King Of System

King Of System
ch.40 Bawah tanah


__ADS_3

Pria berambut coklat itu pun di tinggal kan oleh Daniel dengan kedua tangan yang sudah tiada, dia pun hanya bisa berteriak kesakitan dan tergeletak di atas lantai kayu tersebut dengan memandangi Daniel yang mulai menjauh dari pandangan nya.


"Seperti nya mereka cukup yakin." Ujar Daniel yang berjalan mendekati Ymir.


"Apa maksud anda tuan?" Tanya Ymir dengan memegang pintu bawah tanah yang dia temukan tersebut.


"Seperti yang kau lihat, mereka hanya menaruh sedikit penjagaan, aku tidak tahu mereka itu cuma sekelompok orang bodoh atau terlalu percaya diri akan kekuatan mereka." Balas Daniel sambil melangkahkan kaki nya ke tangga yang mengarah bawah tanah.


"Saya pikir mereka semua hanya sekelompok orang yang bodoh." Ucap nya sambil mengiringi Daniel dari belakang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah cukup lama berjalan menelusuri tangga tersebut. Akhirnya Daniel dan Ymir berada di dasar tangga itu, terlihat di sana ada empat orang pria dengan memakai armor di tubuh nya saja yang sedang duduk santai sambil bermain kartu.


Keempat orang tersebut yang menyadari jika ada Daniel dan Ymir pun langsung berdiri dari duduknya serta bergegas mengeluarkan pedang mereka.


"Oi... apakah Dark light hanya memiliki sedikit anggota?" Tanya Daniel dengan nada yang santai sambil berjalan menghampiri keempat orang tersebut serta pedang ungu yang dari tadi dia putar-putar kan seperti sebuah mainan.


"Sial, Fien cepat beritahu pada ketua, aku merasakan jika orang yang ada di depan kita ini kuat, tidak malahan sangat kuat." Kata salah satu keempat orang tersebut kepada teman yang ada di belakang nya.


Mendengar itu, orang yang bernama Fien itu pun hanya mengangguk dan berlari meninggalkan kelompok nya.


"Tuan, apa saya harus mengejar nya?"


"Tidak usah, lagipula akan lebih seru jika mereka semua langsung datang." Balas Daniel kepada Ymir..


Sekarang di hadapan Daniel tersisa tiga orang saja, wajah mereka semua kini terlihat khawatir. Bagaimana tidak, mereka bertiga sangat yakin jika orang-orang yang menjaga lantai atas sudah di kalahkan oleh Daniel.


Bahkan mereka melihat Daniel tidak terluka sama sekali.


Padahal para pria yang di kalahkan oleh Daniel sebelum nya merupakan salah satu anggota elit yang sedang menjaga lantai atas. Akan tetapi, Daniel dapat mengalahkan itu tanpa terluka sama bahkan mengeluarkan keringat sedikit pun.


"Jadi, siapa yang ingin mati duluan?" Ejek Daniel dengan tatapan dingin di saat dia sudah berdiri tidak jauh dari tiga orang tersebut.


Fien, orang yang di perintahkan untuk melaporkan kepada ketua nya jika ada serangan sedang berlari sekuat tenaga. Dia juga terus berteriak-teriak jikalau ada serangan, membuat orang-orang yang dia lewati sudah siap dengan senjata mereka.


Ruangan bawah tanah itu terlihat sangat besar sekaligus luas. Semakin kedalam nya, maka semakin banyak orang yang menjaga. Juga setiap jalan yang dilewati pasti ada sebuah pintu yang berjarak 100 meter antara satu pintu dengan pintu lain nya.

__ADS_1


Didalam pintu tersebut tidak lain adalah sebuah budak manusia ataupun demi human yang siap di jual oleh mereka.


Akhirnya Fien menemukan sebuah ruangan yang memiliki dua pintu didepan nya di jaga oleh seseorang dengan armor lengkap di tubuh nya serta sebuah pedang yang bergantung di pinggang nya.


"Aku ingin melapor, situasi sekarang darurat." Ujar Fien dengan tergesa-gesa.


Pria yang menjaga itupun hanya mengangguk lalu membukakan pintu nya.


Sebuah ruangan yang sangat besar dengan di isi berbagai barang rumahan seperti sofa, kasur dan yang lain nya dapat di lihat di kedua mata Fien. Tapi bukan itu yang menarik perhatian nya, melainkan seorang pria dengan tubuh kekar, memiliki kulit hitam, serta berbagai tato yang ada di tubuh nya, itulah orang yang sedang di cari Fien saat ini.


Pria kulit hitam itu kini berada di atas kasur dengan seorang wanita yang tidak memakai pakaian sedang dia duduki, tidak hanya itu saja, terlihat tangan pria kulit hitam itu kini sedang berlumuran darah yang menandakan dia tadi sedang memukuli wanita tersebut.


Nasib yang menyedihkan bagi perempuan tersebut, wajah nya kini sangat hancur setelah di pukuli.


"Ada apa?" Dengan nada yang berat pria kulit hitam itu menanyakan kepada Fien sambil memalingkan kepalanya ke arah Fien.


"Serangan." Fien pun menjawab singkat.


"Berapa orang?" Tanya pria kulit hitam.


"Cih... dasar orang-orang lemah, keluarlah!" Mendengar jawaban dari Fien, pria kulit hitam itu langsung marah dengan meninggikan nada nya di akhir kalimat.


"Ta-tap—"


"Apa kau ingin membant—"


*Akhh*


Belum menyelesaikan perkataan nya, sebuah teriakan yang saling menyahut dapat di dengar oleh pria kulit hitam itu. Wajah nya kini terlihat sangat kesal, dia pun langsung berdiri dan mengambil pakaian serta peralatan milik nya.


Sedangkan Fien hanya bisa mematung di sana.


"Siapa pun orang yang berani merusak kesenangan ku, akan ku potong dia mejadi bagian kecil yang tak terhitung." Dia pun berkata seperti itu setelah melewati Fien yang kini tidak bisa bergerak sedikitpun akibat aura milik ketua nya tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Daniel dan Ymir sendiri kini terus di datangi berbagai orang yang memakai senjata, tapi dengan mudah nya dia dapat membunuh orang-orang tersebut, seakan membunuh seekor semut saja.

__ADS_1


Hal itu membuat Daniel lumayan bosan.


"Ingatlah, manusia memiliki lebih banyak Xp." Itulah yang di pikirkan oleh Daniel.


Tidak selang beberapa menit kemudian, seorang pria kulit hitam yang memiliki tinggi hampir 2 meter berlari ke arah Daniel. Orang-orang yang melihat itu pun hanya memberikan jalan kepada pria kulit hitam tersebut.


Setelah jarak nya di kira cukup, pria kulit hitam itu pun langsung melompat dengan pedang yang hampir setubuh nya dan sudah siap untuk menyerang Daniel.


Daniel yang melihat itu hanya menahan nya dengan tangan kiri nya saja, retakan tanah pun terjadi tepat di bawah kaki nya Daniel, menunjukkan betapa kuat nya serangan kulit hitam itu.


"Ayolah, jangan terlihat sok kuat begitu." Ujar Daniel sambil memegang pedang besar yang menyerang nya tersebut.


Di saat pria kulit hitam itu ingin menarik kembali pedang nya, sebuah tendangan yang sangat kuat mengenai perut nya. Mulut nya pun langsung mengeluarkan darah sebelum dia terlempar hingga mengenai dinding, bahkan pedang nya pun terlepas dari genggaman ia.


"Aku cukup heran, mengapa mereka tidak menyadari akan perbedaan kekuatan mereka sendiri." Gumam Daniel yang terdengar oleh Ymir.


"Bukan kah tidak akan menarik tuan, jika para mahluk rendahan itu akan menyerah begitu saja." Balas Ymir sambil menengok ke arah Daniel .


"Seperti nya kau ada benar nya juga."


Gumpalan asap akibat pria kulit hitam yang mengenai dinding tembok pun perlahan menghilang, terlihat juga pria tersebut sudah berdiri kembali dengan sempoyongan lalu menegakkan kembali tubuh nya.


"body resistance, Strengthen body." Dua sinar yang berbeda pun muncul setelah pria kulit hitam itu mengucapkan mantra buff tersebut.


"Baiklah ini aku kembalikan." Setelah berkata seperti itu, Daniel pun melemparkan pedang besar tersebut dengan mudah nya ke arah pria yang tubuh nya sudah di perkuat dengan sihir buff.


"Absolute area." Selepas mengambil pedang milik nya yang tertancap di dinding, pria tersebut mengaktifkan sihir terkuat milik nya.


Sinar berwarna hijau keluar dan mengelilingi pria tersebut dengan diameter 20.


"Sungguh hal yang sia-sia." Kata Daniel sambil berjalan santai ke arah pria tersebut.


"Xavier dan siapa nama mu?" Tanya pria kulit hitam itu setelah mengenal kan nama nya.


"Daniel padilla."


bersambung

__ADS_1


__ADS_2