King Of System

King Of System
Ch.6 Kota pertama


__ADS_3

...POV DANIEL...


Beberapa jam sebelumnya.


Aku dan Elora pun akhirnya sudah menemukan jalan yang bisa jadi dapat membawa kami ke sebuah kota atau desa. Dia juga bercerita kalau ia adalah seorang petualang.


"Bisakah nanti kamu mendaftarkan aku menjadi seorang petualang?" tanya ku selepas mendengar cerita Elora yang menjadi seorang petualang rank A.


"Tentu saja" Jawab nya sambil tersenyum ke arah ku.


Sudah satu minggu lebih aku ada di dunia yang bernama Vulcan ini, level ku sendiri sudah mencapai level 40, dan aku sudah mengumpulkan lumayan banyak point shop dan point stat dari quest yang di berikan oleh sistem.


Akhirnya, hal yang sudah kami cari-cari beberapa hari ini pun terlihat. Sebuah kota yang di kelilingi tembok beton dengan tinggi 10 meter mulai terlihat dari kejauhan. Kami berdua pun mulai mempercepat langkah kaki kami berdua.


Di saat kami hampir memasuki gerbang pintu masuk kota tersebut, terlihat ada sebuah pos penjagaan dengan dua prajurit yang sedang menunggu di sana.


"Tunjukkan identitas mu." Setelah kami sampai di depan mereka berdua, salah satu penjaga pun mengucapkan kalimat seperti itu.


"Aku seorang petualang." Elora pun membalas perkataan nya sambil mengeluarkan sebuah kartu berwarna emas yang di jadikan nya sebagai kalung didalam baju nya.


Setelah itu, dia menunjukkan itu kepada dua penjaga tersebut.


"Seorang petualang tingkat A? Dan siapa orang yang ada di sebelah mu itu?" Tanya salah satu prajurit setelah melihat kartu identitas milik Elora dan menengok ke arah ku setelah itu.


"Dia teman ku juga, jadi bisa kah kau tidak usah memeriksa nya." Elora pun memberikan sebuah dua koin emas kepada dua penjaga tersebut setelah berucap itu.


Iniel, itulah nama dari kota tersebut setelah aku melihat sebuah ukiran tulisan di kayu yang tergantung di pos penjagaan. Mereka berdua pun membiarkan kami berdua untuk masuk selepas Elora memberikan dua koin itu, kota Ini memang terlihat kecil jika dari kejauhan.


Akan tetapi, saat aku sudah masuk di dalam kota tersebut, bangunan ala abad pertengahan dapat terlihat di mata ku sepanjang jalanan batu yang sedang aku tijak ini.


"Apakah kita harus mencari penginapan dulu?" Tanya Elora sambil melihat ku yang berada di belakang nya.


"Saat ini aku tidak memiliki uang." Balas ku.


"Uang?" Dia terlihat kebingungan saat aku membalas pertanyaan nya.

__ADS_1


"Bener aku tidak memiliki nya sedikitpun" Aku pun hanya bisa tersenyum canggung pada nya.


"Ayolah, lagipula aku berhutang banyak pada mu."


"Maaf Elora, aku harus menolak itu, karena setelah mendaftar sebagai petualang, aku berencana langsung pergi dari kota ini."


Apalagi dunia ini penuh dengan monster dan bahaya, bahkan Elora sendiri pernah bercerita jika ada ramalan kalau raja iblis akan muncul beberapa tahun lagi, tentu saja itu membuat ku bersemangat karena bisa menggunakan semua bela diri yang aku pelajari di bumi tanpa terhalang oleh sesuatu senjata modern.


"B-baiklah." Elora pun hanya bisa tersenyum dengan raut muka yang cemberut dan langsung membelakangi ku lagi setelah mendengar perkataan ku.


Beberapa menit telah berlalu sejak kami berdua berkeliling untuk mencari guild petualang di kota ini, dan ini merupakan pertama kali nya bagi Elora di kota iniel sehingga dia tidak tahu di mana guild petualang berada.


"Sebaiknya kita bertanya kepada seseorang." Saran ku pada Elora.


Dia pun hanya mengangguk setuju.


Hingga akhirnya, kami berdua pun menemukan sebuah bangunan kecil berbahan kayu dengan plat bergambar dua pedang membentuk X yang menggantung tepat di atas pintu bangunan tersebut. Apa yang di katakan orang sekitar, itu merupakan guild petualang di kota ini.


"Apa kamu yakin ini guild petualang nya?" Tanya ku setelah melihat bangunan yang ada di depan ku.


Seorang pria tua terlihat sedang duduk di meja yang sudah tua, kami berdua pun memutuskan untuk menghampiri pria tersebut, dan ternyata dia adalah ketua guild yang berada di kota Ini.


"Bisakah kami mendaftar di sini?" Tanya ku dengan penuh keraguan.


"Tentu saja bisa." Pria tua itu pun menjawab dengan semangat, dia pun mengeluarkan kertas formulir di bawah meja nya dan sebuah pena, "Silahkan isi saja."


Kertas nya terlihat sangat berdebu.


Di formulir itu hanya menanyakan nama mu, asal mu, senjata yang biasa kamu pakai, serta ras diri mu. Itu semua memang lumayan mudah kecuali di bagian di mana kamu berasa asal, dengan terpaksa, aku pun menulis jika aku berasal di kota Ini.


"Saya tidak menyangka jika masih ada orang yang ingin menjadi petualang di kota Ini." ujar pria itu setelah menerima formulir yang di berikan oleh ku.


Aku pun hanya bisa tertawa kecil.


Sesudah itu, pria itu berdiri dari duduk nya dan menuju ke sebuah ruangan lain nya. Tidak selang beberapa menit kami menunggu, akhirnya dia pun keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


Sebuah kartu berukuran 3 jari orang dewasa di berikan pria tua itu pada ku, bahan nya pun berbeda dengan Elora, dia memiliki sebuah kartu emas yang menunjukkan dia sudah dia tingkat A, sebaliknya aku masih di tingkat F yang berbahan tembaga.


"Berapa harga nya?" Tanya Elora setelah melihat aku menerima kartu petualang.


"Tentu saja itu gratis, ambil saja itu buat mu nak muda, dan maafkan aku jika di sini tidak ada sebuah permintaan dari seorang pelanggan."


Kami pun hanya bisa berterimakasih pada pria itu setelah berkali-kali dia menolak untuk di berikan sebuah koin dari Elora.


Elora bercerita jika biasanya seseorang mendaftar untuk menjadi petualang harus mengeluarkan biaya senilai satu koin emas atau bisa kita uang kan sekitar 100 dolar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...POV AUTHOR...


"Kalau begitu ini merupakan perpisahan kita berdua." Ujar Elora dengan nada yang sedih sambil menatap ke arah Daniel dengan raut muka yang sangat sedih.


"Ayolah, bukankah sudah aku bilang, jika kita pasti akan ketemu lagi." Daniel pun mengatakan itu sambil memegang pundak nya.


Dua orang tersebut saat ini sedang di depan gerbang kota, Elora sendiri berencana untuk tinggal beberapa hari di kota Ini, sedangkan Daniel, dia ingin mulai petualangan nya lagi setelah di belikan beberapa perbekalan oleh Elora.


"Ambilah ini." Elora terlihat sedang memberikan sekantong koin kepada Daniel.


"Tidak usah, aku tidak perlu itu." Dia pun menolak itu sambil mendorong kantong koin Elora.


"Aku sudah tahu kalau kamu akan menolaknya, jadi tolong untuk kali ini saja, ambilah ini sebagai bentuk perpisahan."


Dengan hati yang tidak enak, Daniel menerima kantong koin tersebut.


"Jika begitu, aku akan menerima ini dan akan mengembalikan nya lagi pada saat kita bertemu kembali, kalo begitu sampai jumpa." Ujar nya sambil tersenyum kepada Elora.


Sekarang, Daniel pun membelakangi Elora, wujud dari Daniel pun sedikit demi sedikit tidak terlihat lagi di pandangan nya Elora, dia pun hanya bisa kembali ke penginapan dengan hati yang penuh kecewa. Sedangkan Daniel, dia sudah tidak sabar. monster seperti apa yang akan ia temui nanti.


"Waktu nya kita mencari level."


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2