
Di sebelah tepi barat dari ibukota kerajaan Dracania, terlihat ada sebuah desa yang dapat di bilang besar, namun itu tidaklah sebesar sebuah kota yang seutuhnya.
Tidak hanya itu saja, terlihat juga ada sebuah Tembok yang tinggi dan besar mengelilingi kawasan tersebut, hal itu pun membuat siapapun menjadi penasaran untuk masuk kedalam area desa tersebut.
Akan tetapi, para penduduk di sana tidak mengijinkan siapapun memasuki desa mereka. Tentu saja dari hal tersebut pasti akan membuat seseorang curiga pada desa itu.
Anehnya tidak seseorang pun yang mempermasalahkan hal itu, jikalau saja mereka menggali lebih dalam tentang desa tersebut, maka orang itu tidak akan percaya apa yang mereka dapatkan.
Desa tanpa nama itu ialah sebuah markas utama dari Dark light. Segala kejahatan mereka semuanya ada di sana, sungguh sebuah tempat persembunyian yang sangat ideal bagi para kriminal.
Sekarang markas utama Dark light di selimuti rasa khawatir, karena para petinggi di sana belum mendapatkan kabar sama sekali tentang markas cabang mereka, terutama yang ada di kota Yeriner.
"Apa kita telah ketahuan?"
"Sudah 3 hari berlalu dan mereka belum memberikan laporan sama sekali."
"Kita harus mengirimkan beberapa orang untuk memeriksa nya besok."
Begitulah beberapa percakapan di antara petinggi-petinggi Dark light, meskipun mereka merupakan organisasi yang besar, mereka tetaplah mengawasi setiap markas cabang yang di miliki, sehingga kesalahan kecil pun pasti akan mereka tegur.
Itulah yang membuat Dark light hingga saat ini tetap berdiri.
"Seperti nya kerajaan Dracania saat ini sedang mengincar kita." Di saat pria tua berkacamata tersebut berbicara, di situlah keheningan pun tercipta.
Mayer luciano merupakan nama dari pria tersebut, umur nya saat ini sudah mencapai 60 tahun. Dia merupakan pemimpin kedua dari organisasi Dark light, meskipun dia tua namun dia memiliki fisik seperti seorang pria yang masih muda.
Itu semua di sebabkan kemampuan berpedang nya yang berada di atas manusia biasa.
Ketika dia masih muda, Mayer sendiri bisa mengalahkan 20 orang dewasa dengan mudah nya. Tidak hanya itu saja, pengalaman nya dalam bertarung pun sudah tidak dapat di hitung lagi.
Tentu saja dia bukanlah orang baik, berbagai kejahatan telah dia lakukan. Membuat diri nya menjadi incaran seluruh kerajaan yang berada di bawah naungan kekaisaran Dracania.
Tetapi Mayer memiliki nama samaran yang banyak, membuat diri nya susah untuk di tangkap.
"Apa maksud anda?" Salah seorang petinggi pun langsung bertanya seperti itu setelah mendengar perkataan Mayer.
"Aku telah mendengar, jika anggota kita telah menerima sebuah permintaan untuk membunuh sang ratu dari kerajaan Dracania." Balas nya.
__ADS_1
"Dan jangan bilang dia menerima nya." Sambung salah satu yang lain lagi.
"Benar." Jawab Mayer secara singkat.
Semua orang yang di sana pun langsung mengutuk orang yang menerima permintaan tersebut.
Karena bagaimanapun Dark light adalah sebuah organisasi yang penuh kehati-hatian, dan tiba-tiba saja ada seseorang yang menerima sebuah permintaan untuk membunuh sang ratu, di mana hal itu adalah perbuatan yang sangatlah ceroboh.
"Lapor kita menerima serangan." Mendadak ada seseorang yang memasuki ruangan tersebut dan melaporkan hal itu.
"Ah..." Mayer pun hanya bisa menghembuskan nafasnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV DANIEL
Saat ini ada dua orang di sebelah ku yaitu Ter dan Ymir, sedangkan di belakang ku ada puluhan ketua Dark light yang sudah aku tangkap di markas mereka masing masing.
Mereka semua bisa di bilang mempunyai kemampuan di atas manusia, semisal mereka masuk dalam militer, maka menjadi anggota elit tidaklah susah bagi mereka semua.
"Aku tidak menyangka ada sebuah desa sebesar ini yang tidak jauh dari ibukota." Kata ku dalam hati.
"Mungkin dalam sekali hantaman saya saja tembok itu akan hancur." Tutur Ter yang menaruh sabit ungu yang ku berikan waktu itu di bahu kanan nya.
"Kalau begitu mari kita mulai penyerangan nya, bunuh siapapun itu, kecuali pemimpin kalian." Aku berkata seperti itu setelah menghadap kepada orang-orang yang ada di belakang ku.
Kami sendiri saat ini masih berada di balik pepohonan, jadi keberadaan kami belum terpantau oleh penjaga yang berada di atas menara pemanah.
"Ter hancurkan lah." Perintah ku secara singkat sambil menunjuk ke arah tembok yang mengelilingi markas tersebut dengan jarak yang lumayan jauh dari ku.
"Baik tuan." Dia pun langsung berlari ke sana setelah menghembuskan nafas nya seperti seekor banteng.
Di saat Ter menunjukkan wujud nya, di sanalah terlihat wajah panik dari orang yang memantau dari atas mulai tadi, Dengan tinggi yang mencapai 4 meter membuat Ter dapat mengintip apa yang ada di balik tembok tersebut.
Pepohonan hutan sendiri sangat lah tinggi, biasanya yang paling rendah adalah 7 meter, sehingga badan dari Ter tadi tidak terlihat oleh musuh.
Dengan kecepatan lari yang sangat kencang tersebut, Ter dapat menghancurkan tembok batu tersebut dengan menghantam kan badan nya dalam sekali hantaman nya saja. Tidak hanya itu, dia juga terlihat mulai melakukan pembantaian.
__ADS_1
"Apa yang kalian tunggu." Dengan aku berkata seperti itu, orang-orang yang ada di belakang ku pun mulai ikut menyerbu, begitu pun dengan Xavier serta Ymir yang berada di barisan depan mereka.
Sedangkan aku, hanya melihat dari kejauhan.
Ini sungguh lucu, membayangkan para ketua cabang Dark light membantai anggota anggota mereka sendiri. Sepertinya tidak ada kata persaudaraan di antara mereka sampai sampai membunuh sesama anggota membuat mereka tidak bersalah.
"Baiklah aku akan menunggu acara besar nya di mulai saja." Pikir ku dengan memegang genggaman sword of devil yang ada di pinggang ku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV AUTHOR.
Penyerangan markas besar Dark light pun terjadi, padahal jika Daniel ingin, dia bisa menghancurkan desa tersebut dengan mudah nya menggunakan sihir Chaos meteor, tapi sepertinya dia tidak ingin melakukan itu.
Bukan berati dia ingin menyembunyikan kekuatan nya, namun bagi nya melihat pertarungan seperti sebuah hiburan untuk nya, karena tidak ada handphone atau apa pun di dunia Vulcan membuat diri nya sedikit bosan.
Di saat Ter sedang asyik-asyiknya menghabisi manusia yang ada di depan nya menggunakan sabit ungu di tangan nya, tiba-tiba saja ada 5 orang yang meluncur ke arah nya dan menghentikan sabit milik nya.
Pertarungan pun mendadak berhenti seketika.
"Sepertinya banteng ini perlu di berikan hukuman." Ujar Mayer salah orang dari kelima tersebut yang juga ikut menahan serangan itu.
Kelima orang yang menahan serangan Ter tidak lain dan tidak bukan adalah petinggi Dark light, sehingga kemampuan mereka dalam bertarung tidak bisa di remehkan begitu saja.
"Dan sepertinya kalian semua sudah berkhianat." Kata pria tua itu lagi setelah melihat Xavier membunuh seseorang tidak jauh dari pandangan nya.
"Jadi siapa di antara kalian pemimpin nya?" Di saat itulah Daniel tiba tiba muncul di tengah tengah pertarungan dan mulai berjalan perlahan dengan sombongnya ke arah Mayer, Sword of devil dan Falcon sword pun kini sudah bergantung di pinggang nya.
"Bukankah kamu sang kaisar terbaru." Kata Mayer.
"Bener sekali, jadi apa kalian sudah menyadari kesalahan kalian?" Tanya Daniel yang masih berjalan.
"Pembunuhan." Balas nya singkat.
"Jika begitu, aku tidak perlu untuk menjelaskan nya lagi kan." Setelah berkata seperti itu, Daniel pun mulai melepaskan kedua pedang nya dari sarung nya. "Jadi pilihlah, menyerah atau mati?"
"Kami menyerah." Mayer pun langsung menjawab, itu membuat semua orang yang mendengar pun langsung terkejut seketika.
__ADS_1
"Dasar pria tua yang tidak asik," Daniel mengatakan dengan nada yang kecewa. "Mundur lah Ter, pilihan mu sekarang hanyalah kematian, jadi bertarung lah sekuat tenaga kalian." Ujar Daniel dengan berlari ke arah Mayer dan keempat orang lain nya
Bersambung.