King Of System

King Of System
ch.36 Hambatan


__ADS_3

« Quest telah di berikan: Temukan dalang di balik pembunuhan Cathrine pavolia dan Elora. »


"Yah tanpa kau suruh pun aku akan mencari dalang dari itu semua." Pikir Daniel setelah menutup kembali layar quest yang tiba-tiba muncul di depan nya.


"T-tapi anda tidak u-usah khawatir, kabar kematian yang mulia Cathrine dan pengawal nya belum lah tersebar." Ujar Ormas dengan di selimuti perasaan takut akan di hukum mati di tempat oleh orang yang ada di depan nya.


"Tenanglah, siapkan kuda dan kita akan berangkat sekarang juga." Kata Daniel sembari berdiri dari duduk nya dan langsung berjalan menuju pintu keluar di ikuti oleh Ormas yang hanya bisa terdiam di belakang nya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV DANIEL


"Apa anda serius, bahkan belum sehari anda bangun, dan anda sekarang berpergian lagi, sebaik nya beristirahat lah terlebih dahulu beberapa hari di sini." Saila berkata seperti itu dengan raut muka khawatir yang terlihat jelas.


"Tubuh ku beda dengan manusia biasa, jadi tidak ada yang perlu kau khawatirkan." Balas ku yang saat ini sedang berjalan tepat di sebelah nya Saila menuju keluar istana.


"T-tapi tetap saja anda adalah manusia."


"Astaga..." Aku pun langsung berhenti berjalan membuat semua orang juga ikut berhenti, setelah itu aku melihat ke arah Saila lalu langsung mencium dahi nya membuat dia terdiam seketika, "Tidak ada yang perlu di khawatir kan."


"Baiklah yang mulia." Balas nya dengan kepala menunduk.


Aku pun tanpa menjawab langsung berjalan kembali begitu juga dengan Saila, bahkan Ormas seperti nya tidak terkejut menyaksikan kejadian apa yang aku lakukan tadi. Lagipula yang aku dengar dari seseorang, jika di dunia ini seorang kaisar atau raja merupakan hal yang lumrah bila mempunyai istri atau selir yang banyak.


"Kalau begitu aku akan pergi, mungkin kita akan lama lagi untuk bertemu, jadi tetap ingat dengan tugas yang aku berikan pada mu." Kata ku yang mulai menaiki kuda selepas mengucapkan kalimat tersebut.


"Saya akan melakukan yang terbaik untuk anda yang mulia." Balas Saila dengan penuh semangat.


"Sepertinya kamu sama sekali tidak sedih sekali melihat kepergian ku." Dengan menatap tajam ke arah Saila.

__ADS_1


"B-bukan begitu." Dia pun mulai menundukkan kepala nya.


Setelah mendengar jawabannya, aku pun langsung menjalankan kuda yang aku naiki dengan kecepatan penuh. Meskipun ini di dalam kota, aku tidak kesulitan sama sekali mengendarainya. karena para warga langsung menepi ketika melihat puluhan prajurit dan aku yang sedang melaju mengarah ke mereka.


"Berapa lama kita akan sampai dengan kecepatan ini?" Tanya ku kepada Ormas yang saat ini sedang melaju di sebelah ku.


"Mungkin sekitar 3 hari yang mulia." Balas nya walaupun suaranya tidak terlalu terdengar jelas akibat hembusan angin dari kecepatan berkuda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV AUTHOR


Malam hari telah tiba, Daniel pun memutuskan untuk beristirahat. Di tengah-tengah hutan dengan hanya api unggun sebagai penerangan mereka membuat suasana cukup mencekam, apalagi kali ini mereka melewati jalur yang di kabarkan mematikan meskipun itu adalah jalur yang sangat cepat untuk kembali ke ibukota.


"Ter apa kamu mendengar ku?" Tanya Daniel di dalam pikiran nya sambil duduk bersandar di sebuah pohon.


"Saya bisa mendengar anda tuan, namun saya lagi-lagi tidak bisa merasakan mana milik anda tuan." Jawab Ter.


"Baik tuan." Jawab Ter.


"Di sini cukup membosankan, mini map open." Layar dengan berbagai titik pun bermunculan di sekitar Daniel.


Namun yang lebih mengejutkan Daniel adalah, dia saat ini serta rombongan nya sedang di kelilingi dengan 20 titik merah. Bahkan Daniel sendiri saat ini sedang membawa 80 prajurit elit bersama nya yang mana bisa di katakan dapat mengalahkan puluhan ogre sekali pun.


"Yang mulia, sepertinya telah di kepung." Kata Ormas yang berada di depan ku dan bergegas untuk berdiri lalu memerintahkan pada prajurit lain nya untuk bersiap akan serangan yang mendadak.


"Baiklah mungkin ini bisa di sebuat sebagai pemanasan setelah beberapa hari tidak ada pertarungan sama sekali." Ujar Daniel lalu berdiri kemudian meregang kan tangan nya ke atas.


Suasana menjadi sangat hening, hembusan angin malam dapat terdengar di telinga mereka. Apa pun musuhnya para prajurit itu pasti akan melawan nya, bahkan rela mengorbankan nyawa diri nya untuk raja mereka yaitu Daniel.

__ADS_1


Dengan membentuk formasi melingkar dengan Daniel yang berada di tengah-tengah mereka, membuat formasi itu tidak mungkin di tembus karena para prajurit sudah berlindung di balik perisai dengan tombak yang memiliki tinggi mencapai 2 meter.


Namun, ketika para prajurit itu fokus dengan apa yang ada di balik hutan. Satu prajurit tiba-tiba mati begitu saja lalu ledakan terjadi di sekitar nya membuat beberapa prajurit lain nya terluka akibat ledakan itu.


Padahal itu hanyalah tebasan dari sebuah pedang yang menimbulkan ledakan.


"Berhati-hati yang mulia, kemungkinan mereka menggunakan pedang sihir." Ujar Ormas yang berada di sebelahnya.


Mendengar pedang sihir, Daniel langsung terkejut, karena ini kali pertama nya dia mendengar ada sebuah pedang sihir. Bahkan di shop tidak pernah menjual nya, lagipula waktu itu Ai sudah mengatakan jika shop hanya menjual sesuatu yang tidak ada di dunia.


"Rapatkan formasi kalian lagi!" Teriak Ormas.


Mendengar itu, mereka pun bergegas untuk memperbaiki formasi mereka lagi dengan merapatkan diri satu sama lain. Akan tetapi, serangan yang sangat cepat di luncurkan lagi oleh lawan mereka, membuat seorang prajurit gugur lagi dengan tubuh yang tidak terbentuk.


"Sepertinya ini musuh terkuat yang aku temui sejauh ini." Pikir Daniel setelah melihat musuh nya tersebut dapat membunuh seseorang tanpa terlihat seperti diri nya.


Walaupun dia saat ini dapat membunuh 20 orang misterius yang terus membunuh prajurit nya dengan mudah, tetapi Daniel terlihat hanya berdiam diri seperti merencanakan sesuatu atau ada hal lain yang ingin dia lakukan.


"Y-yang mulia, jika begini terus kita akan di bantai." Ormas yang melihat prajurit nya terus di bunuh dengan mudah pun langsung mengeluh kepada Daniel.


"Terus? ada hal yang ingin kamu lakukan? bukankah kalian prajurit yang menjaga seorang raja?" Daniel yang mendengar apa yang di katakan oleh Ormas pun sedikit kesal, karena dia merasa hanya di gunakan sebagai alat pembunuh bagi para rakyat nya itu.


"M-maafkan atas ketidak kesopanan saya yang mulia."


Daniel pun tidak menjawab, dia hanya menyaksikan pembunuhan yang terus terjadi pada prajurit nya hingga setengah dari pasukan yang Daniel bawa itu pun kian menipis.


Dan saat itu, dua puluh orang yang terus membunuh prajurit Daniel pun mulai menunjukkan diri nya.


Dia memiliki tubuh tegak layaknya manusia, tinggi yang mencapai 2 meter dengan otot kekar membuat sangat mengintimidasi, serta mata merah dengan kulit hijau membuat dia terlihat seperti bukan seorang manusia.

__ADS_1


Mereka mengenakan sebuah armor pakaian saja dan menggenggam perisai bulat di tangan kiri dan pedang yang terus mengeluarkan api di tangan kanan.


"H-Hobgoblin."


__ADS_2