
POV DANIEL.
"Hobgoblin!" Ormas terlihat ketakutan setelah mengucapkan kalimat tersebut. Wajahnya menjadi sangat cemas, keringat bahkan terlihat mulai bercucuran dari wajah nya.
Aku yang melihat itu pun mengeluarkan dua pedang ku, Ormas yang melihat hal itu tidak berpendapat apapun tentang hal tersebut. Namun, aku sangat yakin jika dia percaya bahwa aku dapat memenangkan pertarungan ini meskipun agak sulit.
"Dari sudut mana pun aku melihat mereka, mereka hanyalah seekor goblin yang memiliki wujud sedikit berotot, bukankah begitu?." Pikir ku setelah melihat salah satu hobgoblin yang sedang keluar dari balik pohon tempat mereka sembunyi dari tadi.
[ Hobgoblin adalah seekor goblin yang berevolusi menjadi tahap akhir, bahkan kekuatan nya lebih tinggi daripada raja goblin. ]
Mungkin jika level ku yang dulu pasti akan kesusahan melawan 20 hobgoblin sekaligus. Akan tetapi berkat Zerren yang memberikan diri nya untuk ku, aku sangat percaya pertarungan ini akan berakhir dengan cepat.
"Namun, tidak akan seru jika aku menyelesaikan nya dengan cepat." Aku pun saat ini sudah berdiri di luar formasi lingkaran perisai yang di bentuk oleh prajurit ku bawa.
5 hobgoblin sekarang berdiri 20 meter dari aku berdiri. Merasa mereka tidak ada niatan untuk menyerang ku, aku pun berinisiatif untuk berlari ke arah mereka dengan merapalkan 10 Bullet light dalam hitungan detik.
Tetapi, mereka semua dapat mengindari peluru cahaya yang memiliki kecepatan 100km/jam tersebut, walaupun salah satu peluru mereka tahan dengan perisai bulat itu, sepertinya perisai yang mereka pegang itu bahkan alat sihir.
Setelah menghindari itu, mereka berlima pun juga ikut berlari ke arah ku. Salah satu hobgoblin dalam sekejap sudah berada di samping ku, namun gerakan dia akan menyerang sudah ku baca. Sebuah serangan bawah pun di luncurkan oleh Hobgoblin itu.
"Bahkan tanpa haste pun gerakan ku sudah cepat." Aku pun berpikir setelah menghindari serangan itu dengan melompat, aku merasa tubuh ku sekarang sangat ringan seperti sebuah debu.
Ketika lutut ku sudah pas dengan kepala nya, aku pun langsung menyerang kepala hijau nya itu dengan lutut ku. Gerakan ku sendiri sangat cepat, dia memang menyadari jika kepala nya akan di serang, namun karena kecepatan yang ku miliki, dia pun tidak sempat untuk melakukan pertahanan.
Hobgoblin itu pun langsung terlempar begitu jauh hingga masuk ke dalam hutan lagi.
Aku yang lengah pun mendapatkan serangan, untung nya Bionic shield sudah ku aktifkan sehingga barrier warna kuning aktif di saat dua hobgoblin menyerang bersamaan di kedua sisi ku.
__ADS_1
"Padahal aku ingin menikmati ini." Merasa kesal, aku pun langsung lompat lagi ke atas kemudian siku ku pun langsung ku arahkan tepat di kepala kedua hobgoblin tersebut.
Sebelum mereka menyadari, kepala mereka berdua sudah tercium di tanah, bahkan sebuah cekungan tercipta di tanah yang mereka cium membentuk hingga 5 meter menandakan jika serangan ku itu sangat lah kuat.
Di saat kaki ku sudah menginjakkan tanah kembali. Aku pun langsung menancapkan dua pedang ku di kedua hobgoblin yang sedang tergeletak tadi, membuat cipratan darah berwarna biru keluar dari kepala nya.
"Sisa... 2 lagi di sini." Ujar ku sembari menarik dua pedang ku dan menatap ke arah dua hobgoblin yang sudah ada di depan ku.
Sebuah pukulan menggunakan perisai pun mereka lakukan secara bersamaan, di kepala satu, di perut satu. Aku mengakui jika aku yang dulu mungkin akan terkena serangan tersebut, karena serangan itu sangatlah cepat. Namun sekarang itu berbeda, aku pun bergegas melepas kan dua pedang di tangan ku, lalu menghantam perisai yang sedang menuju ke arah ku.
Dua perisai tersebut pun mendadak hancur menjadi beberapa bagian setelah mendapatkan pukulan ku.
Sontak dua Hobgoblin itu pun terkejut. Menyadari itu, aku pun langsung menghantam dagu dua hobgoblin tersebut. Tiba-tiba saja dua kepala hobgoblin itu sudah terlempar ke udara dengan tubuh yang masih berdiri.
"Sial... ini sangat menjijikkan." Kata ku melihat dua tubuh hobgoblin tergeletak di hadapan ku tanpa kepala.
"Baiklah, waktunya kita serius." Aku pun berkata seperti itu setelah melihat salah satu hobgoblin yang menyerang ku dari belakang dan melihat 14 hobgoblin lain nya yang sedang berlari ke arah ku secara bersamaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV AUTHOR
Pertarungan dengan para hobgoblin itu pun akhirnya berakhir dengan di menangkan yang tentu saja adalah Daniel. Meskipun itu pertarungan yang singkat, tapi itu sangat menguntungkan bagi Daniel karena mendapatkan mahluk summon yang memiliki kekuatan di atas dari para raja goblin.
"Akhir nya selesai juga." Daniel berkata seperti itu setelah menusukkan tangan nya ke perut hobgoblin yang menyerang nya tadi.
Semua orang yang menyaksikan dua puluh hobgoblin tergeletak di tanah tanpa nyawa hanya bisa membisu. para prajurit itu pun langsung duduk lemas di tempat dengan mental yang sudah terguncang karena kemunculan tiba-tiba Hobgoblin yang begitu banyak.
__ADS_1
Berbeda dengan Ormas, dia sedang berjalan menghampiri raja nya.
"Kekuatan anda memang sudah tidak bisa di remehkan lagi." Ujar Ormas dengan perasaan gugup namun dia dapat dengan benar berbicara pada Daniel.
"Perbaiki lagi tenda yang di hancurkan, kita akan berangkat besok pagi, jadi beristirahat lah, juga kuburkan para mayat prajurit." Kata Daniel sambil memasukkan dua pedang nya yang masih berbalut darah Hobgoblin.
"Baik yang mulia."
Malam pembantaian terhadap para hobgoblin itu pun akhirnya sudah berlalu. Seandainya orang-orang tahu jika Daniel dapat mengalahkan puluhan hobgoblin dengan mudah, maka dia pasti sudah di takuti oleh siapapun itu.
Namun, walaupun para prajurit yang menyaksikan itu sudah bercerita apa yang mereka lihat pada para orang-orang, ada saja yang masih tidak percaya akan kekuatan Daniel bahkan masih meremehkan nya karena umur nya yang masih terbilang muda.
"Aku sedikit penasaran kenapa selama aku tinggal di dunia ini yang ku temui kebanyakan hanyalah seekor goblin." Pikir Daniel pada Ai sambil menunggangi kuda dengan kecepatan tinggi nya.
[ Anda saat ini berada di benua Ezernel yang mana memang terkenal akan populasi goblin nya, sehingga anda kebanyakan hanya menemui goblin saja. Jadi di sarankan untuk pengguna segera keluar dari benua ini jika ingin melihat ras lain nya. ]
"Aku ingin tahu beberapa banyak benua yang ada sekarang?"
[ Tidak terhitung, anda tinggal di dunia di mana besar nya 10 kali lipat dari dunia yang anda tinggali sebelumnya. Sehingga ada berbagai tempat yang belum di gali. ]
"Sepuluh kali lipat dari bumi? sepertinya tujuan ku untuk menguasai dunia masihlah lama, kalau begitu berapa banyak orang yang memiliki level yang setara dengan ku untuk sekarang."
[ Saya tidak tahu pastinya, tapi jika di hitung dalam persenan maka yang dapatkan adalah 11% dari 100%, itulah yang bisa saya dapatkan untuk sekarang. ]
"Bahkan aku tidak tahu level berapa aku sekarang, tapi aku sangat yakin jika level ku miliki sudah lebih tinggi dari pada sebelumnya karena pengorbanan Zerren waktu itu, namun sepertinya masih ada saja yang memiliki kekuatan yang setara dengan ku, jadi itu artinya ada yang lebih tinggi dari ku."
"Yang mulia, ibukota Licanara sudah dekat."
__ADS_1
"Memikirkan hal itu membuat ku sedikit kesal, kalau begitu mari kita lampiaskan pada orang yang sudah membunuh Elora dan Cathrine."