu bukanlah masalah yang besar, Bidi pun berkata jika kita termasuk orang yang beruntung karena tidak bertemu satu bandit pun, padahal itu semua sudah aku beres kan sebelum nya.
Tak terasa sebuah desa lumayan besar terlihat dari kejauhan, di depan gerbang itu ada sebuah tulisan Wenter yang terpapar jelas.
"Kalau begitu aku akan turun di sini." kata ku yang sudah turun dari kereta seraya berjalan ke arah Ewok.
"Baiklah, terimakasih telah membunuh monster monster yang sudah kita lewati tadi." Dia pun langsung menjalan kan kereta nya lagi menuju ke arah yang dia inginkan.
"Baiklah ayo kita pergi berburu."
__ADS_1
Seperti yang tertulis di sebuah Quest petualang, seharusnya para orge itu berasal di sebelah barat desa Wenter. Tidak membuang-buang waktu lagi, aku pun berjalan kearah yang seharusnya ada para orge tersebut.
Sudah Berjam-jam berlalu dan aku belum menemui para Orge itu satupun. Karena merasa tidak ada hasil sedikit pun, aku memutuskan untuk memakai mini map saja.
Awal nya aku tidak ingin terlalu bergantung dengan sistem, tapi, mau bagaimana lagi. Pertama aku tidak ada sebuah peta yang menunjukkan daerah sini, kedua aku sangat bodoh dalam menggunakan sebuah peta, dan ketiga tentu saja sistem adalah sesuatu yang bagus dalam segala hal.
[ Terimakasih atas pujian nya. ]
"Mini map open."
Ada satu titik merah pekat yang berada di dekat ku, aku pun langsung menggunakan haste untuk mencari nya, pedang besi biasa dan sword of devil sudah aku keluarkan untuk menjaga-jaga kalau dia adalah lawan yang kuat.
Di saat aku sudah mencapai titik merah pekat tersebut.
"Seorang iblis kah."
Dia memiliki wujud seorang pria kekar dengan tinggi mencapai 2 meter dengan satu tanduk hitam di kepala nya, dia membawa sebuah palu yang sangat besar di punggungnya.
[ Peringatan segera menjauh, musuh memiliki level tinggi dari pada pengguna, di mohon untuk menjauh sekarang juga, bahaya, bahaya, bahaya ]
"Bukan kah itu yang aku cari dari beberapa waktu ini, untuk apa kamu memperingati aku seperti itu."
[ Aku sudah menduga kalau peringatan itu tidak akan berguna. ]
"Kalo begitu, lakukan seperti biasa nya saja." Ujar ku sambil tersenyum.
« Sistem memberikan Quest: Kalah 1 iblis yang berada di depan anda, Hadiah: 2.000 point shop, 1.000 point stat, Hukuman: kematian. »
"Ada apa dengan mu hari ini Ai, tidak seperti biasanya memberikan hadiah yang sebanyak itu."
[ Level pengguna baru mencapai level 100, sedangkan musuh yang akan anda lawan mencapai level 210, maka itu setara dengan hadiah serta hukuman nya. ]
"Sial, mendengar level nya saja aku sudah merinding." Dengan tersenyum kecil.
Setelah itu aku pun menunjukkan diri ku kepada iblis yang berada di depan ku, dia yang merasakan kehadiran ku pun langsung melihat ke arah ku dengan tatapan yang dingin sembari mengambil palu besar yang berada di punggungnya.
⟨ Title The brave telah aktif, 50 % stat pengguna telah naik. ⟩ layar tersebut muncul tiba-tiba membuat pandangan ku tertutupi.
Ketika layar tersebut sudah hilang, iblis yang berada di depan ku jua ikut menghilang entah kemana. Padahal hanya beberapa detik saja aku mengalihkan pandangan ku dari nya.
"Ini lah yang aku su—"
__ADS_1
*Tring*